Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Studi Eksperimental Penambahan Zat Aditif Anti Stripping Agent pada Kinerja Campuran Aspal Karet (AC-WC)

View through CrossRef
Penelitian ini membahas pengaruh penambahan zat aditif terhadap campuran aspal karet (AC-WC) serta bagaimana stabilitas campuran berubah dengan penggunaan Anti Stripping Agent Wetfix BE. Variasi yang digunakan mencakup kadar aspal rencana 4,5%, 5%, 5,5%, dan 6%, serta kadar Wetfix BE sebesar 0,25%, 0,3%, 0,35%, dan satu campuran tanpa aditif pada lapisan Laston AC-WC. Data primer diperoleh melalui percobaan langsung di lokasi penelitian yang meliputi pemeriksaan karakteristik bahan, penentuan Kadar Aspal Optimum, dan pelaksanaan uji Marshall. Data sekunder dikumpulkan dari instansi terkait untuk memperkuat analisis dan membandingkan hasil pengujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar aspal optimum untuk lapis permukaan AC-WC dengan aspal penetrasi 60/70 diperoleh sebesar 6,0%. Penggunaan Wetfix BE direkomendasikan pada kadar 3,5% karena dinilai mampu meningkatkan performa campuran aspal karet, terutama melalui peningkatan stabilitas. Pada pengujian Marshall, pembacaan nilai flow harus dilakukan secara teliti karena kesalahan pengukuran tidak dapat diperbaiki akibat kerusakan benda uji setelah proses penekanan. Untuk kondisi lalu lintas dengan beban berat, penggunaan Wetfix BE pada kadar 3,5% dianggap paling sesuai karena dapat meningkatkan ketahanan campuran AC-WC. Namun, penelitian ini juga menunjukkan bahwa pada kondisi tertentu, penambahan zat aditif justru dapat menurunkan stabilitas, sehingga pemilihan kadar aditif perlu disesuaikan dengan karakteristik material dan kebutuhan perkerasan.
Title: Studi Eksperimental Penambahan Zat Aditif Anti Stripping Agent pada Kinerja Campuran Aspal Karet (AC-WC)
Description:
Penelitian ini membahas pengaruh penambahan zat aditif terhadap campuran aspal karet (AC-WC) serta bagaimana stabilitas campuran berubah dengan penggunaan Anti Stripping Agent Wetfix BE.
Variasi yang digunakan mencakup kadar aspal rencana 4,5%, 5%, 5,5%, dan 6%, serta kadar Wetfix BE sebesar 0,25%, 0,3%, 0,35%, dan satu campuran tanpa aditif pada lapisan Laston AC-WC.
Data primer diperoleh melalui percobaan langsung di lokasi penelitian yang meliputi pemeriksaan karakteristik bahan, penentuan Kadar Aspal Optimum, dan pelaksanaan uji Marshall.
Data sekunder dikumpulkan dari instansi terkait untuk memperkuat analisis dan membandingkan hasil pengujian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar aspal optimum untuk lapis permukaan AC-WC dengan aspal penetrasi 60/70 diperoleh sebesar 6,0%.
Penggunaan Wetfix BE direkomendasikan pada kadar 3,5% karena dinilai mampu meningkatkan performa campuran aspal karet, terutama melalui peningkatan stabilitas.
Pada pengujian Marshall, pembacaan nilai flow harus dilakukan secara teliti karena kesalahan pengukuran tidak dapat diperbaiki akibat kerusakan benda uji setelah proses penekanan.
Untuk kondisi lalu lintas dengan beban berat, penggunaan Wetfix BE pada kadar 3,5% dianggap paling sesuai karena dapat meningkatkan ketahanan campuran AC-WC.
Namun, penelitian ini juga menunjukkan bahwa pada kondisi tertentu, penambahan zat aditif justru dapat menurunkan stabilitas, sehingga pemilihan kadar aditif perlu disesuaikan dengan karakteristik material dan kebutuhan perkerasan.

