Javascript must be enabled to continue!
PENGARUH PENGADUKAN TERHADAP PROSES PEMBUATAN BIOGAS (REVIEW)
View through CrossRef
Studi literatur ini berisi tentang pengaruh pengadukan proses biogas yang dihasilkan dari proses biogas MSW (Municipal Solid Waste) dan Sampah Organik. Metode yang digunakan yaitu dengan review 15 jurnal terkait proses biogas dengan pengadukan dan tanpa pengadukan, kemudian dianalisa, dan disimpulkan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hasil produksi biogas MSW (Municipal Solid Waste) dan sampah organik menggunakan pengadukan dan tanpa pengadukan terhadap jumlah gas metana yang dihasilkan. Hasil analisa mendapatkan data tertinggi menggunakan pengadukan yaitu sebesar 717 liter dengan kecepatan pengadukan 10 rpm berbahan baku kotoran sapi + limbah rumah potong hewan dengan waktu fermentasi 20 hari berkapasitas ±5,2 liter dibandingkan dengan hasil yang tidak menggunakan pengadukan menghasilkan sebesar 102,9 liter berbahan baku kotoran sapi dan rumput gajah berkapasitas 100 liter waktu fermentasinya 60 hari. Hal ini dapat disesuaikan berdasarkan pernyataan teori bahwa proses pengadukan dapat menggeser waktu produksi biogas satu atau dua hari lebih awal dibandingkan reaktor yang tidak dilakukan pengadukan, sehingga dengan pengadukan akan mempercepat terbentuknya biogas.
Title: PENGARUH PENGADUKAN TERHADAP PROSES PEMBUATAN BIOGAS (REVIEW)
Description:
Studi literatur ini berisi tentang pengaruh pengadukan proses biogas yang dihasilkan dari proses biogas MSW (Municipal Solid Waste) dan Sampah Organik.
Metode yang digunakan yaitu dengan review 15 jurnal terkait proses biogas dengan pengadukan dan tanpa pengadukan, kemudian dianalisa, dan disimpulkan.
Penelitian ini bertujuan mengetahui hasil produksi biogas MSW (Municipal Solid Waste) dan sampah organik menggunakan pengadukan dan tanpa pengadukan terhadap jumlah gas metana yang dihasilkan.
Hasil analisa mendapatkan data tertinggi menggunakan pengadukan yaitu sebesar 717 liter dengan kecepatan pengadukan 10 rpm berbahan baku kotoran sapi + limbah rumah potong hewan dengan waktu fermentasi 20 hari berkapasitas ±5,2 liter dibandingkan dengan hasil yang tidak menggunakan pengadukan menghasilkan sebesar 102,9 liter berbahan baku kotoran sapi dan rumput gajah berkapasitas 100 liter waktu fermentasinya 60 hari.
Hal ini dapat disesuaikan berdasarkan pernyataan teori bahwa proses pengadukan dapat menggeser waktu produksi biogas satu atau dua hari lebih awal dibandingkan reaktor yang tidak dilakukan pengadukan, sehingga dengan pengadukan akan mempercepat terbentuknya biogas.
.
Related Results
Karakteristik Kimia dan Fisika Biji Kakao (Theobroma cacao l.) Hasil Fermentasi Wadah Kotak Kayu dan Wadah Plastik
Karakteristik Kimia dan Fisika Biji Kakao (Theobroma cacao l.) Hasil Fermentasi Wadah Kotak Kayu dan Wadah Plastik
Kakao merupakan salah satu komoditas yang memegang peranan cukup penting di Indonesia saat ini, salah satunya sebagai sumber devisa Negara. Salah satu proses yang sangat berperan p...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
Pembuatan Biogas dari Limbah Cair Tahu Menggunakan Bakteri Indigeneous
Pembuatan Biogas dari Limbah Cair Tahu Menggunakan Bakteri Indigeneous
Air limbah tahu merupakan bahan pencemar apabila dibuang ke lingkungan perairan karena dapat menimbulkan bau busuk, penyakit dan menurunkan konsentrasi oksigen terlarut. Pada sisi ...
Optimization of a Biogas-Fuelled Cogeneration System in a Sewage Treatment Plant
Optimization of a Biogas-Fuelled Cogeneration System in a Sewage Treatment Plant
Efficient utilization of biomass by a cogeneration system (CGS) is a promising technology for promoting sustainable energy development. Sewage treatment plants are facilities that ...
Pretreatment Limbah Pengolahan Kopi Untuk Menghasilkan Biogas Pada Proses Anaerobik
Pretreatment Limbah Pengolahan Kopi Untuk Menghasilkan Biogas Pada Proses Anaerobik
Pada penelitian ini mempelajari proses pretreatment limbah pengolahan kopi untuk menghasilkan biogas pada proses anaerobik. Limbah cair pengolahan kopi merupakan limbah cair yang b...
Biogas user perceptions of biogas development in Urutsewu Village, Ampel District, Boyolali Regency
Biogas user perceptions of biogas development in Urutsewu Village, Ampel District, Boyolali Regency
Biogas is an innovation that is already known among livestock farmers. Urutsewu Village uses biogas in an effort to meet energy needs derived from cow dung, chicken dung, tofu liqu...
A study of biogas generation from poultry litter and its impurity removal
A study of biogas generation from poultry litter and its impurity removal
This study is focused on the anaerobic digestion of poultry waste to produce biogas. Waste was collected from three different poultry farms (Sekela farm, Emarldene and Parkside pou...
PELATIHAN PEMBUATAN BIOGAS DARI LIMBAH RUMAH MAKAN DAN TINJA
PELATIHAN PEMBUATAN BIOGAS DARI LIMBAH RUMAH MAKAN DAN TINJA
Biogas dapat dijadikan sebagai salah satu bentuk energi alternatif yang dapat diterapkan kepada masyarakat sebagai bentuk efisiensi penggunaan bahan bakar minyak ataupun gas dalam ...

