Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

USHUL AL-NAHWI DALAM PERSPEKTIF IBNU MADHA

View through CrossRef
Ibnu Mada merupakan salah satu tokoh nuhat yang sangat terkenal pada masanya. Hal ini disebabkan oleh pemikiran-pemikirannya yang cendeung kontradiktif dengan para nuhat pada masanya sebagai mana tertuang dalam karya besarnya “al-Radd ‘Ala al-Nuhat”. Dalam tulisan ini, penulis ingin memaparkan dan mendeskripsikan pemikiran-pemikiran Beliau dalam kajian usul al-nahwi.Usul Al-Nahwi terdiri dari empat komponen, yaitu: qiyas , ta’lil (illah), ta’wil dan ‘amil. Dalam  hal qiyas, Ibnu  Madasecara tegas menolak qiyas aqli. Begitu juga dalam hal illah, Ibnu Mada hanya menerima Illah Ula dan tidak menerima illah thawani. Secara nyata, metode ta’wil dalam ilmu nahwu menjelma menjadi konsep hadhaf (pembuangan), istitar (penyembunyian) dan taqdir (pengkiraan) dalam sebuah kalimat, dan Ibnu Mada juga tidak menerima hal tersebut. Dalam hal ‘amil,  Ibnu Mada juga tidak menerima adanya amil lafzi. Begitulah penolakan Ibnu Mada terhadap praktik qiyas, illah, amil dan ta’wil. Pandangan Ibnu Mada berpijak pada apa yang oleh kalangan nuhat disebut dengan sima’i.
IMLA (Arabic Teacher and Lecturer Association of Indonesia)
Title: USHUL AL-NAHWI DALAM PERSPEKTIF IBNU MADHA
Description:
Ibnu Mada merupakan salah satu tokoh nuhat yang sangat terkenal pada masanya.
Hal ini disebabkan oleh pemikiran-pemikirannya yang cendeung kontradiktif dengan para nuhat pada masanya sebagai mana tertuang dalam karya besarnya “al-Radd ‘Ala al-Nuhat”.
Dalam tulisan ini, penulis ingin memaparkan dan mendeskripsikan pemikiran-pemikiran Beliau dalam kajian usul al-nahwi.
Usul Al-Nahwi terdiri dari empat komponen, yaitu: qiyas , ta’lil (illah), ta’wil dan ‘amil.
Dalam  hal qiyas, Ibnu  Madasecara tegas menolak qiyas aqli.
Begitu juga dalam hal illah, Ibnu Mada hanya menerima Illah Ula dan tidak menerima illah thawani.
Secara nyata, metode ta’wil dalam ilmu nahwu menjelma menjadi konsep hadhaf (pembuangan), istitar (penyembunyian) dan taqdir (pengkiraan) dalam sebuah kalimat, dan Ibnu Mada juga tidak menerima hal tersebut.
Dalam hal ‘amil,  Ibnu Mada juga tidak menerima adanya amil lafzi.
Begitulah penolakan Ibnu Mada terhadap praktik qiyas, illah, amil dan ta’wil.
Pandangan Ibnu Mada berpijak pada apa yang oleh kalangan nuhat disebut dengan sima’i.

Related Results

USHUL NAHWI SEJARAH DAN PERKEMBANGANNYA
USHUL NAHWI SEJARAH DAN PERKEMBANGANNYA
Ushul an-nahwi adalah ilmu yang membahas atau mengkaji tentang aladillah an-nahwiyah (sumber hukum dalam nahwu), tata cara mengeluarkan kaidah-kaidah nahwu, serta pengaplikasiannya...
PEMIKIRAN USHUL AL-TAFSIR PERSPEKTIF MUSAID IBN SULAIMAN AL-THAYYAR
PEMIKIRAN USHUL AL-TAFSIR PERSPEKTIF MUSAID IBN SULAIMAN AL-THAYYAR
Artikel penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pemikiran fundamental dari Musâ’id ibn Sulaimân Al-Thayyâr tentang Ushûl Al-Tafsîr dalam berbagai karyanya y...
Strategi Pemanfatan Ushul Fiqih dalam Menafsirkan Al-Qur’an
Strategi Pemanfatan Ushul Fiqih dalam Menafsirkan Al-Qur’an
Penafsiran Al-Qur’an merupakan aktivitas ilmiah yang membutuhkan metodologi yang sistematis untuk memastikan makna yang dihasilkan selaras dengan prinsip-prinsip syariat. Ushul Fiq...
Agus Moh. Najib’s Project and Ushul Fiqh Redesign: Interlinking of Islamic Law and Legal Sciece
Agus Moh. Najib’s Project and Ushul Fiqh Redesign: Interlinking of Islamic Law and Legal Sciece
This study devels into the transformational efforts of Agus Moh Najib, a prolific Muslim intellectual and professor of ushul fiqh at UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, in revitalizing ...
METODE USHUL FIQIH HASAN HANAFI
METODE USHUL FIQIH HASAN HANAFI
Ushul Fiqh reconstruction is one of Hassan Hanafi renewal projects branch. To him, ushul Fiqh is ‘revealed’ science that means ‘something’ which is revealed from Allah to human bei...
Relasi Akal dan Wahyu Era Modern (Analisis Teologis Pemikiran Ibnu Taymiyyah)
Relasi Akal dan Wahyu Era Modern (Analisis Teologis Pemikiran Ibnu Taymiyyah)
Abstract: The results of this study are; 1) Ibn Taymiyyah adheres to tauhid uluhiyah because rububiyyah has included it. Ibn Taimiyah divided the concept of Tauhid into three parts...
EPISTIMOLOGI USHUL FIQH DALAM KONSTRUK HISTORIS
EPISTIMOLOGI USHUL FIQH DALAM KONSTRUK HISTORIS
At the time of the Prophet was alive all the issues were based on the revelations and ordinances of the prophet. However, when the prophet had died of Muslims find it difficult to ...

Back to Top