Javascript must be enabled to continue!
TRANSPORTASI BECAK DI KOTA MEDAN (1950-1990)
View through CrossRef
Abstrak: Penelitian dengan judul “Transportasi Becak di Kota Medan (1950-1990).” Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan latar belakang masuknya becak di Kota Medan, kemudian menjelaskan perkembangan becak di kota Medan. Metode penelitian yang digunakan ialah metode Heuristik dengan empat tahapan, (1) Heuristik, atau mengumpulkan sumber, (2) Kritik sumber, yaitu kritik eksternal dan internal, (3) Interpretasi, penafsiran sumber dan (4) Histiografi, penulisan sejarah secara eksplanasi. Hasil penelitian menunjukkan beragamnya jenis becak di Medan sejalan dengan kehidupan masyarakat. Becak berdasarkan bentuknya di bedakan menjadi empat; bentuk pertama ialah angkong yang ditarik dengan tenaga manusia, kemudian berganti menjadi becak dayung, kemudian muncul becak brompit dan terakhir ialah becak bermotor. Angkong dalam penelitian ini dianggap sejenis dengan becak dan menjadi transportasi pertama yang dihapuskan pada tahun 1927 secara perlahan sampai benar-benar hilang tahun 1935, karena tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman sehingga diganti dengan becak dayung. Becak dayung berkembang dimulai tahun 1950 menggantikan angkong. Kehadiran becak dayung masih dapat diaraskan hingga skarang. Kemudian becak berompit tahun 1970 keluaran Jerman, (terbagi 3, brompit Rex, Sax, Dkw) menjadi sebuah becak modern dengan mesin, dan terakhir becak bermotor tahun 1990 keluaran Jepang sebagai becak tercanggih yang mampu mengalahkan ke tiga jenis becak sebelumnya. Abstract: A research titled “Pedicab Transportation in Medan City (1950- 1990).” This research aims to explain the background of the entry of Pedicab into Medan City, then to explain the development of Pedicab in Medan City. The research method which is applied is Heuristic method with four steps, (1) Heuristic, or source collecting, (2) Source Critic, namely external and internal critic, (3) Interpretation, source interpretation and (4) Historiography, history writing in a form of explanation. Result of the research shows that the variety of Pedicab in Medan City gets along with the life of the people. Pedicab in accordance with its kind is differentiated into four: the first is Angkong which is pulled by human strength, then it’s changed into a Becak Dayung (a Pedicab with cycling-pedal), then Brompit Pedicab appears and the last one is a Becak Bermotor (a motor-driven Pedicab). Angkong in this research is considered to be the same as Pedicab and it was the first transportation removed on 1927 gradually until it was completely gone on 1935, because it was not relevant to the development of the age and so it was changed into a Becak Dayung (a Pedicab with cycling-pedal). Becak Dayung has been evolved starting from 1950 replacing Angkong. The presence of Becak Dayung is still able to be experienced until now. Then, Brompit Pedicab on 1970 produced by Germany (divided into three, Brompit Rex, Sax, Dkw) became a modern Pedicab with machine, and the last one is Becak Bermotor (motor-driven Pedicab) on 1990 produced by Japan as the most sophisticated Pedicab which is able to exceed the previous three kinds of Pedicab.
Universitas Muhammadiyah Mataram
Title: TRANSPORTASI BECAK DI KOTA MEDAN (1950-1990)
Description:
Abstrak: Penelitian dengan judul “Transportasi Becak di Kota Medan (1950-1990).
” Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan latar belakang masuknya becak di Kota Medan, kemudian menjelaskan perkembangan becak di kota Medan.
Metode penelitian yang digunakan ialah metode Heuristik dengan empat tahapan, (1) Heuristik, atau mengumpulkan sumber, (2) Kritik sumber, yaitu kritik eksternal dan internal, (3) Interpretasi, penafsiran sumber dan (4) Histiografi, penulisan sejarah secara eksplanasi.
Hasil penelitian menunjukkan beragamnya jenis becak di Medan sejalan dengan kehidupan masyarakat.
Becak berdasarkan bentuknya di bedakan menjadi empat; bentuk pertama ialah angkong yang ditarik dengan tenaga manusia, kemudian berganti menjadi becak dayung, kemudian muncul becak brompit dan terakhir ialah becak bermotor.
Angkong dalam penelitian ini dianggap sejenis dengan becak dan menjadi transportasi pertama yang dihapuskan pada tahun 1927 secara perlahan sampai benar-benar hilang tahun 1935, karena tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman sehingga diganti dengan becak dayung.
Becak dayung berkembang dimulai tahun 1950 menggantikan angkong.
Kehadiran becak dayung masih dapat diaraskan hingga skarang.
Kemudian becak berompit tahun 1970 keluaran Jerman, (terbagi 3, brompit Rex, Sax, Dkw) menjadi sebuah becak modern dengan mesin, dan terakhir becak bermotor tahun 1990 keluaran Jepang sebagai becak tercanggih yang mampu mengalahkan ke tiga jenis becak sebelumnya.
