Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Kajian Sosiologi Sastra Cerpen “Guru” Karya Putu Wijaya Sebagai Sarana Transformasi Masyarakat

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis cerpen "Guru" karya Putu Wijaya dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Dalam pendekatan ini, peneliti mengaplikasikan teknik membaca SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review) untuk memahami teks secara mendalam dan sistematis. Penelitian ini bersifat deskriptif, yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan menggali nilai-nilai yang terkandung dalam cerpen "Guru" serta bagaimana nilai-nilai tersebut dapat berfungsi sebagai alat untuk mentransformasikan masyarakat. Dalam cerpen "Guru" karya Putu Wijaya, terdapat berbagai nilai yang signifikan, termasuk nilai sosial, pendidikan, moral, perjuangan, dan psikologis. Nilai sosial mencerminkan interaksi dan hubungan antarindividu dalam masyarakat, sementara nilai pendidikan menyoroti pentingnya pengetahuan dan proses belajar mengajar. Nilai moral dalam cerpen ini menggambarkan etika dan perilaku yang baik, sedangkan nilai perjuangan menunjukkan semangat dan usaha individu atau kelompok dalam menghadapi tantangan. Terakhir, nilai psikologis mengacu pada aspek-aspek emosional dan mental karakter dalam cerpen tersebut. Penelitian ini berusaha untuk mengungkap bagaimana cerpen "Guru" tidak hanya berfungsi sebagai karya sastra, tetapi juga sebagai medium yang mampu mempengaruhi dan mengubah perspektif serta perilaku masyarakat melalui pesan-pesan yang disampaikan oleh penulisnya, Putu Wijaya.
Title: Kajian Sosiologi Sastra Cerpen “Guru” Karya Putu Wijaya Sebagai Sarana Transformasi Masyarakat
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis cerpen "Guru" karya Putu Wijaya dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra.
Dalam pendekatan ini, peneliti mengaplikasikan teknik membaca SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review) untuk memahami teks secara mendalam dan sistematis.
Penelitian ini bersifat deskriptif, yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan menggali nilai-nilai yang terkandung dalam cerpen "Guru" serta bagaimana nilai-nilai tersebut dapat berfungsi sebagai alat untuk mentransformasikan masyarakat.
Dalam cerpen "Guru" karya Putu Wijaya, terdapat berbagai nilai yang signifikan, termasuk nilai sosial, pendidikan, moral, perjuangan, dan psikologis.
Nilai sosial mencerminkan interaksi dan hubungan antarindividu dalam masyarakat, sementara nilai pendidikan menyoroti pentingnya pengetahuan dan proses belajar mengajar.
Nilai moral dalam cerpen ini menggambarkan etika dan perilaku yang baik, sedangkan nilai perjuangan menunjukkan semangat dan usaha individu atau kelompok dalam menghadapi tantangan.
Terakhir, nilai psikologis mengacu pada aspek-aspek emosional dan mental karakter dalam cerpen tersebut.
Penelitian ini berusaha untuk mengungkap bagaimana cerpen "Guru" tidak hanya berfungsi sebagai karya sastra, tetapi juga sebagai medium yang mampu mempengaruhi dan mengubah perspektif serta perilaku masyarakat melalui pesan-pesan yang disampaikan oleh penulisnya, Putu Wijaya.

Related Results

Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno
Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno
Rokhmawan,Tristan. 2011. Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas...
Nilai Kearifan Lokal pada Cerpen Silariang dalam Antologi Cerpen Gadis Pakarena Karya Khrisna Pabichara
Nilai Kearifan Lokal pada Cerpen Silariang dalam Antologi Cerpen Gadis Pakarena Karya Khrisna Pabichara
Karya sastra menjadi bentuk karya yang di dalamnya memadukan unsur imajinasi dan kehidupan nyata baik sastra lisan maupun tulisan. Karya sastra mengandung babagi aspek salah satuny...
Deiksis sebagai Representasi Sifat <i>Dark Triad</i> dalam Buku Kumpulan Cerpen <i>Gres</i> Karya Putu Wijaya<b></b>
Deiksis sebagai Representasi Sifat <i>Dark Triad</i> dalam Buku Kumpulan Cerpen <i>Gres</i> Karya Putu Wijaya<b></b>
Penelitian ini mengkaji penggunaan deiksis dalam kumpulan cerpen Gres karya Putu Wijaya untuk merepresentasikan sifat Dark Triad (narsisme, machiavellianisme, psikopati). Tujuan pe...
Resistensi dalam E-Cerpen Karya Muna Masyari dan Relevansinya terhadap Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia
Resistensi dalam E-Cerpen Karya Muna Masyari dan Relevansinya terhadap Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia
Salah satu jenis karya sastra yang diterima keberadaannya dan cukup populer di masyarakat, yaitu cerpen. Perkembangan teknologi yang semakin pesat membuat cerpen yang awalnya hanya...
KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA DALAM CERPEN GUNA-GUNA TERUNA KARYA IGG DJELANTIK SANTHA
KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA DALAM CERPEN GUNA-GUNA TERUNA KARYA IGG DJELANTIK SANTHA
Abstrak Penelitian ini mengkaji cerpen Guna-Guna Teruna melalui pendekatan sosiologi sastra untuk mengungkap hubungan antara karya sastra dan realitas sosial yang melatarbelakangi...

Back to Top