Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisa Perbandingan Kinerja Protokol Routing Rip Dan Ospf Menggunakan IPv4

View through CrossRef
Abstrak - Penelitian bertujuan untuk dapat membandingkan kinerja protokol routing RIP dan OSPF menggunakan IPv4 bertujuan untuk dapat melakukan perbaingan dua metode touting yaitu RIP dan OSPF, sehingga dapat menggunakan routing sesuai dengan kebutuhan. Untuk melakukan Analisa routing RIP dan OSPF dilakukan adalah melakukan experiment lansung terhadap kedua metode routing dengan menggunakan 6 buah router mikrotik. Indicator yang digunakan untuk membandingkan ada Round-Trip Time dan Convergensi, Dari hasil pengujian didapat hasil Round Trip Time (RTT) OSPF terlambat (max = 2 ms dan avg = 0.83 ms) dan tercepat (max = 1.17 ms dan avg = 0.33 ms) lebih baik dari RIP terlama (max = 2.83 ms dan avg = 0.67 ms) dan tercepat  (max = 1.33 ms dan avg = 0.33 ms) dan waktu Konvergensi atau waktu yang dibutuhkan untuk perpindahan jalur routing OSPF (max = 2 ms) lebih baik dari RIP (max = 3 ms), dari hasil tersebut routing RIP lebih bagus digunakan untuk kebutuhan komunikasi data dalam jumlah besar seperti kantor media cetak, yang membutuhkan komunikasi data untuk kirim file video, akan tetapi OSPF lebih stabil dari pada RIP, sehingga OSPF lebih baik digunakan untuk komunikasi data yang membutuhkan koneksi stabil seperti aplikasi kasir. Untuk jalur yang ditempuh relative sama, karena semua routing bersifat dynamic, akan pindah secara otomatis ketika jalur utama putus dan waktu perpindahan jalur RIP dan  OSPF sama yaitu 1 ms, karena sama-sama routing dynamic.Kata Kunci: Routing, RIP, OSPF  Abstract - The study aims to compare the performance between RIP and OSPF routing protocols using IPv4 and to compare two routing methods, namely RIP and OSPF, so that routing can be used according to needs. To conduct RIP and OSPF routing analysis, a direct experiment was conducted on both routing methods using 6 Mikrotik routers. The indicators used to compare are Round-Trip Time and Convergence. From the test, the results of OSPF Round Trip Time (RTT) are slow (max = 2 ms and avg = 0.83 ms) and fastest (max = 1.17 ms and avg = 0.33 ms) better than the slowest RIP (max = 2.83 ms and avg = 0.67 ms) and fastest (max = 1.33 ms and avg = 0.33 ms) and the Convergence time required for OSPF routing path changes (max = 2 ms) is better than RIP (max = 3 ms). From these results, RIP routing is better used for large data communication needs such as print media offices, which require data communication to send video files, but OSPF is more stable than RIP, so OSPF is better used for data communication that requires a stable connection such as cashier applications. For the path taken, it is relatively the same, because all routing is dynamic, it will move automatically when the main path is broken and RIP and OSPF path switching time is the same, namely 1 ms, because both are dynamic routing. Keywords: Routing, RIP, OSPF
Title: Analisa Perbandingan Kinerja Protokol Routing Rip Dan Ospf Menggunakan IPv4
Description:
Abstrak - Penelitian bertujuan untuk dapat membandingkan kinerja protokol routing RIP dan OSPF menggunakan IPv4 bertujuan untuk dapat melakukan perbaingan dua metode touting yaitu RIP dan OSPF, sehingga dapat menggunakan routing sesuai dengan kebutuhan.
Untuk melakukan Analisa routing RIP dan OSPF dilakukan adalah melakukan experiment lansung terhadap kedua metode routing dengan menggunakan 6 buah router mikrotik.
Indicator yang digunakan untuk membandingkan ada Round-Trip Time dan Convergensi, Dari hasil pengujian didapat hasil Round Trip Time (RTT) OSPF terlambat (max = 2 ms dan avg = 0.
83 ms) dan tercepat (max = 1.
17 ms dan avg = 0.
33 ms) lebih baik dari RIP terlama (max = 2.
83 ms dan avg = 0.
67 ms) dan tercepat  (max = 1.
33 ms dan avg = 0.
33 ms) dan waktu Konvergensi atau waktu yang dibutuhkan untuk perpindahan jalur routing OSPF (max = 2 ms) lebih baik dari RIP (max = 3 ms), dari hasil tersebut routing RIP lebih bagus digunakan untuk kebutuhan komunikasi data dalam jumlah besar seperti kantor media cetak, yang membutuhkan komunikasi data untuk kirim file video, akan tetapi OSPF lebih stabil dari pada RIP, sehingga OSPF lebih baik digunakan untuk komunikasi data yang membutuhkan koneksi stabil seperti aplikasi kasir.
Untuk jalur yang ditempuh relative sama, karena semua routing bersifat dynamic, akan pindah secara otomatis ketika jalur utama putus dan waktu perpindahan jalur RIP dan  OSPF sama yaitu 1 ms, karena sama-sama routing dynamic.
Kata Kunci: Routing, RIP, OSPF  Abstract - The study aims to compare the performance between RIP and OSPF routing protocols using IPv4 and to compare two routing methods, namely RIP and OSPF, so that routing can be used according to needs.
To conduct RIP and OSPF routing analysis, a direct experiment was conducted on both routing methods using 6 Mikrotik routers.
The indicators used to compare are Round-Trip Time and Convergence.
From the test, the results of OSPF Round Trip Time (RTT) are slow (max = 2 ms and avg = 0.
83 ms) and fastest (max = 1.
17 ms and avg = 0.
33 ms) better than the slowest RIP (max = 2.
83 ms and avg = 0.
67 ms) and fastest (max = 1.
33 ms and avg = 0.
33 ms) and the Convergence time required for OSPF routing path changes (max = 2 ms) is better than RIP (max = 3 ms).
From these results, RIP routing is better used for large data communication needs such as print media offices, which require data communication to send video files, but OSPF is more stable than RIP, so OSPF is better used for data communication that requires a stable connection such as cashier applications.
For the path taken, it is relatively the same, because all routing is dynamic, it will move automatically when the main path is broken and RIP and OSPF path switching time is the same, namely 1 ms, because both are dynamic routing.
 Keywords: Routing, RIP, OSPF.

