Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengawasan kapal perikanan yang beroperasi di perairan Maluku Utara

View through CrossRef
Pengawasan terhadap kapal perikanan dilakukan di pelabuhan pangkalan maupun langsung dilakukan di laut, diharapkan mampu mencegah terjadinya pelanggaran atau kejahatan di bidang perikanan. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan kegiatan pengawasan dan hasil operasi pengawasan yang telah dilakukan dalam kurun waktu 2012-1016. Penelitian dilaksanakan di Ternate dengan melakukan penelusuran dan pencatatan data yang tersedia di Satuan Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Ternate, Dinas Kelautan dan Perikana Kota Ternate, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku Utara, Direktorat PolAir Polda Maluku Utara, dan Lanal Ternate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah kapal ikan yang beroperasi di perairan Maluku Utara masih didominasi kapal berukuran ≤ 10 GT. Hasil operasi pengawasan periode lima tahun terakhir telah memeriksa 282 unit kapal ikan. Kategori kapal adhock sebanyak 53 unit untuk kapal ikan Indonesia. Pelanggaran yang paling banyak dilakukan oleh kapal ikan Indonesia adalah pelanggaran daerah penangkapan ikan. Kapal ikan asing pada kategori adhock sebanyak 5 unit yang terdiri dari 1 unit kapal pada tahun 2014 dan 4 unit kapal ikan asing pada tahun 2016. Kategori kapal yang ditenggelamkan terjadi pada tahun 2016 sebanyak 4 unit kapal ikan asing. Jenis pelanggaran yang dilakukan ke empat kapal tersebut adalah tanpa memiliki izin, yaitu surat izin usaha penangkapan (SIUP) dan surat izin penangkapan ikan (SIPI). Pelanggaran tersebut dinyatakan sebagai kejahatan (illegal fishing). Adapun pelanggaran terhadap Undang-Undang no 31, tahun 2004, pasal 26 ayat 1, Jo pasal 92, dan Undang-Undang no 45, tahun 2009, pasal 27 ayat 2, Jo pasal 93 ayat 2.
Universitas Muhammadiyah Maluku Utara
Title: Pengawasan kapal perikanan yang beroperasi di perairan Maluku Utara
Description:
Pengawasan terhadap kapal perikanan dilakukan di pelabuhan pangkalan maupun langsung dilakukan di laut, diharapkan mampu mencegah terjadinya pelanggaran atau kejahatan di bidang perikanan.
Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan kegiatan pengawasan dan hasil operasi pengawasan yang telah dilakukan dalam kurun waktu 2012-1016.
Penelitian dilaksanakan di Ternate dengan melakukan penelusuran dan pencatatan data yang tersedia di Satuan Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Ternate, Dinas Kelautan dan Perikana Kota Ternate, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku Utara, Direktorat PolAir Polda Maluku Utara, dan Lanal Ternate.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah kapal ikan yang beroperasi di perairan Maluku Utara masih didominasi kapal berukuran ≤ 10 GT.
Hasil operasi pengawasan periode lima tahun terakhir telah memeriksa 282 unit kapal ikan.
Kategori kapal adhock sebanyak 53 unit untuk kapal ikan Indonesia.
Pelanggaran yang paling banyak dilakukan oleh kapal ikan Indonesia adalah pelanggaran daerah penangkapan ikan.
Kapal ikan asing pada kategori adhock sebanyak 5 unit yang terdiri dari 1 unit kapal pada tahun 2014 dan 4 unit kapal ikan asing pada tahun 2016.
Kategori kapal yang ditenggelamkan terjadi pada tahun 2016 sebanyak 4 unit kapal ikan asing.
Jenis pelanggaran yang dilakukan ke empat kapal tersebut adalah tanpa memiliki izin, yaitu surat izin usaha penangkapan (SIUP) dan surat izin penangkapan ikan (SIPI).
Pelanggaran tersebut dinyatakan sebagai kejahatan (illegal fishing).
Adapun pelanggaran terhadap Undang-Undang no 31, tahun 2004, pasal 26 ayat 1, Jo pasal 92, dan Undang-Undang no 45, tahun 2009, pasal 27 ayat 2, Jo pasal 93 ayat 2.

