Javascript must be enabled to continue!
Potensi Sediaan Kapsul Ekstrak Etanol Kulit Pisang Klutuk Sebagi Antidiabetes
View through CrossRef
Diabetes melitus (DM) adalah suatu penyakit metabolik yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa darah. Kulit pisang klutuk mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, polifenol, dan saponin yang dapat menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas dan formula yang baik sediaan kapsul ekstrak etanol kulit pisang klutuk (Musa balbisiana Colla) sebagai antidiabetes pada mencit jantan yang diinduksi aloksan. Aloksan yang digunakan dengan dosis 170 mg/ kg BB. Mencit dibagi menjadi 5 kelompok yang terdiri dari kelompok kontrol negatif (CMC Na 0,5%), kelompok kontrol positif (metformin 1,3 mg/20 g BB mencit), kelompok F1 (3,5 mg/20 g BB mencit dengan 2 % Sodium Starch Glycolate -SSG), kelompok F2 (3,5 mg/ 20 g BB mencit dengan 4 % SSG), dan kelompok F3 (3,5 mg/ 20 g BB mencit dengan 8 % SSG). Hasil analisis menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna antara kelompok kontrol positif dan kelompok F2. Persentase penurunan kadar glukosa darah yang diperoleh yaitu 65,05 %. Hasil evaluasi sediaan menunjukkan bahwa ketiga formula sediaan kapsul memenuhi persyaratan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sediaan kapsul dengan formula 2 mempunyai aktivitas menurunkan kadar glukosa darah yang lebih baik daripada formula 1 dan 3 pada mencit yang diinduksi aloksan.
Title: Potensi Sediaan Kapsul Ekstrak Etanol Kulit Pisang Klutuk Sebagi Antidiabetes
Description:
Diabetes melitus (DM) adalah suatu penyakit metabolik yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa darah.
Kulit pisang klutuk mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, polifenol, dan saponin yang dapat menurunkan kadar glukosa darah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas dan formula yang baik sediaan kapsul ekstrak etanol kulit pisang klutuk (Musa balbisiana Colla) sebagai antidiabetes pada mencit jantan yang diinduksi aloksan.
Aloksan yang digunakan dengan dosis 170 mg/ kg BB.
Mencit dibagi menjadi 5 kelompok yang terdiri dari kelompok kontrol negatif (CMC Na 0,5%), kelompok kontrol positif (metformin 1,3 mg/20 g BB mencit), kelompok F1 (3,5 mg/20 g BB mencit dengan 2 % Sodium Starch Glycolate -SSG), kelompok F2 (3,5 mg/ 20 g BB mencit dengan 4 % SSG), dan kelompok F3 (3,5 mg/ 20 g BB mencit dengan 8 % SSG).
Hasil analisis menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna antara kelompok kontrol positif dan kelompok F2.
Persentase penurunan kadar glukosa darah yang diperoleh yaitu 65,05 %.
Hasil evaluasi sediaan menunjukkan bahwa ketiga formula sediaan kapsul memenuhi persyaratan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sediaan kapsul dengan formula 2 mempunyai aktivitas menurunkan kadar glukosa darah yang lebih baik daripada formula 1 dan 3 pada mencit yang diinduksi aloksan.
Related Results
Pemanfaatan Kulit Pisang (Musa paradisiaca) Menjadi Donat Tinggi Kalsium
Pemanfaatan Kulit Pisang (Musa paradisiaca) Menjadi Donat Tinggi Kalsium
Tujuan dari penelitian ini adalah: memanfaatkan limbah kulit pisang menjadi salah satu produk pangan tinggi kalsium yaitu berupa donat dan mengetahui formulasi tepung terigu : kuli...
FORMULASI DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN GEL EKSTRAK ETANOL HERBA RUMPUT BAMBU (Lopatherum gracile Brongn) TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes
FORMULASI DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN GEL EKSTRAK ETANOL HERBA RUMPUT BAMBU (Lopatherum gracile Brongn) TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes
Propionibacterium acnes adalah bakteri anaerob gram positif yang merupakan bakteri paling dominan pada lesi jerawat. P.acnes berperan dalam patogenesis acne dengan cara memecah kom...
Keragaman Jenis Pisang dan Olahannya Pada Masyarakat Desa Togoliua Kecamatan Tobelo Barat
Keragaman Jenis Pisang dan Olahannya Pada Masyarakat Desa Togoliua Kecamatan Tobelo Barat
Penelitian yang berlokasi di Desa Togoliua Kecamatan Tobelo Barat ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis, cara dan bentuk olahan pisang yang dibudidayakan oleh masyarakat di D...
Evaluation OfThe Physical Quality Of Banana Peel Extract (Musa Paradisiaca) In Cream For Fissures Heels
Evaluation OfThe Physical Quality Of Banana Peel Extract (Musa Paradisiaca) In Cream For Fissures Heels
Kulit Pisang (Musa Paradisiaca) merupakan tanaman yang mengandung senyawa flavonoid. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium, Formula sediaan krim dibuat deng...
SIFAT ANTIOKSIDATIF EKSTRAK TEH (Camellia sinensis Linn.) JENIS TEH HIJAU, TEH HITAM, TEH OOLONG DAN TEH PUTIH DENGAN PENGERINGAN BEKU (Freeze Drying)
SIFAT ANTIOKSIDATIF EKSTRAK TEH (Camellia sinensis Linn.) JENIS TEH HIJAU, TEH HITAM, TEH OOLONG DAN TEH PUTIH DENGAN PENGERINGAN BEKU (Freeze Drying)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat antioksidatif ekstrak teh (Camellia sinensis Linn.) jenis teh hijau, teh hitam, teh oolong dan teh putih dengan pengeringan beku (Fr...
PENENTUAN SPF (SUN PROTECTION FACTOR) EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH ASAM JAWA (Tamarindus indica L.)
PENENTUAN SPF (SUN PROTECTION FACTOR) EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH ASAM JAWA (Tamarindus indica L.)
Tabir surya merupakan sediaan kosmetika yang digunakan dengan maksud melindungi kulit dari paparan sinar matahari dengan cara memantulkan, sehingga dapat mencegah terjadinya ganggu...
Pengaruh Penambahan Limbah Kulit Pisang kepok (Musa paradisiaca Linn) dalam Pembuatan Kerupuk
Pengaruh Penambahan Limbah Kulit Pisang kepok (Musa paradisiaca Linn) dalam Pembuatan Kerupuk
Pisang merupakan salah satu komoditas pangan nasional. Pisang pada umumnya hanya dikonsumsi buahnya saja, sedangkan kulit pisang masih menjadi limbah pertanian. Kulit pisang memili...
Pemanfaatan Kulit Pisang Raja Sebagai Bahan Pembuatan Pelet
Pemanfaatan Kulit Pisang Raja Sebagai Bahan Pembuatan Pelet
Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah kulit pisang Raja sebagai bahan pembuatan pellet dan mengetahui bagaimana cara pembuatan pellet kulit pisang raja dan untuk menge...

