Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Modal Sosial dan Mitigasi Bencana pada Masyarakat di Pulau Makasar Kota Baubau

View through CrossRef
AbstractA community group generally poses knowledge about disaster mitigation that occurs in their area. It’s the same thing for people on the island of Makassar, Baubau City, Southeast Sulawesi Province. Rediscovering socio-cultural capital related to disaster mitigation becomes urgent issue in the midst of various disasters that often hit various parties, such as tsunamis, earthquakes, landslides, floods, fires and so forth. This research was carried out on the island of Makassar in the city of Baubau, Southeast Sulawesi, with focus on research is aimed at describing the construction of local communities about social values in disaster mitigation. The study used a qualitative approach with data collection techniques are through interviews, observation and documentation. Data analysis was carried out in a descriptive-qualitative manner. The research subjects were determined by purposive sampling, which included community figures on the island of Makassar, and government officials. The results showed that the people on the island of Makassar had social values in disaster management: (1) the existence of collective action driven by the social values of pobhinci-bhinciki kuli, pomae-maeka, pomaa-maasiaka, popia-piara, and poangka-angkataka . (2) the existence of tuturangiana andala ritual of is a ritual that expresses the humble request of the community to the rulers of the sea to bestow sustenance and be kept away from disaster. This research ackonwledged that social capital is a strength for people on the island of Makassar in mobilizing resources to deal with disasters.   Suatu kelompok masyarakat pada umumnya memiliki pengetahuan tentang mitigasi bencana yang terjadi di daerahnya. Demikian halnya pada masyarakat di Pulau Makasar Kota Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara. Menggali kembali modal sosial budaya terkait dengan mitigasi bencana menjadi sesuatu yang urgen di tengah-tengah berbagai bencana yang sering melanda berbagai pihak, seperti terjadinya tsunami, gempa bumi, tanah longsor, banjir, kebakaran dan lain sebagainya. Penelitian ini di laksanakan di Pulau Makasar kota Baubau Sulawesi Tenggara dengan fokus penelitian diarahkan untuk menggambarkan konsrtuksi masyarakat lokal tentang nilai-nilai sosial dalam mitigasi bencana. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif. Subyek penelitian ditentukan secara purposive sampling, yang meliputi tokoh masyarakat di Pulau Makasar, dan Aparat Pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat di Pulau Makasar memiliki nilai-nilai sosial dalam penanggulangan bencana: (1) adanya tindakan kolektif yang didorong nilai-nilai sosial pobhinci-bhinciki kuli, pomae-maeka, pomaa-maasiaka, popia-piara, dan poangkaangkataka. (2) adanya ritual tuturangiana andala yakni ritual ungkapan permohonan masyarakat kepada penguasa laut agar melimpahkan rezeki dan dijauhkan dari bencana. Penelitian ini melihat bahwa modal sosial tersebut menjadi kekuatan bagimasyarakat di Pulau Makasar dalam memobilisasi sumber daya untuk menghadapi bencana.
Title: Modal Sosial dan Mitigasi Bencana pada Masyarakat di Pulau Makasar Kota Baubau
Description:
AbstractA community group generally poses knowledge about disaster mitigation that occurs in their area.
It’s the same thing for people on the island of Makassar, Baubau City, Southeast Sulawesi Province.
Rediscovering socio-cultural capital related to disaster mitigation becomes urgent issue in the midst of various disasters that often hit various parties, such as tsunamis, earthquakes, landslides, floods, fires and so forth.
This research was carried out on the island of Makassar in the city of Baubau, Southeast Sulawesi, with focus on research is aimed at describing the construction of local communities about social values in disaster mitigation.
The study used a qualitative approach with data collection techniques are through interviews, observation and documentation.
Data analysis was carried out in a descriptive-qualitative manner.
The research subjects were determined by purposive sampling, which included community figures on the island of Makassar, and government officials.
The results showed that the people on the island of Makassar had social values in disaster management: (1) the existence of collective action driven by the social values of pobhinci-bhinciki kuli, pomae-maeka, pomaa-maasiaka, popia-piara, and poangka-angkataka .
(2) the existence of tuturangiana andala ritual of is a ritual that expresses the humble request of the community to the rulers of the sea to bestow sustenance and be kept away from disaster.
This research ackonwledged that social capital is a strength for people on the island of Makassar in mobilizing resources to deal with disasters.
  Suatu kelompok masyarakat pada umumnya memiliki pengetahuan tentang mitigasi bencana yang terjadi di daerahnya.
Demikian halnya pada masyarakat di Pulau Makasar Kota Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara.
Menggali kembali modal sosial budaya terkait dengan mitigasi bencana menjadi sesuatu yang urgen di tengah-tengah berbagai bencana yang sering melanda berbagai pihak, seperti terjadinya tsunami, gempa bumi, tanah longsor, banjir, kebakaran dan lain sebagainya.
Penelitian ini di laksanakan di Pulau Makasar kota Baubau Sulawesi Tenggara dengan fokus penelitian diarahkan untuk menggambarkan konsrtuksi masyarakat lokal tentang nilai-nilai sosial dalam mitigasi bencana.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi.
Analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif.
Subyek penelitian ditentukan secara purposive sampling, yang meliputi tokoh masyarakat di Pulau Makasar, dan Aparat Pemerintah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat di Pulau Makasar memiliki nilai-nilai sosial dalam penanggulangan bencana: (1) adanya tindakan kolektif yang didorong nilai-nilai sosial pobhinci-bhinciki kuli, pomae-maeka, pomaa-maasiaka, popia-piara, dan poangkaangkataka.
(2) adanya ritual tuturangiana andala yakni ritual ungkapan permohonan masyarakat kepada penguasa laut agar melimpahkan rezeki dan dijauhkan dari bencana.
Penelitian ini melihat bahwa modal sosial tersebut menjadi kekuatan bagimasyarakat di Pulau Makasar dalam memobilisasi sumber daya untuk menghadapi bencana.

