Javascript must be enabled to continue!
DINAMIKA PSIKOLOGIS PADA REMAJA PEREMPUAN YANG MENGALAMI KEHAMILAN TIDAK DIINGINKAN
View through CrossRef
Kehamilan biasanya terjadi pada wanita dewasa yang sudah menikah ketika mereka merasa bahwa perkembangan fisik dan psikologisnya sudah cukup untuk mengambil peran baru sebagai seorang ibu dengan semua tanggung jawab yang melekat padanya. Fenomena kehamilan tidak diinginkan pada remaja perempuan mengakibatkan beragam dampak pada remaja perempuan itu sendiri maupun relasi dalam keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dinamika psikologis remaja perempuan yang mengalami kehamilan tidak diinginkan akibat hubungan seksual pranikah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan metode pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Keabsahan data dalam penelitian ini diuji dengan menggunakan triangulasi, yaitu triangulasi metode dan triangulasi antar-peneliti. Responden dalam penelitian ini berjumlah 3 orang remaja perempuan yang mengalami kehamilan tidak diinginkan dan sedang mengajukan permohonan dispensasi kawin di pengadilan agama. Hasil penelitian menunjukkan adanya dinamika psikologis yang kompleks pada subjek. Selain mengalami berbagai emosi seperti kaget, ketakutan, kecemasan, penyesalan, frustasi, kesedihan, dan satu dari tiga subjek mengalami kesulitan dalam berkonsentrasi, subjek juga menunjukkan pola pikir yang cenderung negatif, seringkali menyalahkan diri sendiri atas kejadian yang terjadi. Pemikiran dan perasaan negatif ini mendorong subjek untuk berperilaku pasif terhadap kondisi kehamilan. Meski demikian, ada keinginan untuk dapat beradaptasi dengan peran baru sebagai calon ibu dengan dukungan keluarga dekat dan calon suami. Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi konselor atau pendamping remaja yang mengalami kehamilan tidak diinginkan. Pendampingan dapat dilakukan melalui program kerjasama lintas Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) misalnya Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) dan Dinas Kesehatan untuk memberikan pendampingan kesehatan dan psikologis bagi remaja perempuan yang mengalami kehamilan tidak diinginkan, misalnya melalui program Puspaga, PIK-R, atau Posyandu.
Kata Kunci: dinamika psikologis, kehamilan tidak diinginkan, remaja perempuan, seks pranikah
Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Title: DINAMIKA PSIKOLOGIS PADA REMAJA PEREMPUAN YANG MENGALAMI KEHAMILAN TIDAK DIINGINKAN
Description:
Kehamilan biasanya terjadi pada wanita dewasa yang sudah menikah ketika mereka merasa bahwa perkembangan fisik dan psikologisnya sudah cukup untuk mengambil peran baru sebagai seorang ibu dengan semua tanggung jawab yang melekat padanya.
Fenomena kehamilan tidak diinginkan pada remaja perempuan mengakibatkan beragam dampak pada remaja perempuan itu sendiri maupun relasi dalam keluarga.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dinamika psikologis remaja perempuan yang mengalami kehamilan tidak diinginkan akibat hubungan seksual pranikah.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan metode pengumpulan data melalui wawancara dan observasi.
Keabsahan data dalam penelitian ini diuji dengan menggunakan triangulasi, yaitu triangulasi metode dan triangulasi antar-peneliti.
Responden dalam penelitian ini berjumlah 3 orang remaja perempuan yang mengalami kehamilan tidak diinginkan dan sedang mengajukan permohonan dispensasi kawin di pengadilan agama.
Hasil penelitian menunjukkan adanya dinamika psikologis yang kompleks pada subjek.
Selain mengalami berbagai emosi seperti kaget, ketakutan, kecemasan, penyesalan, frustasi, kesedihan, dan satu dari tiga subjek mengalami kesulitan dalam berkonsentrasi, subjek juga menunjukkan pola pikir yang cenderung negatif, seringkali menyalahkan diri sendiri atas kejadian yang terjadi.
Pemikiran dan perasaan negatif ini mendorong subjek untuk berperilaku pasif terhadap kondisi kehamilan.
Meski demikian, ada keinginan untuk dapat beradaptasi dengan peran baru sebagai calon ibu dengan dukungan keluarga dekat dan calon suami.
Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi konselor atau pendamping remaja yang mengalami kehamilan tidak diinginkan.
Pendampingan dapat dilakukan melalui program kerjasama lintas Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) misalnya Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) dan Dinas Kesehatan untuk memberikan pendampingan kesehatan dan psikologis bagi remaja perempuan yang mengalami kehamilan tidak diinginkan, misalnya melalui program Puspaga, PIK-R, atau Posyandu.
Kata Kunci: dinamika psikologis, kehamilan tidak diinginkan, remaja perempuan, seks pranikah.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Pemanfaatan Media Interaktif Tentang Kesehatan Reproduksi Pada Remaja Dalam Pencegahan KTD (Kehamilan Tidak Diinginkan) Di Posyandu Remaja "Healthy Teenager"
Pemanfaatan Media Interaktif Tentang Kesehatan Reproduksi Pada Remaja Dalam Pencegahan KTD (Kehamilan Tidak Diinginkan) Di Posyandu Remaja "Healthy Teenager"
Seks aktif pra nikah pada remaja berisiko terhadap kehamilan remaja dan penularan penyakit menular seksual. Kehamilan yang tidak direncanakan pada remaja perempuan dapat berlanjut ...
Hubungan Kehamilan Tidak Diinginkan dengan Kejadian Stunting (Analisis Data Riskesdas 2018)
Hubungan Kehamilan Tidak Diinginkan dengan Kejadian Stunting (Analisis Data Riskesdas 2018)
Latar belakang : Stunting dapat disebabkan dari beberapa faktor berkaitan yang terdiri dari faktor ibu, anak dan lingkungan. Salah satu faktor yang memegang peranan penting adalah ...
Mencegah Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD): Edukasi Kesehatan Reproduksi pada Remaja
Mencegah Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD): Edukasi Kesehatan Reproduksi pada Remaja
Kehamilan yang tidak diinginkan pada remaja merupakan salah satu dampak dari perilaku seks bebas. Kehamilan remaja merupakan salah satu fenomena sosial yang belakangan ini semakin ...
KOMPLIKASI KEHAMILAN DAN PERSALINAN PADA KEHAMILAN REMAJA
KOMPLIKASI KEHAMILAN DAN PERSALINAN PADA KEHAMILAN REMAJA
AbstrakLatar Belakang: Menurut UNICEF, setiap lima kelahiran bayi terdapat satu bayi lahir dari ibu dengan usia dibawah 19 tahun. Kehamilan pada remaja usia 15-19 tahun di negara b...
PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG KEHAMILAN REMAJA
PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG KEHAMILAN REMAJA
Peningkatan perilaku seksual pranikah membawa dampak yang sangat beresiko salah satunya adalah kehamilan tidak diinginkan sebab dilakukan diluar pernikahan. Remaja yang hamil menga...
Peran Edukasi Remaja dalam Pencegahan Stunting
Peran Edukasi Remaja dalam Pencegahan Stunting
Pendahuluan : Program Generasi Berencana (GenRe) menjadi salah satu program yang dituntut untuk melakukan penyesuaian karena target Group dari program ini adalah remaja yang tidak ...

