Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

KARAKTERISASI Peronosclerospora sp. ISOLAT BANDAR JAYA, ISOLAT SRIKATON, DAN ISOLAT SUKARAJA NUBAN

View through CrossRef
Penyakit bulai di provinsi Lampung semula diidentifikasi disebabkan oleh satu spesies.  Beberapa tahun terakhir ini laporan menyebutkan bahwa penyakit bulai pada tanaman jagung disebabkan oleh beberapa spesies Peronosclerospora.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik Peronosclerospora sp., meliputi kerapatan konidia, viabilitas konidia, panjang bulu kecambah, dan diameter oospora.  Penelitian juga bertujuan mengetahui spesies dari ketiga isolat dan menghitung keterjadian penyakit bulai dari beberapa isolat.  Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2017 sampai Februari 2018 di lahan pertanian Hajimena Kecamatan Natar, Lampung Selatan dan di laboratorium Ilmu Penyakit Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung.  Penelitian ini menggunakan metode survei lapangan dan pengamatan di laboratorium.  Survei lapangan dilaksanakan pada pertanaman jagung yang berpenyakit bulai di tiga lokasi yaitu Bandar Jaya, Srikaton dan Sukaraja Nuban.  Penelitian ini dilakukan dengan cara mengamati tanaman jagung yang menunjukkan gejala penyakit bulai, kemudian diamati kerapatan konidia, viabilitas konidia, panjang bulu kecambah, diameter oospora, mengidentifikasi spesies ke tiga isolat dan menghitung keterjadian penyakit bulai.  Hasil penelitian menujukkan bahwa spesies Peronosclerospora sp.  pada ke tiga isolat yaitu P. sorghi.  P. sorghi isolat Bandar Jaya memiliki kerapatan konidia 5,05 x 105, viabilitas konidia 29,51%, panjang bulu kecambah 0,039 mm, diameter oospora 0,021 mm, serta menyebabkan keterjadian penyakit sebesar 31,67%.  P. sorghi isolat Srikaton memiliki kerapatan konidia 3,93 x 105 , viabilitas konidia 24,99%, panjang bulu kecambah 0,046 mm, diameter oospora 0,022 mm, serta menyebabkan keterjadian penyakit sebesar 35,46%.  P. sorghi isolat Sukaraja Nuban memiliki kerapatan konidia 4,60 x 105 , viabilitas konidia 14,15%, panjang bulu kecambah 0,039 mm, diameter oospora 0,021 mm, serta menyebabkan keterjadian penyakit sebesar 33,82%.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Lampung
Title: KARAKTERISASI Peronosclerospora sp. ISOLAT BANDAR JAYA, ISOLAT SRIKATON, DAN ISOLAT SUKARAJA NUBAN
Description:
Penyakit bulai di provinsi Lampung semula diidentifikasi disebabkan oleh satu spesies.
  Beberapa tahun terakhir ini laporan menyebutkan bahwa penyakit bulai pada tanaman jagung disebabkan oleh beberapa spesies Peronosclerospora.
  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik Peronosclerospora sp.
, meliputi kerapatan konidia, viabilitas konidia, panjang bulu kecambah, dan diameter oospora.
  Penelitian juga bertujuan mengetahui spesies dari ketiga isolat dan menghitung keterjadian penyakit bulai dari beberapa isolat.
  Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2017 sampai Februari 2018 di lahan pertanian Hajimena Kecamatan Natar, Lampung Selatan dan di laboratorium Ilmu Penyakit Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung.
  Penelitian ini menggunakan metode survei lapangan dan pengamatan di laboratorium.
  Survei lapangan dilaksanakan pada pertanaman jagung yang berpenyakit bulai di tiga lokasi yaitu Bandar Jaya, Srikaton dan Sukaraja Nuban.
  Penelitian ini dilakukan dengan cara mengamati tanaman jagung yang menunjukkan gejala penyakit bulai, kemudian diamati kerapatan konidia, viabilitas konidia, panjang bulu kecambah, diameter oospora, mengidentifikasi spesies ke tiga isolat dan menghitung keterjadian penyakit bulai.
  Hasil penelitian menujukkan bahwa spesies Peronosclerospora sp.
  pada ke tiga isolat yaitu P.
sorghi.
  P.
sorghi isolat Bandar Jaya memiliki kerapatan konidia 5,05 x 105, viabilitas konidia 29,51%, panjang bulu kecambah 0,039 mm, diameter oospora 0,021 mm, serta menyebabkan keterjadian penyakit sebesar 31,67%.
  P.
sorghi isolat Srikaton memiliki kerapatan konidia 3,93 x 105 , viabilitas konidia 24,99%, panjang bulu kecambah 0,046 mm, diameter oospora 0,022 mm, serta menyebabkan keterjadian penyakit sebesar 35,46%.
  P.
sorghi isolat Sukaraja Nuban memiliki kerapatan konidia 4,60 x 105 , viabilitas konidia 14,15%, panjang bulu kecambah 0,039 mm, diameter oospora 0,021 mm, serta menyebabkan keterjadian penyakit sebesar 33,82%.

