Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Hubungan Frekuensi Fisioterapi Dengan Kualitas Hidup Pasien Stroke Fase Subakut Di RS Al-Islam Bandung Periode 2025

View through CrossRef
Abstract. Stroke is a major cause of disability that significantly impacts patients' quality of life (QoL). Physical therapy plays an important role in restoring motor function and minimizing disability to improve patient well-being. This study aims to analyze the relationship between physical therapy and the quality of life of subacute stroke patients. This quantitative observational analytical study with a cross-sectional design was conducted on 96 subacute stroke patients at Al-Islam Hospital in Bandung in 2025. Data were collected using the Stroke Scale Quality of Life (SSQoL) questionnaire and analyzed using Fisher's Exact test. The results showed that most patients underwent physical therapy (60.4%), and most respondents had a good quality of life (61.5%). This study showed that there was a relationship between the implementation of physiotherapy and the quality of life of subacute stroke patients at Al-Islam Hospital in Bandung with a p-value <0.001. Physiotherapy improves motor function and independence through the stimulation of neuroplasticity, which plays a role in improving the physical and psychosocial dimensions of patients' quality of life, while patients without physiotherapy tend to experience more severe functional limitations, thereby reducing their quality of life.. Abstrak. Stroke merupakan penyebab utama disabilitas yang berdampak signifikan pada penurunan kualitas hidup (quality of life/QoL) pasien, fisioterapi berperan penting dalam memulihkan fungsi gerak dan meminimalkan kecacatan untuk meningkatkan kesejahteraan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan fisioterapi dengan kualitas hidup pasien stroke fase subakut. Penelitian kuantitatif observasional analitik dengan desain cross-sectional ini dilakukan terhadap 96 pasien stroke fase subakut di RS Al-Islam Bandung periode 2025. Data dikumpulkan melalui kuesioner Stroke Scale Quality of Life(SSQoL) dan dianalisis menggunakan uji statistik Fisher Exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar menjalani fisioterapi (60,4%), dan sebagian besar responden memiliki kualitas hidup yang baik (61,5%). Penelitian ini menunjukan terdapat hubungan antara pelaksanaan fisioterapi dengan kualitas hidup pasien stroke fase subakut di RS Al-Islam Bandung dengan nilai p<0,001. Fisioterapi meningkatkan fungsi motorik dan kemandirian melalui stimulasi neuroplastisitas yang berperan dalam perbaikan dimensi fisik dan psikososial dalam kualitas hidup pasien, sementara pasien tanpa fisioterapi cenderung mengalami keterbatasan fungsional yang lebih berat sehingga menurunkan kualitas hidup mereka.
Title: Hubungan Frekuensi Fisioterapi Dengan Kualitas Hidup Pasien Stroke Fase Subakut Di RS Al-Islam Bandung Periode 2025
Description:
Abstract.
Stroke is a major cause of disability that significantly impacts patients' quality of life (QoL).
Physical therapy plays an important role in restoring motor function and minimizing disability to improve patient well-being.
This study aims to analyze the relationship between physical therapy and the quality of life of subacute stroke patients.
This quantitative observational analytical study with a cross-sectional design was conducted on 96 subacute stroke patients at Al-Islam Hospital in Bandung in 2025.
Data were collected using the Stroke Scale Quality of Life (SSQoL) questionnaire and analyzed using Fisher's Exact test.
The results showed that most patients underwent physical therapy (60.
4%), and most respondents had a good quality of life (61.
5%).
This study showed that there was a relationship between the implementation of physiotherapy and the quality of life of subacute stroke patients at Al-Islam Hospital in Bandung with a p-value <0.
001.
Physiotherapy improves motor function and independence through the stimulation of neuroplasticity, which plays a role in improving the physical and psychosocial dimensions of patients' quality of life, while patients without physiotherapy tend to experience more severe functional limitations, thereby reducing their quality of life.
Abstrak.
Stroke merupakan penyebab utama disabilitas yang berdampak signifikan pada penurunan kualitas hidup (quality of life/QoL) pasien, fisioterapi berperan penting dalam memulihkan fungsi gerak dan meminimalkan kecacatan untuk meningkatkan kesejahteraan pasien.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan fisioterapi dengan kualitas hidup pasien stroke fase subakut.
Penelitian kuantitatif observasional analitik dengan desain cross-sectional ini dilakukan terhadap 96 pasien stroke fase subakut di RS Al-Islam Bandung periode 2025.
Data dikumpulkan melalui kuesioner Stroke Scale Quality of Life(SSQoL) dan dianalisis menggunakan uji statistik Fisher Exact.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar menjalani fisioterapi (60,4%), dan sebagian besar responden memiliki kualitas hidup yang baik (61,5%).
Penelitian ini menunjukan terdapat hubungan antara pelaksanaan fisioterapi dengan kualitas hidup pasien stroke fase subakut di RS Al-Islam Bandung dengan nilai p<0,001.
Fisioterapi meningkatkan fungsi motorik dan kemandirian melalui stimulasi neuroplastisitas yang berperan dalam perbaikan dimensi fisik dan psikososial dalam kualitas hidup pasien, sementara pasien tanpa fisioterapi cenderung mengalami keterbatasan fungsional yang lebih berat sehingga menurunkan kualitas hidup mereka.

