Javascript must be enabled to continue!
Hubungan Jenjang Karir Perawat dengan Kemampuan Melakukan Triase di Instalasi Gawat Darurat
View through CrossRef
Kemampuan melakukan triase adalah kecakapan dalam menentukan pasien berdasarkan tingkat kegawatan dengan cepat dan tepat untuk dapat menurunkan terjadinya morbiditas dan mortalitas pada pasien. Kemampuan melakukan triase harus dimiliki oleh semua perawat IGD di semua jenjang karir . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jenjang karir perawat dengan kemampuan melakukan triase di IGD. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil dengan tehnik total sampling. Alat ukur penelitian menggunakan kuesioner karakteristik responden dan lembar observasi untuk mengukur kemampuan perawat melakukan triase. Analisis data menggunakan uji Kruskal wallis. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas perawat memiliki jenjang karir PK 3 sebanyak 24 reponden (67,5%) dan median kemampuan melakukan trise 5 dengan rentang kemungkian skor 0-5. Hasil penelitian didapatkan tidak ada hubungan antara jenjnag karir perawat dengan kemampuan melakukan triase dengan (p=0,644).
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Elisabeth Semarang
Title: Hubungan Jenjang Karir Perawat dengan Kemampuan Melakukan Triase di Instalasi Gawat Darurat
Description:
Kemampuan melakukan triase adalah kecakapan dalam menentukan pasien berdasarkan tingkat kegawatan dengan cepat dan tepat untuk dapat menurunkan terjadinya morbiditas dan mortalitas pada pasien.
Kemampuan melakukan triase harus dimiliki oleh semua perawat IGD di semua jenjang karir .
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jenjang karir perawat dengan kemampuan melakukan triase di IGD.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional.
Sampel diambil dengan tehnik total sampling.
Alat ukur penelitian menggunakan kuesioner karakteristik responden dan lembar observasi untuk mengukur kemampuan perawat melakukan triase.
Analisis data menggunakan uji Kruskal wallis.
Hasil penelitian menunjukkan mayoritas perawat memiliki jenjang karir PK 3 sebanyak 24 reponden (67,5%) dan median kemampuan melakukan trise 5 dengan rentang kemungkian skor 0-5.
Hasil penelitian didapatkan tidak ada hubungan antara jenjnag karir perawat dengan kemampuan melakukan triase dengan (p=0,644).
Related Results
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Length of Stay di Instalasi Gawat Darurat
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Length of Stay di Instalasi Gawat Darurat
Latar Belakang: Emergency Department Length of Stay, bisa berarti interval waktu antara kedatangan pasien ke UGD dengan waktu pasien secara fisik meninggalkan UGD. LOS di Emergency...
Jenjang Karir Perawat dan Kepuasan Pasien terhadap Kualitas Pelayanan Keperawatan
Jenjang Karir Perawat dan Kepuasan Pasien terhadap Kualitas Pelayanan Keperawatan
ABSTRAKKesenjangan antara kualitas pelayanan perawat ideal dengan perawat aktual merupakan masalah serius di rumah sakit. Hal ini disebabkan karena tuntutan pasien tinggi, atau dis...
Gambaran Pengetahuan Perawat Terhadap Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) di Puskesmas Pekanbaru
Gambaran Pengetahuan Perawat Terhadap Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) di Puskesmas Pekanbaru
Sistem penanggulangan gawat darurat terpadu (SPGDT) merupakan sebuah sistem untuk menanggulangi pasien dalam keadaaan kondisi gawat darurat yang terdiri dari beberapa unsur seperti...
HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DENGAN KEPUASAN KELUARGA PASIEN DI INSTALASI GAWAT DARURAT RSUD DR. SOEDIRAN MANGUN SUMARSO
HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DENGAN KEPUASAN KELUARGA PASIEN DI INSTALASI GAWAT DARURAT RSUD DR. SOEDIRAN MANGUN SUMARSO
Pelayanan keperawatan gawat darurat meliputi pelayanan keperawatan yang ditujukan kepada pasien gawat darurat yaitu pasien dalam keadaan gawat dan mengancam nyawa. Perawat yang ber...
HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN WAKTU TANGGAP PERAWAT DI INSTALASI GAWAT DARURAT RSUD. M.W. MARAMIS MINAHASA UTARA
HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN WAKTU TANGGAP PERAWAT DI INSTALASI GAWAT DARURAT RSUD. M.W. MARAMIS MINAHASA UTARA
Latar Belakang.Waktu tanggap perawat merupakan kecepatan dalam penanganan pasien, dihitung sejak pasien datang sampai dilakukan penanganan, waktu tanggap perawat yang baik bagi pas...
Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Turnover Intention Perawat
Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Turnover Intention Perawat
Salah satu masalah yang berpengaruh dengan tenaga kerja dalam suatu organisasi adalah tingkat turnover yang tinggi. Data turnover perawat Rumah Sakit Permata Depok yang diperoleh a...
Hubungan Stres Kerja dengan Karakteristik Perawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD)
Hubungan Stres Kerja dengan Karakteristik Perawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD)
Abstract. Nurse work stress is a human resource management issue in hospitals that is caused by a combination of stress at work, individual characteristics, and stressors outside t...
HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN STRES KERJA PADA PERAWAT DI INSTALASI GAWAT DARURAT RSUD KOTA KOTAMOBAGU
HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN STRES KERJA PADA PERAWAT DI INSTALASI GAWAT DARURAT RSUD KOTA KOTAMOBAGU
Beban kerja perawat adalah seluruh kegiatan/aktifitas yang dilakukan oleh perawat selama bertugas disuatu unit pelayanan keperawatan. Setiap hari, dalam melaksanakan pengabdiannya ...

