Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Efektifitas Pengunaan Batu Gamping Sebagai Campuran Agregat Halus Pada Base A

View through CrossRef
Pulau Enggano merupakan salah satu wilayah di Provinsi Bengkulu. Letaknya yang langsung berbatasan dengan Samudera Hindia menjadikan Pulau Enggano  sebagai salah satu dari Pulau kecil terluar di Indonesia. Pulau ini merupakan salah satu Kawasan geografis tanahnya yang mengandung kapur, dimana batu kapur atau yang sering dikenal sebagai batu gamping adalah salah satu bahan galian industri non-logam yang memiliki manfaat sebagai bahan baku semen, Agregat dan aspal. Mengingat pulau ini adalah pulau kecil, sanggatla susah untuk mencari batu gunung atau batu sungai  untuk kebutuhan agregat Base A, berhubung dengan batu gamping yang melimpah di pulau ini maka mendorong peneliti untuk melakukan penelitian tentang batu gamping sebagai bahan tambahan agregat halus pada Base A. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai CBR setelah mengunakan batu gamping (kapur) sebanyak 0%, 10%, 20%, dan 30%. Pengujian CBR dilakukan dengan metode uji California Bearing Ratio (CBR) menggunakan alat penetrasi CBR. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa agregat base A yang campurkan 0% batu gamping menghasilkan nilai CBR sebesar 94,84%, pencampuran 10% menghasilkan nilai CBR sebesar 95,34%. Penambahan 20% menghasilkan nilai CBR sebesar 95,96%, dan pencampuran 30% menghasilkan nilai CBR sebesar 96,62%. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa penambahan campuran batu gambing sebagai agregat halus pada base A dapat digunakan karena nilai CBRnya lebih besar dari 90% dan dengan komposisi yang telah ditentukan dalam penelitian ini
Title: Efektifitas Pengunaan Batu Gamping Sebagai Campuran Agregat Halus Pada Base A
Description:
Pulau Enggano merupakan salah satu wilayah di Provinsi Bengkulu.
Letaknya yang langsung berbatasan dengan Samudera Hindia menjadikan Pulau Enggano  sebagai salah satu dari Pulau kecil terluar di Indonesia.
Pulau ini merupakan salah satu Kawasan geografis tanahnya yang mengandung kapur, dimana batu kapur atau yang sering dikenal sebagai batu gamping adalah salah satu bahan galian industri non-logam yang memiliki manfaat sebagai bahan baku semen, Agregat dan aspal.
Mengingat pulau ini adalah pulau kecil, sanggatla susah untuk mencari batu gunung atau batu sungai  untuk kebutuhan agregat Base A, berhubung dengan batu gamping yang melimpah di pulau ini maka mendorong peneliti untuk melakukan penelitian tentang batu gamping sebagai bahan tambahan agregat halus pada Base A.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai CBR setelah mengunakan batu gamping (kapur) sebanyak 0%, 10%, 20%, dan 30%.
Pengujian CBR dilakukan dengan metode uji California Bearing Ratio (CBR) menggunakan alat penetrasi CBR.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa agregat base A yang campurkan 0% batu gamping menghasilkan nilai CBR sebesar 94,84%, pencampuran 10% menghasilkan nilai CBR sebesar 95,34%.
Penambahan 20% menghasilkan nilai CBR sebesar 95,96%, dan pencampuran 30% menghasilkan nilai CBR sebesar 96,62%.
Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa penambahan campuran batu gambing sebagai agregat halus pada base A dapat digunakan karena nilai CBRnya lebih besar dari 90% dan dengan komposisi yang telah ditentukan dalam penelitian ini.

Related Results

PENELITIAN PASIR DARI SUNGAI BRANTAS DESA PADANGAN KECAMATAN NGANTRU KABUPATEN TULUNGAGUNG
PENELITIAN PASIR DARI SUNGAI BRANTAS DESA PADANGAN KECAMATAN NGANTRU KABUPATEN TULUNGAGUNG
Abstrac        The objectives of the study are: (1) Determining the division of grains (gradations) of the aggregate, (2) Determining the amount of material in the aggregate that p...
Pemanfaatan Batu Gamping Enrekang Dalam Campuran Beton Kekuatan Tinggi
Pemanfaatan Batu Gamping Enrekang Dalam Campuran Beton Kekuatan Tinggi
Di Indonesia, agregat dari jenis batu gamping dalam campuran beton masih jarang/bahkan mungkin belum pernah digunakan dalam campuran beton kekuatan tinggi untuk konstruksi bangunan...
Pengaruh Kebersihan Agregat terhadap Kualitas dan Kekuatan Beton
Pengaruh Kebersihan Agregat terhadap Kualitas dan Kekuatan Beton
Penelitian ini mengevaluasi pengaruh kebersihan agregat terhadap kualitas dan kekuatan beton, dengan fokus khusus pada berbagai sifat mekanik dan fisik beton yang menggunakan agreg...
PERHITUNGAN KUALITAS AGREGAT MENURUT ABRASI DAN BERAT JENIS, PADA MATERIAL DESA AMBUNGAN
PERHITUNGAN KUALITAS AGREGAT MENURUT ABRASI DAN BERAT JENIS, PADA MATERIAL DESA AMBUNGAN
Pemanfaatan material lokal, walaupun mampu mengurangi biaya mobilisasi dan berkontribusi dalam peningkatan perekonomian masyarakat setempat, tetap harus lolos pengujian terhadap sp...
Pengaruh Penambahan Batu Cadas Terhadap Agregat Kasar Untuk Pengujian Kuat Tekan pada Beton
Pengaruh Penambahan Batu Cadas Terhadap Agregat Kasar Untuk Pengujian Kuat Tekan pada Beton
: Batu cadas (batu trass) adalah batuan yang telah mengalami perubahan komposisi kimia yang di sebabkan oleh pelapukan dan pengaruh kondisi air bawah tanah. Bahan galian ini berwar...
ANALISIS TIDAK TERCAPAINYA MUTU BETON K-250 DENGAN PENGGUNAAN AGREGAT DARI QUARRY SUNGAI ABUKAREI SERUI
ANALISIS TIDAK TERCAPAINYA MUTU BETON K-250 DENGAN PENGGUNAAN AGREGAT DARI QUARRY SUNGAI ABUKAREI SERUI
Dalam dunia konstruksi, beton merupakan salah satu komponen struktur yang paling sering digunakan sampai saat ini, baik untuk bangunan gedung, jembatan maupun dermaga. Beton merupa...
BETON STRUKTURAL MENGGUNAKAN AGREGAT PASIR - BATU ALAM
BETON STRUKTURAL MENGGUNAKAN AGREGAT PASIR - BATU ALAM
Kuat tekan beton, selain dipengaruhi oleh mutu perekat (semen), juga ditentukan oleh mutu agregat yang digunakan sebagai bahan pengisinya. Hal ini terlihat dari komposisi agregat d...
KOMPARASI ANTARA SIFAT ASPAL KARET DENGAN ASPAL MURNI PADA LAPIS PERKERASAN AC-WC MENGGUNAKAN AGREGAT KALIMANTAN SELATAN
KOMPARASI ANTARA SIFAT ASPAL KARET DENGAN ASPAL MURNI PADA LAPIS PERKERASAN AC-WC MENGGUNAKAN AGREGAT KALIMANTAN SELATAN
Untuk mendapatkan mutu lapisan yang lebih baik perlu dilakukannya modifikasi campuran aspal. Dalam modifikasi campuran aspal, polimer yang biasanya digunakan dan paling sesua...

Back to Top