Javascript must be enabled to continue!
Pengaruh Penambahan Campuran Ubi Jalar Ungu dan Tepung Sagu Terhadap Pembuatan Beras Analog Ubi Kayu
View through CrossRef
Abstract: This study aims to study the effect of adding a mixture of sago flour and purple sweet potato flour at various levels of physical, chemical, and organoleptic characteristics of the resulting rice analog. This study used a completely randomized design (CRD) consisting of 5 treatments and 3 replications. Data were analyzed statistically using ANOVA followed by the Duncan New Multiple Range Test (DNMRT) at 5%. The results showed that the addition of purple sweet potato flour and sago flour had a significant effect on the analysis of fat content, protein content, antioxidant activity, and amylose content while not having a significant effect on moisture content, ash content, and water absorption index. The best product based on the analog rice organoleptic test was the analog rice product in treatment A (addition of 45% sweet potato flour and 5% sago flour) with an average value of color 4.2, aroma 3.9, texture 3.7, and taste 3. 7. The results of the analysis of treatment A (addition of 45% purple sweet potato flour and 5% sago flour) were 6.51% moisture content, 1.17% ash content, 1.11% fat content, 3.55% protein content, 2 dietary fiber, 38%, antioxidant activity 23,43%, amylose content 30,92%, gelatinization temperature of 70,4 ° C.
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari tentang pengaruh penambahan campuran tepung sagu dan tepung ubi jalar ungu di berbagai tingkat karakteristik fisik, kimia, organoleptik beras analog yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 3 ulangan. Data dianalisisa secara statistik menggunakan ANOVA dilanjutkan dengan uji Duncan New Multiple Range Test (DNMRT) pada 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung ubi jalar ungu dan tepung sagu berpengaruh nyata terhadap analisis kadar lemak, kadar protein, aktivitas antioksidan, dan kadar amilosa sementara tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar abu dan indeks penyerapan air. Produk terbaik berdasarkan uji organoleptik beras analog adalah produk beras analog pada perlakuan A (penambahan 45% tepung ubi jalar dan tepung sagu 5%) dengan nilai rata-rata warna 4,2, aroma 3,9, tekstur 3,7 dan rasa 3,7. Hasil analisis perlakuan A (penambahan 45% tepung ubi jalar ungu dan 5% tepung sagu) yaitu kadar air 6,51%, kadar abu 1,17%, kadar lemak 1,11%, kadar protein 3,55%, serat makanan 2, 38%, aktivitas antioksidan 23,43% , kadar amilosa 30,92%, , suhu gelatinisasi dari 70,4 ° C.
Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (Dinasti)
Title: Pengaruh Penambahan Campuran Ubi Jalar Ungu dan Tepung Sagu Terhadap Pembuatan Beras Analog Ubi Kayu
Description:
Abstract: This study aims to study the effect of adding a mixture of sago flour and purple sweet potato flour at various levels of physical, chemical, and organoleptic characteristics of the resulting rice analog.
This study used a completely randomized design (CRD) consisting of 5 treatments and 3 replications.
Data were analyzed statistically using ANOVA followed by the Duncan New Multiple Range Test (DNMRT) at 5%.
The results showed that the addition of purple sweet potato flour and sago flour had a significant effect on the analysis of fat content, protein content, antioxidant activity, and amylose content while not having a significant effect on moisture content, ash content, and water absorption index.
The best product based on the analog rice organoleptic test was the analog rice product in treatment A (addition of 45% sweet potato flour and 5% sago flour) with an average value of color 4.
2, aroma 3.
9, texture 3.
7, and taste 3.
7.
The results of the analysis of treatment A (addition of 45% purple sweet potato flour and 5% sago flour) were 6.
51% moisture content, 1.
17% ash content, 1.
11% fat content, 3.
55% protein content, 2 dietary fiber, 38%, antioxidant activity 23,43%, amylose content 30,92%, gelatinization temperature of 70,4 ° C.
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari tentang pengaruh penambahan campuran tepung sagu dan tepung ubi jalar ungu di berbagai tingkat karakteristik fisik, kimia, organoleptik beras analog yang dihasilkan.
Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 3 ulangan.
Data dianalisisa secara statistik menggunakan ANOVA dilanjutkan dengan uji Duncan New Multiple Range Test (DNMRT) pada 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung ubi jalar ungu dan tepung sagu berpengaruh nyata terhadap analisis kadar lemak, kadar protein, aktivitas antioksidan, dan kadar amilosa sementara tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar abu dan indeks penyerapan air.