Related Results

TINGKAT PREVELENSI EKTOPARASIT IKAN BAWAL BINTANG (Trachinotus blochii) di BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA LAUT LAMPUNG
TINGKAT PREVELENSI EKTOPARASIT IKAN BAWAL BINTANG (Trachinotus blochii) di BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA LAUT LAMPUNG
Kegiatan budidaya dengan sistem keramba jaring apung (KJA), merupakan inovasi yang diharapkan mampu meningkatkan efesiensi, efektivitas, dan kontrol terhadap ikan yang dibudidayaka...
Aspek Hukum Kapal Patroli Terkait Pengawasan Keselamatan Pelayaran
Aspek Hukum Kapal Patroli Terkait Pengawasan Keselamatan Pelayaran
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan Kapal Patroli dalam melakukan pengawasan keselamatan  pelayaran  di  laut  dalam  wilayah  kerja  Kantor  KSOP  Kelas...
Investigasi Efisiensi Propeler Kapal Ikan Tradisional
Investigasi Efisiensi Propeler Kapal Ikan Tradisional
Kapal ikan tradisional biasanya dibuat dari kayu dan dengan pola kapal yang diperoleh secara empiris sebagai warisan turun-temurun tanpa diketahui nilai hambatan kapalnya. Adapun s...
IDENTIFIKASI BAHAYA PADA AKTIVITAS PATROLI LAUT OLEH PENGAWAS PERIKANAN DI JAKARTA
IDENTIFIKASI BAHAYA PADA AKTIVITAS PATROLI LAUT OLEH PENGAWAS PERIKANAN DI JAKARTA
FAO (2010) menyebutkan bahwa penangkapan ikan merupakan salah satu pekerjaan yang paling berbahaya di dunia. Pengawasan terhadap penangkapan ikan di laut merupakan bagian dari peng...
PEMBANGUNAN KAPAL PERIKANAN DI GALANGAN KAPAL TRADISIONAL KALIMANTAN SELATAN
PEMBANGUNAN KAPAL PERIKANAN DI GALANGAN KAPAL TRADISIONAL KALIMANTAN SELATAN
Kapal perikanan merupakan salah satu unsur dalam menentukan keberhasilan operasi penangkapan ikan.  Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui ; (1) tingkat teknologi; (2) jenis ka...
MODIFIKASI SISTEM PERMESINAN DAN GENERAL ARRANGEMENT KAPAL NAVIGASI BIMA SAKTI MENJADI KAPAL LATIH
MODIFIKASI SISTEM PERMESINAN DAN GENERAL ARRANGEMENT KAPAL NAVIGASI BIMA SAKTI MENJADI KAPAL LATIH
<p><em>A training ship is a ship that is used as a training ship to train cadets to become sailors. It is used in order to meet today’s sailors need. There are various ...
Analisa Resiko Kecelakaan pada Pembangunan, Reparasi dan Pengoperasian Kapal
Analisa Resiko Kecelakaan pada Pembangunan, Reparasi dan Pengoperasian Kapal
Intisari— Dalam pelaksanaan pembangunan kapal baru, maupun reparasi kapal selalu ada potensi terjadinya keterlambatan penyelesaian kapal. Hal ini sangat merugikan bagi pemilik kapa...
STRATEGI PELAYANAN JASA KEAGENAN KAPAL DI PELAYARAN NASIONAL INDONESIA CABANG BATAM
STRATEGI PELAYANAN JASA KEAGENAN KAPAL DI PELAYARAN NASIONAL INDONESIA CABANG BATAM
Pelayanan jasa keagenan kapal telah berjalan dengan baik, namun masih ditemui permasalahan diantaranya ialah: kurangnya keamanan dalam pelayanan jasa keagenan, adanya keterlambatan...

Back to Top