Javascript must be enabled to continue!
Hubungan Asupan Serat dan Pengetahuan Pola Makan dengan Kejadian Konstipasi Pada Mahasiswa Politeknik Negeri Jember
View through CrossRef
Konstipasi merupakan suatu gejala klinis yang ditandai dengan kesulitan buang air besar (BAB) yang konsistensi tinjanya padat dan frekuensi buang air besar kurang dari 3 kali dalam seminggu. Faktor resiko terjadinya konstipasi salah satunya yaitu asupan serat yang kurang. Asupan serat dapat mengikat air di dalam usus besar dan dapat membuat volume feses menjadi lebih besar sehingga dapat merangsang saraf rektum dan menimbulkan rasa ingin defekasi. Pengetahuan mengenai pola makan yang baik dapat meimbulkan perilaku pola makan yang baik masih belum diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis hubungan asupan serat dan pengetahuan pola makan dengan kejadian konstipasi pada mahasiswa Politeknik Negeri Jember. Penelitian ini termasuk kedalam jenis kuantitatif menggunakan rancangan penelitian observasional dengan desain cross sectional. Jumlah sampel yang didapatkan menggunakan rumus Slovin yaitu 72 mahasiswa Jurusan Kesehatan dengan teknik pengambilan sampel secara probability sampling dengan menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data penelitian menggunakan Food Recall 1x24 jam yang dilakukan dalam 3 hari secara tidak berurutan, kuesioner kejadian konstipasi dan kuesioner tingkat pengetahuan pola makan. Analisis statistik menggunakan SPSS Statistic Versi 25 yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara variabel yaitu uji Korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara asupan serat dan pengetahuan pola makan dengan kejadian konstipasi.
Politeknik Negeri Jember
Title: Hubungan Asupan Serat dan Pengetahuan Pola Makan dengan Kejadian Konstipasi Pada Mahasiswa Politeknik Negeri Jember
Description:
Konstipasi merupakan suatu gejala klinis yang ditandai dengan kesulitan buang air besar (BAB) yang konsistensi tinjanya padat dan frekuensi buang air besar kurang dari 3 kali dalam seminggu.
Faktor resiko terjadinya konstipasi salah satunya yaitu asupan serat yang kurang.
Asupan serat dapat mengikat air di dalam usus besar dan dapat membuat volume feses menjadi lebih besar sehingga dapat merangsang saraf rektum dan menimbulkan rasa ingin defekasi.
Pengetahuan mengenai pola makan yang baik dapat meimbulkan perilaku pola makan yang baik masih belum diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis hubungan asupan serat dan pengetahuan pola makan dengan kejadian konstipasi pada mahasiswa Politeknik Negeri Jember.
Penelitian ini termasuk kedalam jenis kuantitatif menggunakan rancangan penelitian observasional dengan desain cross sectional.
Jumlah sampel yang didapatkan menggunakan rumus Slovin yaitu 72 mahasiswa Jurusan Kesehatan dengan teknik pengambilan sampel secara probability sampling dengan menggunakan teknik simple random sampling.
Pengumpulan data penelitian menggunakan Food Recall 1x24 jam yang dilakukan dalam 3 hari secara tidak berurutan, kuesioner kejadian konstipasi dan kuesioner tingkat pengetahuan pola makan.
Analisis statistik menggunakan SPSS Statistic Versi 25 yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara variabel yaitu uji Korelasi Pearson.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara asupan serat dan pengetahuan pola makan dengan kejadian konstipasi.
Related Results
Hubungan Pengetahuan Tentang Makanan Berserat Dengan Kejadian Konstipasi Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung
Hubungan Pengetahuan Tentang Makanan Berserat Dengan Kejadian Konstipasi Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung
ABSTRACT: CORRELATION OF KNOWLEDGE ABOUT FIBER FOOD WITH CONSTIPATION IN MEDICINE FACULTY STUDENTS OF MALAHAYATI UNIVERSITY BANDAR LAMPUNG Background: Constipation can cause severe...
Hubungan Asupan Serat dengan Kejadian Konstipasi pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Angkatan 2020
Hubungan Asupan Serat dengan Kejadian Konstipasi pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Angkatan 2020
Konstipasi merupakan keadaan seseorang mengalami susah buang air besar, salah satu penyebabnya adalah kurangnya serat yang dikonsumsi sesuai kebutuhan serat sehari-hari. Serat meru...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
SISTEM KEPENGARANGAN DALAM SERAT-SERAT WULANG PAKUBUWONO IX
SISTEM KEPENGARANGAN DALAM SERAT-SERAT WULANG PAKUBUWONO IX
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sistem kepengarangan dalam serat-serat wulang Pakubuwono (PB) IX. Data penelitian berupa kata dan kalimat yang menunjukkan sistem kepengara...
Konstipasi dan Faktor Risikonya pada Sindrom Down
Konstipasi dan Faktor Risikonya pada Sindrom Down
Konstipasi adalah keterlambatan atau kesulitan buang air besar yang terjadi 1 sampai 2kali per minggu atau lebih dari 3 hari secara berturut-turut. Angka kejadian konstipasipada an...
Konstipasi Fungsional
Konstipasi Fungsional
Konstipasi merupakan keadaan yang sering ditemukan pada anak dan dapat menimbulkanmasalah sosial maupun psikologis. Berdasarkan patofisiologis, konstipasi dapatdiklasifikasikan men...
SERAT ALAM SEBAGAI BAHAN KOMPOSIT RAMAH LINGKUNGAN
SERAT ALAM SEBAGAI BAHAN KOMPOSIT RAMAH LINGKUNGAN
Serat dalam material diartikan sebagai penguat dimana serat memiliki ukuran yang kecil namun memiliki fleksibilitas yang baik serta kekuatan dalam pembebanan yang tinggi. Dalam seg...

