Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PREFERENSI OLAHAN UBI JALAR UNGU DAN UBIKAYU DI KABUPATEN MADIUN PROVINSI JAWA TIMUR

View through CrossRef
<p>ABSTRACT</p><p>Preference of Processed Purple Sweet Potato and Cassava in Madiun District. Through<br />Sustainable Reserved Food Garden Model (SRFGM), women farmers group "Karya Mulya" was introduced to the technology of purple sweet potato and cassava processing, which have not been utilized optimally. This assessment aimed to determine the farmers’ acceptance of the introduced technologies, to know the most preferred product along<br />with chemical and sensory quality and to know the ranking of product preferences with the influencing factors. This assessment was carried out in the Wonorejo village and Assessment Institute of Agricultural Technology (AIAT) East Java, using a randomized block design with 28 replicates. The treatments tested were purple sweet potato flour, purple<br />sweet potato ice cream, purple sweet potato jams, purple sweet potato french fries, modified cassava flour, noodles, stick and brownies from modified cassava flour. Parameters observed were women farmer acceptance and preference of the processed technologies that have been introduced, the ranking of product preferences with the factors that influence and the nutrient composition. The assessment resulted that the farmers’ responses especially on the "easiness of processing" was 3.67-4.90; "easiness of obtaining raw materials" was from 3.38 to 4.95 (easy to very easy). The consumer preference value of the purple sweet potato products was on the range of 3.81 to 4.57 (like to very like). The rank of most preferred products were ice cream, french fries, jam and flour respectively. Ice cream had the highest preference containing of 64.93%; ash 2.15%; fat 2.20%; protein 2.94%; carbohydrate 27.78%; calories 142.70 cal/100 g and anthocyanins 0.23 mg/g. The panelist preference value of cassava products was between 4.05 and 4.524 (like to very like). For cassava product, the rank of the most favored products were brownies, noodles, stick and mocaf.<br />Brownies encompassed the highest value with the water content of 30.11%; ash 1.78%; protein 5.88%; fat 19.20%;<br />carbohydrates 43.02% and calories 368.43 cal/100 g. Factors that affecting adoption of technology are the simplicity of raw material (50%), easiness of process (44.44%), efficiency of labor (5.556%) and the simplicity of tool.</p><p>Keywords: purple sweet potatoes, cassava, organoleptic test</p><p>ABSTRAK</p><p>Melalui Kegiatan Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL), kelompok wanita tani (KWT) “Karya Mulya” diperkenalkan teknologi olahan ubikayu dan ubi jalar ungu, yang selama ini pemanfaatannya belum optimal.<br />Pengkajian bertujuan mengetahui penerimaan wanita tani terhadap teknologi yang diintroduksikan, mengetahui produk yang paling disukai beserta mutu kimia dan ensorisnya, serta mengetahui peringkat kesukaan produk dan faktor yang mempengaruhinya. Kegiatan dilaksanakan di Desa Wonorejo Kabupaten Madiun dan BPTP Jawa Timur, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), 28 kali ulangan. Perlakuan yang diujikan yaitu tepung ubi jalar ungu, es krim ubi jalar ungu, selai ubi jalar ungu, french fries ubijalar ungu, tepung ubikayu termodifikasi, mie, stick dan brownies dari tepung ubikayu termodifikasi. Parameter yang diamati yaitu penerimaan dan preferensi wanita tani terhadap teknologi yang diintroduksikan, peringkat kesukaan produk dan faktor yang mempengaruhinya, serta<br />komposisi nutrisi produk terpilih. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa penilaian petani mengenai teknologi yang diintroduksikan terutama “kemudahan cara pengolahan”, “kemudahan memperoleh bahan baku” berturut-turut sebesar 3,67-4,90; dan 3,38-4,95 (mudah sampai sangat mudah). Tingkat kesukaan konsumen pada olahan ubi jalar ungu<br />sebesar 3,81-4,57 (suka sampai sangat suka). Urutan olahan ubi jalar ungu dari yang paling disukai yaitu es krim, french fries, selai, dan tepung ubi jalar ungu. Es krim menempati nilai kesukaan tertinggi, dengan nilai kadar air 64,93%; abu 2,15%; lemak 2,20%; protein 2,94%; karbohidrat 27,78%; kalori 142,70 kal/100 gr; dan antosianin 0,23<br />mg/g. Tingkat kesukaan panelis terhadap olahan ubikayu sebesar 4,05 sampai 4,524 (suka sampai sangat suka).<br />Peringkat kesukaan olahan ubikayu dari yang paling disukai yaitu brownies, mie, stick dan tepung ubikayu termodifikasi. Brownies menempati nilai kesukaan tertinggi dengan nilai kadar air 30,11%; abu 1,78%; protein 5,88%; lemak 19,20%; karbohidrat 43,02% dan kalori 368,43 kal/100 gr. Faktor yang mempengaruhi adopsi teknologi yaitu kesederhanaan bahan (50%), kemudahan proses (44,44%), efisiensi tenaga kerja (5,556%) dan kesederhanaan alat.</p><p>Kata kunci: ubijalar ungu, ubikayu, uji organoleptik</p>
Title: PREFERENSI OLAHAN UBI JALAR UNGU DAN UBIKAYU DI KABUPATEN MADIUN PROVINSI JAWA TIMUR
Description:
<p>ABSTRACT</p><p>Preference of Processed Purple Sweet Potato and Cassava in Madiun District.