Related Results

KOMPARASI ANTARA SIFAT ASPAL KARET DENGAN ASPAL MURNI PADA LAPIS PERKERASAN AC-WC MENGGUNAKAN AGREGAT KALIMANTAN SELATAN
KOMPARASI ANTARA SIFAT ASPAL KARET DENGAN ASPAL MURNI PADA LAPIS PERKERASAN AC-WC MENGGUNAKAN AGREGAT KALIMANTAN SELATAN
Untuk mendapatkan mutu lapisan yang lebih baik perlu dilakukannya modifikasi campuran aspal. Dalam modifikasi campuran aspal, polimer yang biasanya digunakan dan paling sesua...
Studi Eksperimental Pengaruh Penggunaan Karet Alam Pada Pen 60/70 Terhadap Karakteristik Aspal
Studi Eksperimental Pengaruh Penggunaan Karet Alam Pada Pen 60/70 Terhadap Karakteristik Aspal
Indonesia mempunyai perkembangan moda transportasi tinggi sehingga sarana dan prasarana harus memadai. Bahan yang digunakan pada jalan yaitu aspal Pen 60/70. Namun, masih banyak ja...
Penentuan Karakteristik Aspal Porus Menggunakan Agregat Kasar Batu Pecah Parengan Tuban Dengan Metode Uji Marshall
Penentuan Karakteristik Aspal Porus Menggunakan Agregat Kasar Batu Pecah Parengan Tuban Dengan Metode Uji Marshall
Aspal porus merupakan teknologi perkerasan jalan dengan beberapa kelebihan seperti mengurangi aquaplaning dan meredam kebisingan. Aspal porus saat ini sedang terus dikembangkan ole...
Perilaku Beton Porous Dengan Penambahan Zat Aditif Superplastizer (Sika Viscocrete)
Perilaku Beton Porous Dengan Penambahan Zat Aditif Superplastizer (Sika Viscocrete)
ABSTRACT According to ACI 522R-10, Larvious Concrete, or Pervious Concrete is defined as concrete that has a slump value almost close to zero, which is formed from Portland cement,...
Aspal  porus  adalah  campuran  aspal  yang memiliki  nilai  porositas  yang  lebih  tinggi  dibandingkan dengan campuran aspal lainnya. Fungsi dari tingginya nilai porositas adala...
Kajian Pengaruh Gradasi LGA 50/30 dan LGA 5/20 pada Campuran Laston AC-WC terhadap Deformasi Permanen
Kajian Pengaruh Gradasi LGA 50/30 dan LGA 5/20 pada Campuran Laston AC-WC terhadap Deformasi Permanen
Asbuton sebagai sumber kekayaan alam di Indonesia yang jumlahnya sangat besar,dengan deposit diperkirakan lebih dari 650 juta ton sampai saat ini belum termanfaatkan secara optimal...
PENGGUNAAN REDISET LQ-1106 PADA CAMPURAN ASPAL HRS-WC
PENGGUNAAN REDISET LQ-1106 PADA CAMPURAN ASPAL HRS-WC
Hot Rolled Sheet-Wearing Course merupakan campuran beraspal panas dengan penggunaan agregat bergradasi senjang. Karakteristik terpenting dari campuran ini adalah durabilitas dan fl...
PENGARUH PENAMBAHAN KARET BAN BEKAS TERHADAP SIFAT MARSHALL CAMPURAN ASPAL AC-WC
PENGARUH PENAMBAHAN KARET BAN BEKAS TERHADAP SIFAT MARSHALL CAMPURAN ASPAL AC-WC
Kerusakan jalan yang terjadi pada Kota Ambon dimana jalan tersebut selalu terjadi retak-retak dan berlubang dikarenakan aspal yang terbuat dari residu minyak bumi yang semakin hari...

Back to Top