Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Hubungan Asupan Serat dengan Kejadian Konstipasi pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Angkatan 2020

View through CrossRef
Konstipasi merupakan keadaan seseorang mengalami susah buang air besar, salah satu penyebabnya adalah kurangnya serat yang dikonsumsi sesuai kebutuhan serat sehari-hari. Serat merupakan kandungan makanan yang yang paling banyak terdapat pada sayur dan buah. Berdasarkan kelarutannya, serat dapat dibagi menjadi serat makanan larut atau tidak larut. Serat larut dapat menarik air dan membentuk gel yang memperlambat pencernaan, tetapi tidak meningkatkan besar feses seperti kacang-kacangan, biji-bijian serta beberapa sayur dan buah, sedangkan serat tidak larut memiliki efek pencahar dan membuat feses jadi lunak, serta dapat membantu mencegah terjadinya konstipasi seperti gandum, kacang-kacangan dan beberapa sayuran (kembang kol, kentang dan kacang hijau). Tujuan pada penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara konsumsi serat dengan kejadian konstipasi pada mahasiswa Kedokteran Universitas Muslim Indonesia angkatan 2020. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi potong lintang (cross-sectional) menggunakan kuesioner dan food recall dengan menggunakan yaitu nutri survey pada 72 responden di Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia angkatan 2020, Analisis data menggunakan uji fisher. Terdapat subjek penelitian yang kurang mengkonsumsi serat dan mengalami konstipasi sebesar 41,2%, sedangkan subjek penelitian yang cukup mengkonsumsi serat dan mengalami konstipasi hanya sebesar 25%. Berdasarkan hasil uji fisher didapatkan nilai p = 0,004. Terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi serat dengan kejadian konstipasi pada mahasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia angkatan 2020
Title: Hubungan Asupan Serat dengan Kejadian Konstipasi pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Angkatan 2020
Description:
Konstipasi merupakan keadaan seseorang mengalami susah buang air besar, salah satu penyebabnya adalah kurangnya serat yang dikonsumsi sesuai kebutuhan serat sehari-hari.
Serat merupakan kandungan makanan yang yang paling banyak terdapat pada sayur dan buah.
Berdasarkan kelarutannya, serat dapat dibagi menjadi serat makanan larut atau tidak larut.
Serat larut dapat menarik air dan membentuk gel yang memperlambat pencernaan, tetapi tidak meningkatkan besar feses seperti kacang-kacangan, biji-bijian serta beberapa sayur dan buah, sedangkan serat tidak larut memiliki efek pencahar dan membuat feses jadi lunak, serta dapat membantu mencegah terjadinya konstipasi seperti gandum, kacang-kacangan dan beberapa sayuran (kembang kol, kentang dan kacang hijau).
Tujuan pada penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara konsumsi serat dengan kejadian konstipasi pada mahasiswa Kedokteran Universitas Muslim Indonesia angkatan 2020.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi potong lintang (cross-sectional) menggunakan kuesioner dan food recall dengan menggunakan yaitu nutri survey pada 72 responden di Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia angkatan 2020, Analisis data menggunakan uji fisher.
Terdapat subjek penelitian yang kurang mengkonsumsi serat dan mengalami konstipasi sebesar 41,2%, sedangkan subjek penelitian yang cukup mengkonsumsi serat dan mengalami konstipasi hanya sebesar 25%.
Berdasarkan hasil uji fisher didapatkan nilai p = 0,004.
Terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi serat dengan kejadian konstipasi pada mahasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia angkatan 2020.

Related Results

KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
Pengaruh Teknik Pijat I Love You terhadap Penurunan Konstipasi Pada Bayi Usia 06-12 Bulan di PMB Ani Bayu, S.Tr.Keb Karawang
Pengaruh Teknik Pijat I Love You terhadap Penurunan Konstipasi Pada Bayi Usia 06-12 Bulan di PMB Ani Bayu, S.Tr.Keb Karawang
ABSTRACT Constipation or constipation is often experienced by babies which results in discomfort for the baby. The prevalence of constipation in infants in Indonesia is 15.7% and n...
PENGARUH ASUPAN TINGGI SERAT DAN CAIRAN TERHADAP TERJADINYA KONSTIPASI PADA LANSIA
PENGARUH ASUPAN TINGGI SERAT DAN CAIRAN TERHADAP TERJADINYA KONSTIPASI PADA LANSIA
Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mencegah terjadinya konstipasi adalah terapi asupan tinggi serat dan cairan yang cukup. Konstipasi adalah persepsi gangguan buang air bes...
Hubungan Asupan Serat dan Pengetahuan Pola Makan dengan Kejadian Konstipasi Pada Mahasiswa Politeknik Negeri Jember
Hubungan Asupan Serat dan Pengetahuan Pola Makan dengan Kejadian Konstipasi Pada Mahasiswa Politeknik Negeri Jember
Konstipasi merupakan suatu gejala klinis yang ditandai dengan kesulitan buang air besar (BAB) yang konsistensi tinjanya padat dan frekuensi buang air besar kurang dari 3 kali dalam...
Analisis Faktor Risiko Konstipasi Pada Kehamilan
Analisis Faktor Risiko Konstipasi Pada Kehamilan
Latar belakang penelitian tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan konstipasi pada kehamilan telah dilakukan di indonesia, namun sebagian besar dilakukan secara deskriptif dan...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL DENGAN KONSTIPASI DI PMB HASNA DEWI PEKANBARU TAHUN 2020
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL DENGAN KONSTIPASI DI PMB HASNA DEWI PEKANBARU TAHUN 2020
Konstipasi adalah hambatan pengeluaran dari sisa-sisa makanan yang berkaitan dengan kesulitan buang air besar, ditandai dengan buang air besar kurang dari 3x seminggu akibat tinja ...

Back to Top