Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Kritik Antroposentrisme Baru dalam SDGs: Tawaran Islam Kosmik bagi Pembangunan Berkelanjutan

View through CrossRef
Agenda Sustainable Development Goals (SDGs) dirancang untuk menjawab krisis ekologis global, namun konsep keberlanjutannya menyisakan problem paradigmatik. SDGs tidak sepenuhnya bersifat antroposentris klasik yang menafikan alam, melainkan antroposentrisme bentuk baru (new anthropocentrism), di mana manusia tetap ditempatkan sebagai pusat pembangunan dengan tuntutan etis menjaga ekosistem. Meski demikian, paradigma ini tetap reduktif karena alam hanya dipandang sebagai sarana menopang kehidupan manusia, bukan entitas bernilai intrinsik. Penelitian ini bertujuan mengkritisi kelemahan konseptual SDGs, terutama reduksi cost–benefit analysis menjadi kalkulasi ekonomi semata (cash-value) yang mengabaikan nilai-nilai non-ekonomis seperti keanekaragaman hayati, polusi udara, dan degradasi ekosistem. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan analisis terhadap dokumen resmi SDGs, filsafat lingkungan, dan ekoteologi Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa orientasi SDGs terbatas pada antroposentrisme baru dan sedikit ekosentrisme, tetapi kosong dari dimensi teosentris. Kekosongan ini dapat diisi oleh gagasan Islam Kosmik Muhammad al-Fayyadl yang memandang ibadah tidak sekadar ritual, tetapi juga tanggung jawab kosmik menjaga harmoni Tuhan–Manusia–Alam. Kesimpulannya, Islam Kosmik menawarkan paradigma ekosufistik yang mampu memperkaya diskursus pembangunan global agar lebih integral dan berkelanjutan. Kata kunci: SDGs, antroposentrisme, Islam Kosmik
Ma'had Aly Salafiyah Syafi'iyah
Title: Kritik Antroposentrisme Baru dalam SDGs: Tawaran Islam Kosmik bagi Pembangunan Berkelanjutan
Description:
Agenda Sustainable Development Goals (SDGs) dirancang untuk menjawab krisis ekologis global, namun konsep keberlanjutannya menyisakan problem paradigmatik.
SDGs tidak sepenuhnya bersifat antroposentris klasik yang menafikan alam, melainkan antroposentrisme bentuk baru (new anthropocentrism), di mana manusia tetap ditempatkan sebagai pusat pembangunan dengan tuntutan etis menjaga ekosistem.
Meski demikian, paradigma ini tetap reduktif karena alam hanya dipandang sebagai sarana menopang kehidupan manusia, bukan entitas bernilai intrinsik.
Penelitian ini bertujuan mengkritisi kelemahan konseptual SDGs, terutama reduksi cost–benefit analysis menjadi kalkulasi ekonomi semata (cash-value) yang mengabaikan nilai-nilai non-ekonomis seperti keanekaragaman hayati, polusi udara, dan degradasi ekosistem.
Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan analisis terhadap dokumen resmi SDGs, filsafat lingkungan, dan ekoteologi Islam.
Hasil kajian menunjukkan bahwa orientasi SDGs terbatas pada antroposentrisme baru dan sedikit ekosentrisme, tetapi kosong dari dimensi teosentris.
Kekosongan ini dapat diisi oleh gagasan Islam Kosmik Muhammad al-Fayyadl yang memandang ibadah tidak sekadar ritual, tetapi juga tanggung jawab kosmik menjaga harmoni Tuhan–Manusia–Alam.
Kesimpulannya, Islam Kosmik menawarkan paradigma ekosufistik yang mampu memperkaya diskursus pembangunan global agar lebih integral dan berkelanjutan.
Kata kunci: SDGs, antroposentrisme, Islam Kosmik.

Related Results

PEMBANGUNAN HUKUM YANG BERKELANJUTAN: USAHA MENCAPAI PEMBANGUNAN NASIONAL YANG BERKELANJUTAN
PEMBANGUNAN HUKUM YANG BERKELANJUTAN: USAHA MENCAPAI PEMBANGUNAN NASIONAL YANG BERKELANJUTAN
Pembangunan merupakan usaha sadar dari masyarakat untuk mencapai kesejahteraannya adalah hal yang wajar dilakukan oleh masyarakat untuk mencapai kesejahteraannya sendiri. Sayangnya...
KRITIK SENI DAN FUNGSI MELAKUKAN KRITIK SENI
KRITIK SENI DAN FUNGSI MELAKUKAN KRITIK SENI
Art criticism is a process of evaluating and inputting a work of art. The purpose of doing art criticism is to provide improvements to a work of art to make it even better. The met...
Perencanaan Pembangunan Berkelanjutan Bagi Aparatur Desa
Perencanaan Pembangunan Berkelanjutan Bagi Aparatur Desa
Latar Belakang : Keterbatasan Pemahaman Konsep Pembangunan Berkelanjutan,  Banyak aparatur desa belum memiliki pemahaman yang memadai tentang konsep dan prinsip pembangunan berkel...
Meninjau Kristologi Kosmik melalui Gagasan Kristo-Kuantum John Polkinghorne dan Interkarnasi Catherine Keller
Meninjau Kristologi Kosmik melalui Gagasan Kristo-Kuantum John Polkinghorne dan Interkarnasi Catherine Keller
AbstractThis article discusses the discourse of cosmic Christology, especially by utilizing conceptual insights in the world of quantum physics. Departing from the view that the co...
KRITIK SOSIAL DALAM LIRIK LAGU SUPERMAN IS DEAD
KRITIK SOSIAL DALAM LIRIK LAGU SUPERMAN IS DEAD
AbstrakSuperman Is Dead adalah band yang berdiri sejak tahun 1995 hingga saat ini masih eksis dankonsisten mengusung tema karya-karya kritik sosial. Kritik sosial tidak lepas dari ...
Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Pembangunan Di Kedah
Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Pembangunan Di Kedah
Pembangunan berkelanjutan bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah atau perusahaan, namun juga tanggung jawab masyarakat secara keseluruhan. Partisipasi masyarakat dalam pembang...
Arus Utama Ekonomi Pembangunan dan Tujuan Pembangunan Berlanjutan: Tinjauan Systematic Literature Review
Arus Utama Ekonomi Pembangunan dan Tujuan Pembangunan Berlanjutan: Tinjauan Systematic Literature Review
Studi ini menyajikan analisis systematic literature review yang komprehensif tentang pembangunan ekonomi berkelanjutan dan mengaitkannya dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SD...

Back to Top