Abstract: A research titled “Pedicab Transportation in Medan City (1950- 1990).
” This research aims to explain the background of the entry of Pedicab into Medan City, then to explain the development of Pedicab in Medan City.
The research method which is applied is Heuristic method with four steps, (1) Heuristic, or source collecting, (2) Source Critic, namely external and internal critic, (3) Interpretation, source interpretation and (4) Historiography, history writing in a form of explanation.
Result of the research shows that the variety of Pedicab in Medan City gets along with the life of the people.
Pedicab in accordance with its kind is differentiated into four: the first is Angkong which is pulled by human strength, then it’s changed into a Becak Dayung (a Pedicab with cycling-pedal), then Brompit Pedicab appears and the last one is a Becak Bermotor (a motor-driven Pedicab).
Angkong in this research is considered to be the same as Pedicab and it was the first transportation removed on 1927 gradually until it was completely gone on 1935, because it was not relevant to the development of the age and so it was changed into a Becak Dayung (a Pedicab with cycling-pedal).
Becak Dayung has been evolved starting from 1950 replacing Angkong.
The presence of Becak Dayung is still able to be experienced until now.
Then, Brompit Pedicab on 1970 produced by Germany (divided into three, Brompit Rex, Sax, Dkw) became a modern Pedicab with machine, and the last one is Becak Bermotor (motor-driven Pedicab) on 1990 produced by Japan as the most sophisticated Pedicab which is able to exceed the previous three kinds of Pedicab.
Related Results
Kemiskinan Struktural dan Mekanisme Survival Tukang Becak di Terminal Bratang
Kemiskinan Struktural dan Mekanisme Survival Tukang Becak di Terminal Bratang
Penelitian ini mengkaji fenomena kemiskinan struktural yang dialami oleh tukang becak di Surabaya. Tukang becak merupakan pekerja yang bergerak di sektor informal perkotaan. Namun,...
STUDI AKSESIBILITAS TRANSPORTASI BERKELANJUTAN UNTUK PENYANDANG CACAT (DISABILITAS) DI PUSAT KOTA MEDAN
STUDI AKSESIBILITAS TRANSPORTASI BERKELANJUTAN UNTUK PENYANDANG CACAT (DISABILITAS) DI PUSAT KOTA MEDAN
Transportasi berkelanjutan merupakan bagian dari konsep kota berkelanjutan (sustainable city), yaitu transportasi yang berbasis pada kelangsungan seluruh sistem transportasi dengan...
KETERKAITAN KONSEP PERANCANGAN KOTA TERHADAP PENGEMBANGAN TRANSPORTASI HIJAU
KETERKAITAN KONSEP PERANCANGAN KOTA TERHADAP PENGEMBANGAN TRANSPORTASI HIJAU
Kota Hijau adalah gagasan pembangunan yang pro terhadap pedoman pembangunan kota berkelanjutan. Untuk mewujudkannya salah satu faktor yang harus dikembangkan adalah perlunya manage...
Analisa Pemilihan Moda Transportasi Kota Medan – Bandara Kualanamu Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP)
Analisa Pemilihan Moda Transportasi Kota Medan – Bandara Kualanamu Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP)
Moda Transportasi merupakan sebutan bagi pengguna transportasi untuk menytakan alat angkut buat berpindah dari tempat asal ke tempat tujuan. Dimana moda transportasi ini yang diman...
Rancang Bangun Kendaraan Listrik Roda Tiga Bertenaga Surya sebagai Kendaraan Niaga
Rancang Bangun Kendaraan Listrik Roda Tiga Bertenaga Surya sebagai Kendaraan Niaga
Energi terbarukan merupakan energi yang dihasilkan dari sumber daya energi yang secara alamiah tidak akan habis atau cepat dipulihkan dan prosesnya berkelanjutan jika dikelola deng...
Reduce Heat Stress on Broilers During Transport by Supplying Drinking Water
Reduce Heat Stress on Broilers During Transport by Supplying Drinking Water
ABSTRACT. The transportation process causes heat stress in broilers. This research aims to test the effectiveness of the drinking water supply system for broilers during transport ...
Pengaruh Partisipasi Masyarakat Penggiat UMKM Di Kota Medan Terhadap Pencapain Ekonomi Berkelanjutan
Pengaruh Partisipasi Masyarakat Penggiat UMKM Di Kota Medan Terhadap Pencapain Ekonomi Berkelanjutan
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menilai sejauh mana peran aktif masyarakat yang terlibat dalam kegiatan UMKM di Kota Medan berkontribusi terhadap tercapainya ekonomi y...
Simulasi Penerapan Kebijakan Sistem Transportasi Perkotaan Menggunakan Software Pluto
Simulasi Penerapan Kebijakan Sistem Transportasi Perkotaan Menggunakan Software Pluto
Suatu kota dapat berkembang apabila sistem transportasinya bisa berfungsi secara optimal, karena sistem transportasi merupakan motor penggerak perekonomian di suatu kota. Agar sist...

