Javascript must be enabled to continue!
ANALISIS RESPON HIDROLOGI TERHADAP PENERAPAN TEKNIK KONSERVASI TANAH DI SUB DAS LENGKONG MENGGUNAKAN MODEL SWAT
View through CrossRef
Salah satu penyebab banjir dan erosi adalah kondisi biofisik di bagian hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) yang sudah tidak dapat mendukung fungsi hidrologis DAS. Perlu dilakukan upaya-upaya penerapan teknik konservasi tanah yang tepat untuk memperbaiki fungsi hidrologis DAS tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis respon hidrologi berdasarkan kondisi biofisik DAS pada tingkat analisis skala meso, dan (2) menganalisis respon hidrologi berdasarkan penerapan skenario teknik konservasi tanah. Wilayah kajian untuk penelitian adalah di sub DAS Lengkong yang terletak di bagian hulu DAS Cisadane seluas 1,788 ha. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pemodelan hidrologi Soil and Water Assessment Tool (SWAT). Hasil analisis respon hidrologi terhadap penerapan skenario konservasi tanah menunjukkan Koefisien Regim Sungai sebesar 149.71 untuk skenario 1 (penanaman tanaman strip) dan 2 (penanaman pohon mengikuti kontur), sebesar 149.80 untuk skenario 3 (pembuatan teras), sebesar 150.25 untuk skenario 4 (gabungan skenario 1 dan 2), dan sebesar 149.31 untuk skenario 5 (gabungan skenario 1, 2 dan 3). Berdasarkan nisbah erosi potensial dengan erosi yang dapat ditoleransi, diperoleh indeks bahaya erosi untuk skenario 1 sebesar 2.63 (sedang), skenario 2 sebesar 2.57 (sedang), skenario 3 sebesar 0.60 (rendah), skenario 4 sebesar 2.45 (sedang), dan skenario 5 sebesar 0.44 (rendah). Penerapan teknik konservasi tanah yang mengkombinasikan penanaman pohon mengikuti kontur dan penanaman tanaman strip dengan pembuatan teras secara bersamaan, merupakan teknik konservasi tanah yang terbaik untuk memperbaiki respon hidrologi DAS, sehingga dapat direkomendasikan untuk diterapkan di sub DAS Lengkong pada khususnya, dan di DAS Cisadane bagian hulu pada umumnya.
Institut Pertanian Bogor
Title: ANALISIS RESPON HIDROLOGI TERHADAP PENERAPAN TEKNIK KONSERVASI TANAH DI SUB DAS LENGKONG MENGGUNAKAN MODEL SWAT
Description:
Salah satu penyebab banjir dan erosi adalah kondisi biofisik di bagian hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) yang sudah tidak dapat mendukung fungsi hidrologis DAS.
Perlu dilakukan upaya-upaya penerapan teknik konservasi tanah yang tepat untuk memperbaiki fungsi hidrologis DAS tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis respon hidrologi berdasarkan kondisi biofisik DAS pada tingkat analisis skala meso, dan (2) menganalisis respon hidrologi berdasarkan penerapan skenario teknik konservasi tanah.
Wilayah kajian untuk penelitian adalah di sub DAS Lengkong yang terletak di bagian hulu DAS Cisadane seluas 1,788 ha.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pemodelan hidrologi Soil and Water Assessment Tool (SWAT).
Hasil analisis respon hidrologi terhadap penerapan skenario konservasi tanah menunjukkan Koefisien Regim Sungai sebesar 149.
71 untuk skenario 1 (penanaman tanaman strip) dan 2 (penanaman pohon mengikuti kontur), sebesar 149.
80 untuk skenario 3 (pembuatan teras), sebesar 150.
25 untuk skenario 4 (gabungan skenario 1 dan 2), dan sebesar 149.
31 untuk skenario 5 (gabungan skenario 1, 2 dan 3).
Berdasarkan nisbah erosi potensial dengan erosi yang dapat ditoleransi, diperoleh indeks bahaya erosi untuk skenario 1 sebesar 2.
63 (sedang), skenario 2 sebesar 2.
57 (sedang), skenario 3 sebesar 0.
