Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Penetapan Kadar Tanin Ekstrak Daun Pagoda (Clerodendrum Paniculantum) Dengan Metode Spektrofotometri Visible Dan Titrasi Permanganometri

View through CrossRef
ABSTRAKIndonesia merupakan negara yang memiliki beraneka ragam tanaman obat yang salah satunya adalah tanaman pagoda (Clerodenrum paniculantum). Daun Pagoda (Clerodenrum paniculantum) mengandung senyawa  flavanoid, terpenoid, tanin, alkaloid, sterol dan glikosida. Uji identifikasi tanin dari ekstrak daun pagoda penelitian (Hafiz dkk, 2016) dan (Fitriana, 2018) menjelaskan bahwa daun pagoda positif mengandung senyawa tanin yang belum diketahui kadarnya. Oleh karena itu, peneliti melakukan penetapan kadar tanin pada daun pagoda(Clerodenrum paniculantum). Daun pagoda yang telah dikeringkan di estraksi secara maserasi dengan mengunakan pelarut etanol 96% kemudian dilakukan uji kualitatif dan kuantitatif. Uji kualitatif menggunakan preaksi warna FeCl3 1% dan uji kuantitatif mengunakan dua metode yaitu Spektrofotometri Visibel dan titrasi permanganometri. Hasil dari kualitatif dengan menambahkan FeCl3 terjadi perubahan warna biru kehitaman menunjukan bahwa ekstrak daun pagoda pmengandung tanin. Hasil dari uji kuantitatif menggunakan spektrofotometri Visibel didapat kadar tanin yaitu 4,146% (15 ppm), 5,546% (20 ppm) dan 7,598% (30 ppm). Sedangakan menggunakan metode permanganometri didapatkan kadar rata-rata yaitu 0,443%. Kata kunci : Clerodendrum paniculantum; Tanin; Spektrofotometri Visibel; Permanganometri.ABSTRACTIndonesia is a country that has a variety of medicinal plants, one of which is the pagoda plant (Clerodenrum paniculantum). Pagoda leaves (Clerodenrum paniculantum) contain flavonoid compounds, terpenoids, tannins, alkaloids, sterols and glycosides. The tannin identification test from the research pagoda leaf extract (Hafiz et al, 2016) and (Fitriana, 2018) explained that the positive pagoda leaf contained an unknown level of tannin compounds. Therefore, the researchers determined the levels of tannins in pagoda (Clerodenrum paniculantum) leaves. The dried pagoda leaves were extracted by maceration using 96% ethanol solvent and then qualitative and quantitative tests were carried out. The qualitative test used 1% FeCl3 color reaction and the quantitative test used two methods, namely visible spectrophotometry and permanganometric titration. The results of the qualitative by adding FeCl3 there was a blue-black color change indicating that the pagoda leaf extract contains tannins. The results of the quantitative test using visible spectrophotometry obtained tannin levels of 4.146% (15 ppm), 5.546% (20 ppm) and 7.598% (30 ppm). While using the permanganometry method, the average level was 0.443%Keywords : Clerodendrum paniculantum; Tannins; Visible spectrophotometry; Permanganometric.
Title: Penetapan Kadar Tanin Ekstrak Daun Pagoda (Clerodendrum Paniculantum) Dengan Metode Spektrofotometri Visible Dan Titrasi Permanganometri
Description:
ABSTRAKIndonesia merupakan negara yang memiliki beraneka ragam tanaman obat yang salah satunya adalah tanaman pagoda (Clerodenrum paniculantum).
Daun Pagoda (Clerodenrum paniculantum) mengandung senyawa  flavanoid, terpenoid, tanin, alkaloid, sterol dan glikosida.
Uji identifikasi tanin dari ekstrak daun pagoda penelitian (Hafiz dkk, 2016) dan (Fitriana, 2018) menjelaskan bahwa daun pagoda positif mengandung senyawa tanin yang belum diketahui kadarnya.
Oleh karena itu, peneliti melakukan penetapan kadar tanin pada daun pagoda(Clerodenrum paniculantum).
Daun pagoda yang telah dikeringkan di estraksi secara maserasi dengan mengunakan pelarut etanol 96% kemudian dilakukan uji kualitatif dan kuantitatif.
Uji kualitatif menggunakan preaksi warna FeCl3 1% dan uji kuantitatif mengunakan dua metode yaitu Spektrofotometri Visibel dan titrasi permanganometri.
Hasil dari kualitatif dengan menambahkan FeCl3 terjadi perubahan warna biru kehitaman menunjukan bahwa ekstrak daun pagoda pmengandung tanin.
Hasil dari uji kuantitatif menggunakan spektrofotometri Visibel didapat kadar tanin yaitu 4,146% (15 ppm), 5,546% (20 ppm) dan 7,598% (30 ppm).
Sedangakan menggunakan metode permanganometri didapatkan kadar rata-rata yaitu 0,443%.
 Kata kunci : Clerodendrum paniculantum; Tanin; Spektrofotometri Visibel; Permanganometri.
ABSTRACTIndonesia is a country that has a variety of medicinal plants, one of which is the pagoda plant (Clerodenrum paniculantum).
Pagoda leaves (Clerodenrum paniculantum) contain flavonoid compounds, terpenoids, tannins, alkaloids, sterols and glycosides.
The tannin identification test from the research pagoda leaf extract (Hafiz et al, 2016) and (Fitriana, 2018) explained that the positive pagoda leaf contained an unknown level of tannin compounds.
Therefore, the researchers determined the levels of tannins in pagoda (Clerodenrum paniculantum) leaves.
The dried pagoda leaves were extracted by maceration using 96% ethanol solvent and then qualitative and quantitative tests were carried out.
The qualitative test used 1% FeCl3 color reaction and the quantitative test used two methods, namely visible spectrophotometry and permanganometric titration.
The results of the qualitative by adding FeCl3 there was a blue-black color change indicating that the pagoda leaf extract contains tannins.
The results of the quantitative test using visible spectrophotometry obtained tannin levels of 4.
146% (15 ppm), 5.
546% (20 ppm) and 7.
598% (30 ppm).
While using the permanganometry method, the average level was 0.
443%Keywords : Clerodendrum paniculantum; Tannins; Visible spectrophotometry; Permanganometric.