Related Results

PENGARUH MODEL JARINGAN TERHADAP OPTIMASI ROUTING OPEN SHORTEST PATH FIRST (OSPF)
PENGARUH MODEL JARINGAN TERHADAP OPTIMASI ROUTING OPEN SHORTEST PATH FIRST (OSPF)
ABSTRAK Routing merupakan proses mengirim data dari satu network ke network lain. Dengan dynamic routing maka mekanisme routing dilakukan secara dinamis dengan menentukan jarak ter...
Perancangan dan Analisis Redistribution Routing Protocol OSPF dan EIGRP
Perancangan dan Analisis Redistribution Routing Protocol OSPF dan EIGRP
ABSTRAKOSPF (Open Shortest Path First) dan EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) adalah dua routing protokol yang banyak digunakan dalam jaringan komputer. Perbedaan k...
ANALISIS QUALITY OF SERVICE ROUTING PROTOCOL OSPF PADA JARINGAN IPV4 MENGGUNAKAN SIMULATOR CISCO PACKET TRACER
ANALISIS QUALITY OF SERVICE ROUTING PROTOCOL OSPF PADA JARINGAN IPV4 MENGGUNAKAN SIMULATOR CISCO PACKET TRACER
Jaringan yang baik harus memiliki kualitas layanan yang diberikan ke pengguna maka dari itu harusmemperhitungkan Quality of Service (QoS). QoS mengacu pada kemampuan suatu jaringan...
Studi Komparasi Kinerja Interior Gateway Protocol Berbasis Distance Vector dan Link State
Studi Komparasi Kinerja Interior Gateway Protocol Berbasis Distance Vector dan Link State
Routing Protocol merupakan seperangkat aturan yang digunakan oleh router untuk menentukan jalur dalam meneruskan paket data ke jaringan tujuan. Pemilihan rute penting dilakukan aga...
Jaringan Komputer 4 Konfigurasi Routing Dynamic Akhmad Syarifudin 175100012
Jaringan Komputer 4 Konfigurasi Routing Dynamic Akhmad Syarifudin 175100012
Dynamic Routing atau Routing Dynamic (dinamik) adalah sebuah router yang memiliki dan membuat tabel routing secara otomatis. Dengan menggunakan lalu lintas jaringan dan juga salin...
Optimizing OSPF Cost Value for Best Path Selection Using Metric-Type Variation
Optimizing OSPF Cost Value for Best Path Selection Using Metric-Type Variation
Open Shortest Path First (OSPF) is a multi-vendor routing standard. Any routing protocol's goal is to discover the optimum path between source and destination addresses inside a co...

Back to Top