Javascript must be enabled to continue!
Keanekaragaman genotipe-genotipe potensial dan penentuan keragaman karakter agro-morfologi ercis (Pisum sativum L.)
View through CrossRef
Ercis (Pisum sativum L.) merupakan salah satu tanaman kacang komersial yang penting di dunia termasuk di Indonesia. Ercis lokal merupakan sumber populasi untuk meningkatkan kapasitas genetik hasil panen polong dan biji melalui seleksi galur murni. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari jarak dan keanekaragaman genetik, serta keragaman karakter 37 genotipe potensial ercis hasil seleksi galur murni varietas lokal. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Juni 2018 di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok dengan 37 genotipe sebagai perlakuan dan diulang tiga kali, sehingga terdapat 111 satuan percobaan. Pengamatan dilakukan pada masing-masing tanaman yakni karakter agronomi dan morfologi. Pengelompokan genetik didasarkan pada agglomerative hierarchical clustering dengan similiritas koefisien kolerasi Pearson dan metode aglomerasi unweighted pair group method average (UPGMA). Keanekaragaman genetik didasarkan pada indeks Shannon-Wiener (H’) dan indeks Shimpson (D). Keragaman karakter agronomi dan morfologi 37 genotipe ercis menggunakan principal component analysis (PCA) dengan pendekatan tipe korelasi Pearson. Berdasarkan analisis klaster 37 genotipe ercis terbagi menjadi 6 kelompok berdasarkan 61 karakter agro-morfologi dengan koefisien kemiripan 89-99%. Diversitas genetik ercis dikategorikan sedang dengan nilai indeks Shanon-Wiener 1,5 dan nilai indeks Simpson 0,26 yang menunjukkan tidak terdapat kelompok genetik yang mendominansi. Tiga puluh tujuh genotipe ercis memiliki keragaman yang luas. Keragaman kumulatif berdasarkan 61 karakter agro-morfologi yang diamati mencapai 87,83% yang melibatkan 44 karakter pada 16 komponen utama pertama.Pea (Pisum sativum L.) is one of the important commercial legumes in the world, including in Indonesia. The aims of the research were to study genetic distance, diversity, and characters variability of 37 genotypes of pea. The experiment was conducted on March to June 2018 in Pendem, Junrejo, Batu City. The experimental design used a randomized block design with 37 genotypes as treatments and replicated three times. Observations was made on agronomic and morphological characters. Genetic grouping according to agglomerative hierarchical clustering with Pearson correlation coefficient similarity and unweighted pair group average agglomeration method (UPGMA). Genetic diversity based on Shannon-Wiener (H') index and Shimpson (D) index. Variability of agronomic and morphological characters in 37 genotypes was analyzed by principal component analysis (PCA) with Pearson correlation approach. The results showed that cluster analysis of 37 genotypes was divided into six groups in 61 agro-morphological characters with similarity coefficients of 89-99%. Genetic diversity was medium categorized with Shanon-Wiener index value of 1.5 and Simpson index value of 0.26. It was indicated that no dominating on genotypes group. Thirty seven genotypes of pea showed high variability. Cumulative variability on 61 observed agro-morphological characters reached 87.83% which involved 44 characters in 16 first principal components.
Sunan Gunung Djati State Islamic University of Bandung
Title: Keanekaragaman genotipe-genotipe potensial dan penentuan keragaman karakter agro-morfologi ercis (Pisum sativum L.)
Description:
Ercis (Pisum sativum L.
) merupakan salah satu tanaman kacang komersial yang penting di dunia termasuk di Indonesia.
Ercis lokal merupakan sumber populasi untuk meningkatkan kapasitas genetik hasil panen polong dan biji melalui seleksi galur murni.
Tujuan penelitian ini untuk mempelajari jarak dan keanekaragaman genetik, serta keragaman karakter 37 genotipe potensial ercis hasil seleksi galur murni varietas lokal.
Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Juni 2018 di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.
Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok dengan 37 genotipe sebagai perlakuan dan diulang tiga kali, sehingga terdapat 111 satuan percobaan.
Pengamatan dilakukan pada masing-masing tanaman yakni karakter agronomi dan morfologi.
Pengelompokan genetik didasarkan pada agglomerative hierarchical clustering dengan similiritas koefisien kolerasi Pearson dan metode aglomerasi unweighted pair group method average (UPGMA).
Keanekaragaman genetik didasarkan pada indeks Shannon-Wiener (H’) dan indeks Shimpson (D).
Keragaman karakter agronomi dan morfologi 37 genotipe ercis menggunakan principal component analysis (PCA) dengan pendekatan tipe korelasi Pearson.
Berdasarkan analisis klaster 37 genotipe ercis terbagi menjadi 6 kelompok berdasarkan 61 karakter agro-morfologi dengan koefisien kemiripan 89-99%.
Diversitas genetik ercis dikategorikan sedang dengan nilai indeks Shanon-Wiener 1,5 dan nilai indeks Simpson 0,26 yang menunjukkan tidak terdapat kelompok genetik yang mendominansi.
Tiga puluh tujuh genotipe ercis memiliki keragaman yang luas.