Through<br />Sustainable Reserved Food Garden Model (SRFGM), women farmers group "Karya Mulya" was introduced to the technology of purple sweet potato and cassava processing, which have not been utilized optimally.
This assessment aimed to determine the farmers’ acceptance of the introduced technologies, to know the most preferred product along<br />with chemical and sensory quality and to know the ranking of product preferences with the influencing factors.
This assessment was carried out in the Wonorejo village and Assessment Institute of Agricultural Technology (AIAT) East Java, using a randomized block design with 28 replicates.
The treatments tested were purple sweet potato flour, purple<br />sweet potato ice cream, purple sweet potato jams, purple sweet potato french fries, modified cassava flour, noodles, stick and brownies from modified cassava flour.
Parameters observed were women farmer acceptance and preference of the processed technologies that have been introduced, the ranking of product preferences with the factors that influence and the nutrient composition.
The assessment resulted that the farmers’ responses especially on the "easiness of processing" was 3.
67-4.
90; "easiness of obtaining raw materials" was from 3.
38 to 4.
95 (easy to very easy).
The consumer preference value of the purple sweet potato products was on the range of 3.
81 to 4.
57 (like to very like).
The rank of most preferred products were ice cream, french fries, jam and flour respectively.
Ice cream had the highest preference containing of 64.
93%; ash 2.
15%; fat 2.
20%; protein 2.
94%; carbohydrate 27.
78%; calories 142.
70 cal/100 g and anthocyanins 0.
23 mg/g.
The panelist preference value of cassava products was between 4.
05 and 4.
524 (like to very like).
For cassava product, the rank of the most favored products were brownies, noodles, stick and mocaf.
<br />Brownies encompassed the highest value with the water content of 30.
11%; ash 1.
78%; protein 5.
88%; fat 19.
20%;<br />carbohydrates 43.
02% and calories 368.
43 cal/100 g.
Factors that affecting adoption of technology are the simplicity of raw material (50%), easiness of process (44.
44%), efficiency of labor (5.
556%) and the simplicity of tool.
</p><p>Keywords: purple sweet potatoes, cassava, organoleptic test</p><p>ABSTRAK</p><p>Melalui Kegiatan Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL), kelompok wanita tani (KWT) “Karya Mulya” diperkenalkan teknologi olahan ubikayu dan ubi jalar ungu, yang selama ini pemanfaatannya belum optimal.
<br />Pengkajian bertujuan mengetahui penerimaan wanita tani terhadap teknologi yang diintroduksikan, mengetahui produk yang paling disukai beserta mutu kimia dan ensorisnya, serta mengetahui peringkat kesukaan produk dan faktor yang mempengaruhinya.
Kegiatan dilaksanakan di Desa Wonorejo Kabupaten Madiun dan BPTP Jawa Timur, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), 28 kali ulangan.
Perlakuan yang diujikan yaitu tepung ubi jalar ungu, es krim ubi jalar ungu, selai ubi jalar ungu, french fries ubijalar ungu, tepung ubikayu termodifikasi, mie, stick dan brownies dari tepung ubikayu termodifikasi.
Parameter yang diamati yaitu penerimaan dan preferensi wanita tani terhadap teknologi yang diintroduksikan, peringkat kesukaan produk dan faktor yang mempengaruhinya, serta<br />komposisi nutrisi produk terpilih.
Hasil pengkajian menunjukkan bahwa penilaian petani mengenai teknologi yang diintroduksikan terutama “kemudahan cara pengolahan”, “kemudahan memperoleh bahan baku” berturut-turut sebesar 3,67-4,90; dan 3,38-4,95 (mudah sampai sangat mudah).
Tingkat kesukaan konsumen pada olahan ubi jalar ungu<br />sebesar 3,81-4,57 (suka sampai sangat suka).
Urutan olahan ubi jalar ungu dari yang paling disukai yaitu es krim, french fries, selai, dan tepung ubi jalar ungu.
Es krim menempati nilai kesukaan tertinggi, dengan nilai kadar air 64,93%; abu 2,15%; lemak 2,20%; protein 2,94%; karbohidrat 27,78%; kalori 142,70 kal/100 gr; dan antosianin 0,23<br />mg/g.
