Javascript must be enabled to continue!
NILAI SPF KOMBINASI EKSTRAK KULIT BUAH DELIMA (Punica granatum L.) DAN NIASINAMIDA SECARA IN VITRO
View through CrossRef
Kulit buah delima (Punica granatum L.) memiliki kandungan polifenol yaitu flavonoid dan tanin terhidrolisis yang memiliki nilai SPF 16,09 termasuk kategori ultra pada konsentrasi 0,011% dan nilai IC50 12,51 dalam uji DPPH dengan metode ekstraksi maserasi. Selain itu, berdasarkan penelitian sebelumnya, diketahui juga bahwa niasinamida dengan konsentrasi 5% memiliki nilai SPF 10,01±0,3 yang termasuk kategori maksimal. Tujuan dari kombinasi ekstrak kulit buah delima (Punica granatum L.) dan niasinamida untuk mengetahui apakah terjadi peningkatan nilai SPF, sehingga memiliki kemampuan fotoprotektor yang lebih optimal pada kulit manusia dari paparan sinar ultraviolet khusunya sinar UV-B. Hasil penelitian menujukkan nilai SPF kulit buah delima pada konsentrasi 0,011% sudah termasuk kategori ultra dengan nilai sebesar 16,5061, sedangkan niasinamida pada konsentrasi 0,5% sudah termasuk kategori ekstra dengan nilai sebesar 6,4355. Kemudian dilakukan pengukuran nilai SPF kombinasi ekstrak kulit buah delima dan niasinamida diperoleh hasil adanya peningkatan nilai SPF hal ini dikarenakan kedua zat aktif ini bersinergis menghasilkan nilai SPF sebesar 30,8337 pada perbandingan E:N (2:1).
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Buleleng
Title: NILAI SPF KOMBINASI EKSTRAK KULIT BUAH DELIMA (Punica granatum L.) DAN NIASINAMIDA SECARA IN VITRO
Description:
Kulit buah delima (Punica granatum L.
) memiliki kandungan polifenol yaitu flavonoid dan tanin terhidrolisis yang memiliki nilai SPF 16,09 termasuk kategori ultra pada konsentrasi 0,011% dan nilai IC50 12,51 dalam uji DPPH dengan metode ekstraksi maserasi.
Selain itu, berdasarkan penelitian sebelumnya, diketahui juga bahwa niasinamida dengan konsentrasi 5% memiliki nilai SPF 10,01±0,3 yang termasuk kategori maksimal.
Tujuan dari kombinasi ekstrak kulit buah delima (Punica granatum L.
) dan niasinamida untuk mengetahui apakah terjadi peningkatan nilai SPF, sehingga memiliki kemampuan fotoprotektor yang lebih optimal pada kulit manusia dari paparan sinar ultraviolet khusunya sinar UV-B.
Hasil penelitian menujukkan nilai SPF kulit buah delima pada konsentrasi 0,011% sudah termasuk kategori ultra dengan nilai sebesar 16,5061, sedangkan niasinamida pada konsentrasi 0,5% sudah termasuk kategori ekstra dengan nilai sebesar 6,4355.
Kemudian dilakukan pengukuran nilai SPF kombinasi ekstrak kulit buah delima dan niasinamida diperoleh hasil adanya peningkatan nilai SPF hal ini dikarenakan kedua zat aktif ini bersinergis menghasilkan nilai SPF sebesar 30,8337 pada perbandingan E:N (2:1).
Related Results
SKRINING FITOKIMIA SENYAWA METABOLIT SEKUNDER DARI EKSTRAK ETANOL BUAH DELIMA (Punica granatum L.) DENGAN METODE UJI WARNA
SKRINING FITOKIMIA SENYAWA METABOLIT SEKUNDER DARI EKSTRAK ETANOL BUAH DELIMA (Punica granatum L.) DENGAN METODE UJI WARNA
Telah dilakukan penelitian skrining fitokimia ekstrak etanol buah delima (Punica granatum L.) yang diperoleh dari Desa Ongkoe Kabupaten Wajo. Penelitian ini bertujuan untuk mengeta...
PENENTUAN SPF (SUN PROTECTION FACTOR) EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH ASAM JAWA (Tamarindus indica L.)
PENENTUAN SPF (SUN PROTECTION FACTOR) EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH ASAM JAWA (Tamarindus indica L.)
Tabir surya merupakan sediaan kosmetika yang digunakan dengan maksud melindungi kulit dari paparan sinar matahari dengan cara memantulkan, sehingga dapat mencegah terjadinya ganggu...
EKSTRAK BUAH DELIMA (Punica granatum L) SEBAGAI FORMULASI LIPSTIK
EKSTRAK BUAH DELIMA (Punica granatum L) SEBAGAI FORMULASI LIPSTIK
Buah Delima (Punica granatum l) termasuk famili Punicaceae yang mengandung antosianin. Warna dari buah delima disebabkan oleh flavanoid yaitu antosianin. Antosianin merupak...
SIFAT ANTIOKSIDATIF EKSTRAK TEH (Camellia sinensis Linn.) JENIS TEH HIJAU, TEH HITAM, TEH OOLONG DAN TEH PUTIH DENGAN PENGERINGAN BEKU (Freeze Drying)
SIFAT ANTIOKSIDATIF EKSTRAK TEH (Camellia sinensis Linn.) JENIS TEH HIJAU, TEH HITAM, TEH OOLONG DAN TEH PUTIH DENGAN PENGERINGAN BEKU (Freeze Drying)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat antioksidatif ekstrak teh (Camellia sinensis Linn.) jenis teh hijau, teh hitam, teh oolong dan teh putih dengan pengeringan beku (Fr...
PEMANFAATAN KULIT BUAH RAMBUTAN (Nephelium lappaceum L.) SEBAGAI AGEN KOSMETIK TABIR SURYA
PEMANFAATAN KULIT BUAH RAMBUTAN (Nephelium lappaceum L.) SEBAGAI AGEN KOSMETIK TABIR SURYA
Kulit buah rambutan (Nephelium lappaceum L) diketahui mengandung senyawa aktif flavonoid. Beberapa flavonoid dari tanaman diketahui mempunyai aktivitas antioksidan dan memiliki kem...
Uji Aktivitas Tabir Surya Lotion Ekstrak Kulit Buah Nanas Madu (Ananas comosus Merr )
Uji Aktivitas Tabir Surya Lotion Ekstrak Kulit Buah Nanas Madu (Ananas comosus Merr )
Pendahuluan: Tabir surya adalah sediaan kosmetika yang digunakan untuk melindungi kulit manusia yang mengandung senyawa kimia yang dapat menyerap dan memantulkan sinar matahari, se...
Efek Antibakteri Ekstrak Kulit Buah Delima (Punica granatum L.) terhadap Escherichia coli
Efek Antibakteri Ekstrak Kulit Buah Delima (Punica granatum L.) terhadap Escherichia coli
Penyakit yang disebabkan oleh bakteri masih sering ditemukan di Indonesia, salah satunya disebabkan oleh bakteri Escherichia coli. Pengobatan untuk penyakit ini dapat dilakukan den...
EFEK EKSTRAK AIR KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) TERHADAP AKTIVITAS TABIR SURYA ETILHEKSIL METOKSISINAMAT
EFEK EKSTRAK AIR KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) TERHADAP AKTIVITAS TABIR SURYA ETILHEKSIL METOKSISINAMAT
Etilheksil metoksisinamat atau oktil metoksisinamat merupakan senyawa yang sering digunakan sebagai bahan tabir surya. Namun demikian bahan tabir surya ini memiliki kelemahan karen...