Keragaman kumulatif berdasarkan 61 karakter agro-morfologi yang diamati mencapai 87,83% yang melibatkan 44 karakter pada 16 komponen utama pertama.
Pea (Pisum sativum L.
) is one of the important commercial legumes in the world, including in Indonesia.
The aims of the research were to study genetic distance, diversity, and characters variability of 37 genotypes of pea.
The experiment was conducted on March to June 2018 in Pendem, Junrejo, Batu City.
The experimental design used a randomized block design with 37 genotypes as treatments and replicated three times.
Observations was made on agronomic and morphological characters.
Genetic grouping according to agglomerative hierarchical clustering with Pearson correlation coefficient similarity and unweighted pair group average agglomeration method (UPGMA).
Genetic diversity based on Shannon-Wiener (H') index and Shimpson (D) index.
Variability of agronomic and morphological characters in 37 genotypes was analyzed by principal component analysis (PCA) with Pearson correlation approach.
The results showed that cluster analysis of 37 genotypes was divided into six groups in 61 agro-morphological characters with similarity coefficients of 89-99%.
Genetic diversity was medium categorized with Shanon-Wiener index value of 1.
5 and Simpson index value of 0.
26.
It was indicated that no dominating on genotypes group.
Thirty seven genotypes of pea showed high variability.
Cumulative variability on 61 observed agro-morphological characters reached 87.
83% which involved 44 characters in 16 first principal components.
Related Results
Parameter genetik karakter dan seleksi 82 genotipe ercis di dataran rendah
Parameter genetik karakter dan seleksi 82 genotipe ercis di dataran rendah
AbstrakErcis (Pisum sativum L.) ialah salah satu tanaman dari famili Fabaceae dan tergolong tanaman legume yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi. Studi pemuliaan tanaman pada er...
Uji Keunggulan Genotipe Bunga Matahari Hasil Pemuliaan Tanaman IPB dalam Rangka Pelepasan Varietas
Uji Keunggulan Genotipe Bunga Matahari Hasil Pemuliaan Tanaman IPB dalam Rangka Pelepasan Varietas
Ketersediaan varietas unggul bunga matahari (Helianthus annuus L.) masih sangat rendah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan meneliti karakter unggul dua genotipe bunga matahari h...
Keragaan Produksi Kentang G2 Genotipe IPB Asal Stek dan Umbi di Garut Jawa Barat
Keragaan Produksi Kentang G2 Genotipe IPB Asal Stek dan Umbi di Garut Jawa Barat
Konsumsi kentang terus meningkat seiring meningkatnya penduduk, namun total produksinya mengalami penurunan pada tahun 2015, maka diperlukan usaha memperoleh varietas yang berprodu...
Keragaan Produksi Kentang G2 Genotipe IPB Asal Stek dan Umbi di Garut Jawa Barat
Keragaan Produksi Kentang G2 Genotipe IPB Asal Stek dan Umbi di Garut Jawa Barat
Konsumsi kentang terus meningkat seiring meningkatnya penduduk, namun total produksinya mengalami penurunan pada tahun 2015, maka diperlukan usaha memperoleh varietas yang berprodu...
Evaluasi Karakter Agro-morfologi Jengger Ayam (Celosia cristata L.) pada Genotipe Mutan M3
Evaluasi Karakter Agro-morfologi Jengger Ayam (Celosia cristata L.) pada Genotipe Mutan M3
Celosia cristata L. atau jengger ayam merupakan tanaman hias dengan bentuk yang unik. Peningkatan keragaman C. cristata melalui teknik hibridisasi terkendala karena bunganya berben...
Evaluasi Genotipe Melon (Cucumis melo L.) untuk Perakitan Varietas Hibrida Baru
Evaluasi Genotipe Melon (Cucumis melo L.) untuk Perakitan Varietas Hibrida Baru
Indonesia merupakan negara produsen serta konsumen buah melon (Cucumis melo L.) yang tinggi, tetapi impor benih melon dari luar negeri masih cukup besar. Hal tersebut membuka pelua...
Identifikasi Karakter Beberapa Genotipe Mutan Padi Beras Merah (Oryza sativa L.) Inpago Unram 1
Identifikasi Karakter Beberapa Genotipe Mutan Padi Beras Merah (Oryza sativa L.) Inpago Unram 1
Keragaman yang tinggi dibutuhkan untuk program pemuliaan sebagai bahan dasar seleksi untuk karakter yang diinginkan. Identifikasi karakter pada tanaman perlu dilakukan untuk menget...
Pemilihan Tetua Persilangan pada Kubis (Brassica oleracea var. capitata) melalui Analisis Keragaman Genetik [Parental Line Selection in Cabbage (Brassica oleracea var. capitata) through Genetic Diversity Analysis]
Pemilihan Tetua Persilangan pada Kubis (Brassica oleracea var. capitata) melalui Analisis Keragaman Genetik [Parental Line Selection in Cabbage (Brassica oleracea var. capitata) through Genetic Diversity Analysis]
<p>Kubis (<em>Brassica oleracea</em> var. <em>capitata</em>) merupakan salah satu jenis sayuran yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Untuk meningkatk...