Related Results

Penyuluhan Mitigasi Bencana pada Masyarakat Pulau Pramuka
Penyuluhan Mitigasi Bencana pada Masyarakat Pulau Pramuka
Pulau Pramuka adalah salah satu pulau di Kepulauan Seribu, yang terletak di sebelah utara Jakarta, Kepulauan Seribu terdiri dari sekitar 110 pulau, Pulau Pramuka adalah pulau terbe...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Public awareness untuk mengurangi risiko bencana
Public awareness untuk mengurangi risiko bencana
Wilayah Indonesia yang secara geografis terletak diantara tiga lempeng benua yang selalu bergerak, memiliki 127 gunung api, dan dengan kondisi sosial politik yang dinamis, mengandu...
Mitigasi Bencana di Indonesia
Mitigasi Bencana di Indonesia
Negara Indonesia menjadi salah satu negara mempunyai potensi tinggi terhadap bencana gempabumi, tsunami, letusan gunungapi dan gerakan tanah (tanah longsor). Posisi wilayah Indones...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
SOSIALISASI TENTANG KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT MENGHADAPI BENCANA KEBAKARAN DI RT 001/07 KELURAHAN PAPANGGO JAKARTA UTARA.
SOSIALISASI TENTANG KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT MENGHADAPI BENCANA KEBAKARAN DI RT 001/07 KELURAHAN PAPANGGO JAKARTA UTARA.
Latar Belakang: Pengabdian kepada masyarakat ini dengan judul Sosialisasi tentang kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana kebakaran di rt 001/07 kelurahan papanggo jakarta utar...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Modal Sosial Masyarakat Pulau Maringkik dalam Menghadapi Bencana
Modal Sosial Masyarakat Pulau Maringkik dalam Menghadapi Bencana
Tujuan tulisan ini adalah untuk merangkai korelasi antara modal sosial dengan mitigasi bencana pada komunitas kepualauan di Pulau Maringkik, Lombok Timur. Wilayah kepulauan merupak...

Back to Top