Tingkat kesukaan panelis terhadap olahan ubikayu sebesar 4,05 sampai 4,524 (suka sampai sangat suka).
<br />Peringkat kesukaan olahan ubikayu dari yang paling disukai yaitu brownies, mie, stick dan tepung ubikayu termodifikasi.
Brownies menempati nilai kesukaan tertinggi dengan nilai kadar air 30,11%; abu 1,78%; protein 5,88%; lemak 19,20%; karbohidrat 43,02% dan kalori 368,43 kal/100 gr.
Faktor yang mempengaruhi adopsi teknologi yaitu kesederhanaan bahan (50%), kemudahan proses (44,44%), efisiensi tenaga kerja (5,556%) dan kesederhanaan alat.
</p><p>Kata kunci: ubijalar ungu, ubikayu, uji organoleptik</p>.

Related Results

PENGARUH SUBSTITUSI UBI JALAR UNGUTERHADAP SIFAT KIMIA DAN ORGANOLEPTIK COOKIES UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas var Ayamurasaki)
PENGARUH SUBSTITUSI UBI JALAR UNGUTERHADAP SIFAT KIMIA DAN ORGANOLEPTIK COOKIES UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas var Ayamurasaki)
Ubi jalar ungu atau Ipomea batatas var Ayamurasaki merupakan salah satu tanaman yang berasal dari Amerika Selatan yang sukses dikembangkan di Indonesia sebagai tanaman pangan. Umbi...
Pengaruh Penambahan Tepung Ubi Jalar Ungu dan Karagenan terhadap Kualitas Mi Basah Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas cv. Ayamurasaki)
Pengaruh Penambahan Tepung Ubi Jalar Ungu dan Karagenan terhadap Kualitas Mi Basah Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas cv. Ayamurasaki)
Abstrak. Mi merupakan salah satu makanan olahan tepung terigu yang terkenal di Indonesia dan Asia. Mi basah merupakan salah satu jenis mi paling banyak digunakan di masyarakat. Pad...
PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN KELUARGA MELALUI INOVASI SNACKBAR UBI JALAR UNGU
PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN KELUARGA MELALUI INOVASI SNACKBAR UBI JALAR UNGU
Perwujudan ketahanan pangan nasional salah satunya dengan pemanfaatan sumberdaya pangan lokal. Ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) adalah salah satu jenis umbi yang banyak ditemui ...
Pemanfaatan Tanaman Menjalar Menjadi Makanan Ubi Crispy Pedas
Pemanfaatan Tanaman Menjalar Menjadi Makanan Ubi Crispy Pedas
Ubi jalar merupakan salah satu komoditas pangan lokal yang mudah untuk dibudidayakan, khususnya di Papua Barat ada beberapa varietas lokal ubi jalar yang dihasilkan. Selama ini ubi...
PKM Ubi Jalar (Ipomme Batatas) Dalam Upaya Pertumbuhan Tulang dan Gigi pada Anak-Anak di Indragiri Hilir
PKM Ubi Jalar (Ipomme Batatas) Dalam Upaya Pertumbuhan Tulang dan Gigi pada Anak-Anak di Indragiri Hilir
Produksi ubi jalar di Provinsi Riau mengalami peningkatan dari tahun ke tahun disertai dengan jumlah penanaman yang juga meningkat. Tahun 2016 dengan produktivitas 4.904 ton, sedan...
PROSPEK PENGEMBANGAN UBI JALAR DALAM MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN DI KABUPATEN MANGGARAI BARAT
PROSPEK PENGEMBANGAN UBI JALAR DALAM MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN DI KABUPATEN MANGGARAI BARAT
ABSTRAK Ubi jalar juga termasuk komoditas yang dapat meningkatkan petani. Ubi jalar juga merupakan kebutuhan pangan yang bersumber karbohidrat dan sumber protein nabati sehingga ...
Pembuatan Pati Rendah Kalori dari Ubi Jalar Ungu
Pembuatan Pati Rendah Kalori dari Ubi Jalar Ungu
Ubi  jalar  atau ketela   rambat  merupakan  salah  satu tanaman  umbi-umbian yang  banyak tumbuh di Indonesia. Ubi jalar ungu memilki kandungan serat, karbohidrat kompleks vitamin...
Pemanfaatan Ubi Jalar (Ipomea batatas) sebagai obat mabuk perjalanan
Pemanfaatan Ubi Jalar (Ipomea batatas) sebagai obat mabuk perjalanan
Lamongan merupakan daerah yang cukup subur sebagai penghasil polo pendem. Salah satu polo pendem yang cukup banyak di hasilkan di lamongan yaitu ubi jalar. Ubi jalar yang dikenal d...

Back to Top