Related Results

Penjual Obat Cytotec Di Bandar Lampung ( Wa 085268881116 ) Apotik Jual Obat Cytotec Aborsi Di Bandar Lampung
Penjual Obat Cytotec Di Bandar Lampung ( Wa 085268881116 ) Apotik Jual Obat Cytotec Aborsi Di Bandar Lampung
Jual Obat Aborsi Di Bandar Lampung, Jual Cytotec Bandar Lampung, Penjual Obat Cytotec Bandar Lampung, Jual Obat Aborsi Bandar Lampung, Obat Penggugur Kandungan Di Bandar Lampung, O...
Karakterisasi Fisiologis Rizobakteri Secara In Vitro Terhadap Penyakit Busuk Buah Kakao (Phytophthora palmivora L.)
Karakterisasi Fisiologis Rizobakteri Secara In Vitro Terhadap Penyakit Busuk Buah Kakao (Phytophthora palmivora L.)
Abstrak. Salah satu perkebunan di Indonesia menghasilkan kakao (Theobroma cacao L.), yang memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian dan cadangan devisa Indonesia. Masi...
Kebersihan makanan dan hand hygiene sebagai faktor resiko demam tifoid di Bandar Jaya, Lampung
Kebersihan makanan dan hand hygiene sebagai faktor resiko demam tifoid di Bandar Jaya, Lampung
Kebersihan makanan dan hand hygiene sebagai faktor resiko demam tifoid di Bandar Jaya, LampungBackground: Typhoid fever is still a public health problem with as many as 22 million ...
Isolasi, Identifikasi, dan Karakterisasi Cendawan Blas Pyricularia oryzae Hasil Rejuvenasi
Isolasi, Identifikasi, dan Karakterisasi Cendawan Blas Pyricularia oryzae Hasil Rejuvenasi
<p>Isolation, Identificaton, and Charaterization of Blast Fungus Pyricularia oryzae Derived from Rejuvenation. Puji Lestari, Wawan, Tri P. Priyatno, Wening Enggarini, Reflinu...
Screening of Liliaceae Rhizosphere Actinomycetes as Biological Control Agents of Fusarium oxysporum f. sp. cepae
Screening of Liliaceae Rhizosphere Actinomycetes as Biological Control Agents of Fusarium oxysporum f. sp. cepae
Penyakit moler yang disebabkan oleh Fusarium oxysporum f. sp. cepae merupakan salah satu penyakit penting pada tanaman bawang merah. Aktinomiset memiliki potensi sebagai agens peng...
Potential of Endophytic Bacterial Isolates from Meniran Plants (Phyllanthus niruri L. ) as Antibacterials that Cause Diarrhea
Potential of Endophytic Bacterial Isolates from Meniran Plants (Phyllanthus niruri L. ) as Antibacterials that Cause Diarrhea
Abstrak : Tanaman meniran (Phylanthus niruri L.) dimanfaatkan dibeberapa daerah sebagai obat diare. Pada masyarakat didaerah Kelurahan Lubuk Tanjung Kecamatan Lubuklinggau Barat, s...

Back to Top