60 (rendah), skenario 4 sebesar 2.
45 (sedang), dan skenario 5 sebesar 0.
44 (rendah).
Penerapan teknik konservasi tanah yang mengkombinasikan penanaman pohon mengikuti kontur dan penanaman tanaman strip dengan pembuatan teras secara bersamaan, merupakan teknik konservasi tanah yang terbaik untuk memperbaiki respon hidrologi DAS, sehingga dapat direkomendasikan untuk diterapkan di sub DAS Lengkong pada khususnya, dan di DAS Cisadane bagian hulu pada umumnya.
Related Results
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
DAMPAK PENCEMARAN TANAH DAN LANGKAH PENCEGAHAN
Tanah merupakan bagian penting dalam menunjang kehidupan makhluk hidup di muka bumi. Seperti kita ketahui rantai makanan bermula dari tumbuhan. Manusia, hewan hidup dari tumbuhan. ...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Eksplorasi Etnomatematika pada Rancang Bangun Rumah Adat Lengkong
Eksplorasi Etnomatematika pada Rancang Bangun Rumah Adat Lengkong
Abstrak
Tujuan dari penelitian ini yaitu: 1) Mengetahui makna filosofis yang terdapat pada rancang bangun rumah adat Lengkong; 2) Mendeskripsikan rancang bangun rumah adat Le...
BEBERAPA SKENARIO PENGGUNAAN LAHAN UNTUK PERBAIKAN KONDISI HIDROLOGI DI DAERAH ALIRAN SUNGAI CIDURIAN (Land use scenarios for hydrological conditions improvement in Cidurian Watershed)
BEBERAPA SKENARIO PENGGUNAAN LAHAN UNTUK PERBAIKAN KONDISI HIDROLOGI DI DAERAH ALIRAN SUNGAI CIDURIAN (Land use scenarios for hydrological conditions improvement in Cidurian Watershed)
Daerah Aliran Sungai (DAS) Cidurian merupakan salah satu DAS di Pulau Jawa dengan kategori sebagai DAS yang dipulihkan. Kinerja DAS Cidurian secara umum dari hulu sampai dengan hil...
Model Spasial Penentuan Lokasi untuk Objek Bank Tanah di Kabupaten Sleman
Model Spasial Penentuan Lokasi untuk Objek Bank Tanah di Kabupaten Sleman
Abstract: The conception of a land bank is intended as an activity undertaken by the Government to provide land, which will be allocated for future use for various development pur...
Nur Puspita Sari
Nur Puspita Sari
Limbah masker yang sulit didaur ulang secara alami menjadikan masalah bagi lingkungan. Masker memiliki sifat terluar menolak air, bagian tengah bersifat menahan virus, dan paling d...
Model Hidrologi Untuk Prediksi Elevasi Muka Air Tanah Pada Gambut Tropis Sebagai Upaya Mitigasi Kebakaran di Kabupaten Bengkalis
Model Hidrologi Untuk Prediksi Elevasi Muka Air Tanah Pada Gambut Tropis Sebagai Upaya Mitigasi Kebakaran di Kabupaten Bengkalis
Salah satu komponen terpenting untuk mencegah terjadi kebakaran dilahangambut adalah elevasi muka air tanah gambut. Model hidrologi untukmemprediksi muka air tanah gambut tropis da...
PERBEDAAN TEKNIK DAN DOSIS APLIKASI PUPUK CAMPURAN ORGANIK DAN ANORGANIK TERHADAP RESPIRASI TANAH PADA PERTANAMAN NANAS DI TANAH ULTISOL LAMPUNG TENGAH
PERBEDAAN TEKNIK DAN DOSIS APLIKASI PUPUK CAMPURAN ORGANIK DAN ANORGANIK TERHADAP RESPIRASI TANAH PADA PERTANAMAN NANAS DI TANAH ULTISOL LAMPUNG TENGAH
Respirasi tanah merupakan salah satu indikator dari kesuburan tanah yang dipengaruhi oleh penggunaan pupuk dalam tanah. Pada penelitian ini pupuk yang digunakan adalah pupuk produk...

