Javascript must be enabled to continue!
NOVEL GADIS PANTAI KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER: SUATU KAJIAN DIMENSI GENDER
View through CrossRef
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan dimensi gender dalam novel Gadis Pantai karya Pramoedya Ananta Toer melalui tokoh Gadis Pantai. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Gadis Pantai karya Pramoedya Ananta Toer yang terbit pada pada September 2011 cetakan ke tujuh yang diterbitkan oleh Lentera Dipantara dengan tebal 270 halaman. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis karya. Berdasarkan hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa dari analisis dimensi gender melalui analisis kedudukan tokoh perempuan yaitu Gadis Pantai (Mas Nganten) ditemukan Mas Nganten memiliki sifat lemah atau inferior, yaitu lebih rendah dari laki-laki, ia merelakan dirinya hanya menjadi abdi suami, dan menjalankan perintah tentang apa yang boleh dan tidak boleh dikerjakan tanpa izin suami. Sedangkan melalui analisis kedudukan Bendoro, ditemukan bahwa Bendoro adalah seorang pembesar yang berkuasa. Meskipun ia dengan Mas Nganten dalam ikatan suami istri, ia tetap berkedudukan lebih tinggi dari Mas Nganten. Ia merupakan pemilik diri Mas Nganten yang berhak memberi peraturan tentang apa yang boleh Mas Nganten lakukan. Berdasarkan sikapnya, penulis menggambarkan kehadiran tokoh perempuan memiliki sifat lemah.
Universitas PGRI Palembang
Title: NOVEL GADIS PANTAI KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER: SUATU KAJIAN DIMENSI GENDER
Description:
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan dimensi gender dalam novel Gadis Pantai karya Pramoedya Ananta Toer melalui tokoh Gadis Pantai.
Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif.
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi.
Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Gadis Pantai karya Pramoedya Ananta Toer yang terbit pada pada September 2011 cetakan ke tujuh yang diterbitkan oleh Lentera Dipantara dengan tebal 270 halaman.
Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis karya.
Berdasarkan hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa dari analisis dimensi gender melalui analisis kedudukan tokoh perempuan yaitu Gadis Pantai (Mas Nganten) ditemukan Mas Nganten memiliki sifat lemah atau inferior, yaitu lebih rendah dari laki-laki, ia merelakan dirinya hanya menjadi abdi suami, dan menjalankan perintah tentang apa yang boleh dan tidak boleh dikerjakan tanpa izin suami.
Sedangkan melalui analisis kedudukan Bendoro, ditemukan bahwa Bendoro adalah seorang pembesar yang berkuasa.
Meskipun ia dengan Mas Nganten dalam ikatan suami istri, ia tetap berkedudukan lebih tinggi dari Mas Nganten.
Ia merupakan pemilik diri Mas Nganten yang berhak memberi peraturan tentang apa yang boleh Mas Nganten lakukan.
Berdasarkan sikapnya, penulis menggambarkan kehadiran tokoh perempuan memiliki sifat lemah.
Related Results
Cultural Values in the Novel Gadis Pantai by Pramoedya Ananta Toer: A Literary Anthropology Study
Cultural Values in the Novel Gadis Pantai by Pramoedya Ananta Toer: A Literary Anthropology Study
The purpose of this research is to describe the cultural values in the novel Gadis Pantai by Pramoedya Ananta Toer. This research uses qualitative methods through literature stud...
KEARIFAN LOKAL DALAM NOVEL AROK DEDES KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER
KEARIFAN LOKAL DALAM NOVEL AROK DEDES KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER
Jurnal ini berjudul “Kearifan Lokal dalam Novel Arok Dedes Karya Pramoedya Ananta Toer”. Penelitian ini dilatar belakangi masalah yang terjadi karena kurangnya novel yang memiliki ...
Tindak Tutur Ekspresif dalam Novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer
Tindak Tutur Ekspresif dalam Novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer
This study aims to describe the types of expressive speech acts and strategy used in the novel Bumi Manusia by Pramoedya Ananta Toer. This type of research is qualitative research ...
Arok Dedes dan Pararaton: Transformasi Dan Dinamika Sastra dalam Wacana Globalisasi Sastra
Arok Dedes dan Pararaton: Transformasi Dan Dinamika Sastra dalam Wacana Globalisasi Sastra
Arok Dedes karya Pramoedya Ananta Toer (1999) merupakan sebuah potret dinamika sastra sebagai akibat transformasinya dari karya terdahulu, yaitu Pararaton karya sastra Jawa Kuna ya...
Analisis Keteladanan Tokoh pada Buku Biografi Pramoedya Ananta Toer dan Pemanfaatannya sebagai Bahan Ajar Tek Biografi di SMA Kelas X
Analisis Keteladanan Tokoh pada Buku Biografi Pramoedya Ananta Toer dan Pemanfaatannya sebagai Bahan Ajar Tek Biografi di SMA Kelas X
Penelitian ini dilatarbelakangi bahan ajar yang tidak sesuai kompetensi dan materi teks biografi yang tidak menampilkan sastrawan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis k...
Citra Diri Perempuan dalam Novel Bumi Manusia Karya Pramodya Ananta Toer
Citra Diri Perempuan dalam Novel Bumi Manusia Karya Pramodya Ananta Toer
ABSTRACTThe purpose of this study is to describe the self-image of a woman found in the novel Bumi Manusia by Pramodya Ananta Toer. This research is a descriptive qualitative resea...
Makna Gadis-gadis yang Bijaksana dan yang Bodoh dalam Matius 25:1-12
Makna Gadis-gadis yang Bijaksana dan yang Bodoh dalam Matius 25:1-12
Abstract: In the Gospels it also records the day of Jesus' second coming in a parable. Regarding Hissecond coming, as told in the Book of Matthew about "Wise virgins and foolish vi...
NOVEL GADIS PANTAI KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER: ANALISIS HEGEMONI *) (A Novel Gadis Pantai by Pramoedya Ananta Toer: an Hegemony Analysis)
NOVEL GADIS PANTAI KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER: ANALISIS HEGEMONI *) (A Novel Gadis Pantai by Pramoedya Ananta Toer: an Hegemony Analysis)
A literary work used by author in offering some ideologies to the readers. Through this literary work, especially the conflict between characters, an author can influence reader’s ...