Related Results

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
PENENTUAN KADAR TOTAL TANIN DARI EKSTRAK DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia)
PENENTUAN KADAR TOTAL TANIN DARI EKSTRAK DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia)
Penelitian ini berjudul “Penentuan Kadar Total Tanin dari Ekstrak Daun Binahong (Anredera cordifolia)”. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keberadaan senyawa tanin dan hasilpen...
HUBUNGAN ANTARA PANJANG DAN LEBAR DAUN NENAS TERHADAP KUALITAS SERAT DAUN NANAS BERDASARKAN LETAK DAUN DAN LAMA PERENDAMAN DAUN
HUBUNGAN ANTARA PANJANG DAN LEBAR DAUN NENAS TERHADAP KUALITAS SERAT DAUN NANAS BERDASARKAN LETAK DAUN DAN LAMA PERENDAMAN DAUN
Proses panen nenas akan menghasilkan limbah berupa daun nenas sebesar 2 sampai 3 kg per tanaman. Karena daun nanas tidak dapat dimanfaatkan untuk makanan ternak, jadi biasanya peta...
Perbandingan Metode Spektrofotometri UV Dan HPLC pada Penetapan Kadar Kafein dalam Kopi
Perbandingan Metode Spektrofotometri UV Dan HPLC pada Penetapan Kadar Kafein dalam Kopi
Kafein merupakan salah satu alkaloid yang terkandung dalam kopi. Konsumsi kafein dalam jumlah besar bisa berdampak pada kesehatan manusia. Kebiasaan orang-orang jamun dulu minum ko...
Aktivitas Antidiabetes Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Andrographis Paniculata dan Vernonia Amygdalina
Aktivitas Antidiabetes Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Andrographis Paniculata dan Vernonia Amygdalina
Diabetes mellitus merupakan sekelompok penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia kronik yang diakibatkan oleh defek pada sekresi insulin, aksi insulin atau keduanya. Da...

Back to Top