Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Makna Kobe Sutu pada Upacara Kematian di Desa Reroroja, Kecamatan Magepanda

View through CrossRef
Tradisi dan adat istiadat merupakan warisan leluhur yang harus dijaga oleh generasi muda sebagai bentuk penghormatan dan pelestarian budaya. Salah satu contoh tradisi yang sarat makna adalah upacara Kobe Sutu dari masyarakat adat Lio. Upacara ini dilakukan saat kematian untuk membersihkan beban duka keluarga yang ditinggalkan, agar mereka dapat kembali menjalani kehidupan dengan tenang, dan jiwa orang yang meninggal dapat pergi ke alam baka dengan damai. Urgensi penelitian ini timbul dari kebutuhan untuk memahami lebih dalam peran dan signifikan budaya upacara Kobe Sutu ritual kematian di desa Reroroja, kecamatan Magepanda sering kali mencerminkan nilai-nilai, kepercayaan, dan norma-norma sosial yang dianut oleh masyarakat desa Reroroja. Memahami upacara Kobe Sutu (Empat Malam) pada ritual kematian adalah kunci untuk memahami kompleksitas budaya dan sosial di dalamnya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskripti, sumber data primer yaitu: Tua Adat, Tokoh Masyrakat dan sumber data sekunder yaitu: buku, jurnal, dan artikel. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan mengumpulkan data, mereduksi data, menyajikan data dan terahkir menarik kesimpulan. Hasil penelitihan menunjukan bahwa, tahapan dalam proses Kobe Sutu pada kematian di Desa Reroroja Kecamatan Magepanda memiliki beberapa tahapan pire mite, doa bersama, kula kame, lega mite, upacara ka wi, a, dan keta nga dan beberapa makna seperti makna spiritual, makna penggunaan kain hitam, makna keiklasan, makna penggorbanan, dan makna kesejukan.
Title: Analisis Makna Kobe Sutu pada Upacara Kematian di Desa Reroroja, Kecamatan Magepanda
Description:
Tradisi dan adat istiadat merupakan warisan leluhur yang harus dijaga oleh generasi muda sebagai bentuk penghormatan dan pelestarian budaya.
Salah satu contoh tradisi yang sarat makna adalah upacara Kobe Sutu dari masyarakat adat Lio.
Upacara ini dilakukan saat kematian untuk membersihkan beban duka keluarga yang ditinggalkan, agar mereka dapat kembali menjalani kehidupan dengan tenang, dan jiwa orang yang meninggal dapat pergi ke alam baka dengan damai.
Urgensi penelitian ini timbul dari kebutuhan untuk memahami lebih dalam peran dan signifikan budaya upacara Kobe Sutu ritual kematian di desa Reroroja, kecamatan Magepanda sering kali mencerminkan nilai-nilai, kepercayaan, dan norma-norma sosial yang dianut oleh masyarakat desa Reroroja.
Memahami upacara Kobe Sutu (Empat Malam) pada ritual kematian adalah kunci untuk memahami kompleksitas budaya dan sosial di dalamnya.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskripti, sumber data primer yaitu: Tua Adat, Tokoh Masyrakat dan sumber data sekunder yaitu: buku, jurnal, dan artikel.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Teknik analisis data dengan mengumpulkan data, mereduksi data, menyajikan data dan terahkir menarik kesimpulan.
Hasil penelitihan menunjukan bahwa, tahapan dalam proses Kobe Sutu pada kematian di Desa Reroroja Kecamatan Magepanda memiliki beberapa tahapan pire mite, doa bersama, kula kame, lega mite, upacara ka wi, a, dan keta nga dan beberapa makna seperti makna spiritual, makna penggunaan kain hitam, makna keiklasan, makna penggorbanan, dan makna kesejukan.

Related Results

Analisis Makna Kobe Sutu pada Upacara Kematian di Desa Reroroja, Kecamatan Magepanda
Analisis Makna Kobe Sutu pada Upacara Kematian di Desa Reroroja, Kecamatan Magepanda
Traditions and customs are ancestral heritage that must be maintained by the younger generation as a form of respect and preservation of culture. One example of a tradition that is...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
KOMUNIKASI TRANSENDENTAL NYENUK DALAM UPACARA NGENTEG LINGGIH DI PURA DESA, DESA PELAGA, KECAMATAN PETANG, KABUPATEN BADUNG
KOMUNIKASI TRANSENDENTAL NYENUK DALAM UPACARA NGENTEG LINGGIH DI PURA DESA, DESA PELAGA, KECAMATAN PETANG, KABUPATEN BADUNG
ABSTRAK             Komunikasi transendental nyenuk merupakan rangkaian dari upacara ngenteg linggih yang dilaksanakan oleh masyarakat setelah pemabngunan atau mepugaran pura...
TARI TANDIK LAYAR DALAM UPACARA ADAT BAWANANG DI DESA MAPAT KECAMATAN HALONG KABUPATEN BALANGAN
TARI TANDIK LAYAR DALAM UPACARA ADAT BAWANANG DI DESA MAPAT KECAMATAN HALONG KABUPATEN BALANGAN
Penelitian ini berkenaan dengan Tari Tandik Layar Dalam Upacara Bawanang sebagai bagian dari upacara aruh adat bawanang. Penelitian ini dilakukan untuk menggali ingin mengetahui le...
UPACARA FALE BENDERA FLAWA DI DESA WALSEKAT, KECAMATAN FENA LEISELA, KABUPATEN BURU, PROVINSI MALUKU (Perspektif Pendidikan Agama Hindu)
UPACARA FALE BENDERA FLAWA DI DESA WALSEKAT, KECAMATAN FENA LEISELA, KABUPATEN BURU, PROVINSI MALUKU (Perspektif Pendidikan Agama Hindu)
Pendidikan Agama Hindu, semestinya diimplementasikan melalui upacara keagamaan yang mengandung ajaran agama Hindu kepada generasi muda, tentu pendidikan non-formal sangat diperluka...
MUSIK DALAM UPACARA ADAT POSUO
MUSIK DALAM UPACARA ADAT POSUO
Musik merupakan salah satu aspek penting yang digunakan dalam berbagai upacara keagamaan dan budaya oleh masyarakat seperti upacara kelahiran, pernikahan, kematian dan upacara inis...

Back to Top