Produk terbaik berdasarkan uji organoleptik beras analog adalah produk beras analog pada perlakuan A (penambahan 45% tepung ubi jalar dan tepung sagu 5%) dengan nilai rata-rata warna 4,2, aroma 3,9, tekstur 3,7 dan rasa 3,7.
Hasil analisis perlakuan A (penambahan 45% tepung ubi jalar ungu dan 5% tepung sagu) yaitu kadar air 6,51%, kadar abu 1,17%, kadar lemak 1,11%, kadar protein 3,55%, serat makanan 2, 38%, aktivitas antioksidan 23,43% , kadar amilosa 30,92%, , suhu gelatinisasi dari 70,4 ° C.
Related Results
Pengaruh Penambahan Tepung Ubi Jalar Ungu dan Karagenan terhadap Kualitas Mi Basah Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas cv. Ayamurasaki)
Pengaruh Penambahan Tepung Ubi Jalar Ungu dan Karagenan terhadap Kualitas Mi Basah Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas cv. Ayamurasaki)
Abstrak. Mi merupakan salah satu makanan olahan tepung terigu yang terkenal di Indonesia dan Asia. Mi basah merupakan salah satu jenis mi paling banyak digunakan di masyarakat. Pad...
PENGARUH SUBSTITUSI UBI JALAR UNGUTERHADAP SIFAT KIMIA DAN ORGANOLEPTIK COOKIES UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas var Ayamurasaki)
PENGARUH SUBSTITUSI UBI JALAR UNGUTERHADAP SIFAT KIMIA DAN ORGANOLEPTIK COOKIES UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas var Ayamurasaki)
Ubi jalar ungu atau Ipomea batatas var Ayamurasaki merupakan salah satu tanaman yang berasal dari Amerika Selatan yang sukses dikembangkan di Indonesia sebagai tanaman pangan. Umbi...
PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN KELUARGA MELALUI INOVASI SNACKBAR UBI JALAR UNGU
PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN KELUARGA MELALUI INOVASI SNACKBAR UBI JALAR UNGU
Perwujudan ketahanan pangan nasional salah satunya dengan pemanfaatan sumberdaya pangan lokal. Ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) adalah salah satu jenis umbi yang banyak ditemui ...
Pengaruh Penggunaan Tepung Ubi Jalar Putih, Ubi Jalar Merah dan Ubi Jalar Putih pada Pembuatan Tangzhong terhadap Kualitas Japanese Milk Bread
Pengaruh Penggunaan Tepung Ubi Jalar Putih, Ubi Jalar Merah dan Ubi Jalar Putih pada Pembuatan Tangzhong terhadap Kualitas Japanese Milk Bread
Konsumsi ubi jalar cenderung makin turun dari tahun ke tahunnya, dikarenakan ada anggapan bahwa masyarakat yang pangan pokoknya non beras mempunyai status ekonomi dan sosial yang l...
PREFERENSI OLAHAN UBI JALAR UNGU DAN UBIKAYU DI KABUPATEN MADIUN PROVINSI JAWA TIMUR
PREFERENSI OLAHAN UBI JALAR UNGU DAN UBIKAYU DI KABUPATEN MADIUN PROVINSI JAWA TIMUR
<p>ABSTRACT</p><p>Preference of Processed Purple Sweet Potato and Cassava in Madiun District. Through<br />Sustainable Reserved Food Garden Model (SRFGM), w...
ANALISIS KELAYAKAN DAN PERSPEKTIF PENGEMBANGAN PENGOLAHAN SAGU DI SULAWESI TENGGARA
ANALISIS KELAYAKAN DAN PERSPEKTIF PENGEMBANGAN PENGOLAHAN SAGU DI SULAWESI TENGGARA
<p><strong><em>Feasibility and Perspective Analysis of Sagu Processing Development in South Sulawesi</em></strong><em>.</em><em> <...
Pembuatan Pati Rendah Kalori dari Ubi Jalar Ungu
Pembuatan Pati Rendah Kalori dari Ubi Jalar Ungu
Ubi jalar atau ketela rambat merupakan salah satu tanaman umbi-umbian yang banyak tumbuh di Indonesia. Ubi jalar ungu memilki kandungan serat, karbohidrat kompleks vitamin...
PKM Ubi Jalar (Ipomme Batatas) Dalam Upaya Pertumbuhan Tulang dan Gigi pada Anak-Anak di Indragiri Hilir
PKM Ubi Jalar (Ipomme Batatas) Dalam Upaya Pertumbuhan Tulang dan Gigi pada Anak-Anak di Indragiri Hilir
Produksi ubi jalar di Provinsi Riau mengalami peningkatan dari tahun ke tahun disertai dengan jumlah penanaman yang juga meningkat. Tahun 2016 dengan produktivitas 4.904 ton, sedan...