Related Results

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Gambaran Motorik Kasar Pasien Stroke Iskemik Setelah Fisioterapi di RSAU Salamun
Gambaran Motorik Kasar Pasien Stroke Iskemik Setelah Fisioterapi di RSAU Salamun
Abstract. Stroke is the second leading cause of death worldwide, accounting for 11.13% of total deaths, and is the primary cause of disability globally. The most common type of str...
HIPERTENSI, USIA, JENIS KELAMIN DAN KEJADIAN STROKE DI RUANG RAWAT INAP STROKE RSUD dr. M. YUNUS BENGKULU
HIPERTENSI, USIA, JENIS KELAMIN DAN KEJADIAN STROKE DI RUANG RAWAT INAP STROKE RSUD dr. M. YUNUS BENGKULU
Hypertension, Age, Sex, and  Stroke  Incidence In Stroke Installation Room RSUD dr. M. Yunus BengkuluABSTRAKStroke adalah gejala-gejala defisit fungsi susunan saraf yang diakibatka...
Kualitas Pelayanan Terhadap Tingkat Kepatuhan Pasien Program Fisioterapi Praktik Mandiri di Malang Raya
Kualitas Pelayanan Terhadap Tingkat Kepatuhan Pasien Program Fisioterapi Praktik Mandiri di Malang Raya
Pendahuluan: Kualitas merupakan keseluruhan karakteristik dari produk dan jasa yang meliputi marketing, engineering, manufacture, dan maintenance dimana produk dan jasa tersebut da...
Evaluasi Pemberian Fisioterapi Dada Terhadap Status Pernafasan Anak Dengan Bronkopneumonia
Evaluasi Pemberian Fisioterapi Dada Terhadap Status Pernafasan Anak Dengan Bronkopneumonia
Pendahuluan: Bronkopneumenia menyebabkan perubahan pernafasan pada anak sehingga membutuhkan tindakan untuk mengatasi hal tersebut. teknik fisioterapi dada merupakan salah satu jen...
Iranian stroke model-how to involve health policymakers
Iranian stroke model-how to involve health policymakers
Stroke in Iran, with more than 83 million population, is a leading cause of disability and mortality in adults. Stroke has higher incidence in Iran comparing the global situation a...
Hubungan Perawatan Paliatif dengan Kualitas Hidup Pasien Kanker Payudara
Hubungan Perawatan Paliatif dengan Kualitas Hidup Pasien Kanker Payudara
Pasien pendertita kanker payudara akan mengalami perubahan fisik, psikologis (seperti tingkat depresi dan kecemasan), fungsi sosial, seksual serta aktifitas sehari-hari. sehingga a...
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Dari survey pendahuluan terhadap 20 pasien diperoleh 5 (25%) pasien menyatakan kurang puas terhadap mutu pelayanan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasa...

Back to Top