Javascript must be enabled to continue!
Perbedaan Makna Novel dan Film Ayat-Ayat Cinta: Kajian Ekranisasi
View through CrossRef
Proses adaptasi dari novel ke bentuk film disebut ekranisasi. Perbedaan yang sering muncul dalam proses ekranisasi selama ini lebih sering disebabkan oleh perbedaan sistem sastra (dalam hal ini novel) dan sistem film. Hal-hal teknis seperti media novel yang berupa kata- kata dan bahasa sementara media utama film adalah audio visual (suara dan gambar) memang menjadi kewajaran jika antara novel dan film menjadi berbeda. Dalam kasus novel dan film
Ayat-Ayat Cinta (AAC), perbedaan yang ada bukan sebatas karena masalah teknis tersebut, tetapi adalah perbedaan yang disengaja. Hasil dari penelitian ini adalah menguraikan perbedaan-perbedaan antara novel dan film AAC yang kemudian bisa terdeskripsikan sebab- sebab perbedaan itu terjadi dan juga makna perbedaan tersebut. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perbedaan yang ada antara novel dan film AAC bukan sebatas karena perbedaan sistem sastra dan sistem film, tetapi perbedaan yang disengaja oleh tim produksi film dengan maksud tertentu. Dari pengayaan dan berdasar pada fakta yang diungkap, peneliti menyimpulkan bahwa film AAC lebih menekankan pada persoalan poligami, ini terlihat dengan banyaknya penambahan adegan di dalam film yang menampilkan kehidupan poligami yang tidak ada di novel, sementara novel AAC lebih berisi. penggambaran perjuangan seorang mahasiswa Indonesia yang kuliah di Mesir beserta perjalanan kisah asmaranya.
Abstract
Adaptation process from novel to film is called ecranization. The differences often show up in the process of ecranization all this time is more regularly because of the difference of art
system (in this case novel) and the film system. Technical things as media or novel which consist of words and language, meanwhile film main media is audio visual (sow1d and picture) becomes a common thing if between novel and film become different. In the case of AAC's novel and film, the difference is not only because of that technical problem, but this is an intentional difference. From this research can be concluded that difference among AAC's novel and film is not one bounds because an system difference and film system, but intentional difference by film production team for the specific purposes. From enrichment and based on fact that revealing, researcher concludes that AAC's film more emphasizes on polygamy problem, this appears on many added scenes in film that feature polygamy life that is not tell in the novel, while AAC'S novel more consist of the struggle of an Indonesian college student that study at Egypt there with his love story.
Keywords: ecranization, novel and film, struggle of an Indonesian college student, polygamy
Title: Perbedaan Makna Novel dan Film Ayat-Ayat Cinta: Kajian Ekranisasi
Description:
Proses adaptasi dari novel ke bentuk film disebut ekranisasi.
Perbedaan yang sering muncul dalam proses ekranisasi selama ini lebih sering disebabkan oleh perbedaan sistem sastra (dalam hal ini novel) dan sistem film.
Hal-hal teknis seperti media novel yang berupa kata- kata dan bahasa sementara media utama film adalah audio visual (suara dan gambar) memang menjadi kewajaran jika antara novel dan film menjadi berbeda.
Dalam kasus novel dan film
Ayat-Ayat Cinta (AAC), perbedaan yang ada bukan sebatas karena masalah teknis tersebut, tetapi adalah perbedaan yang disengaja.
Hasil dari penelitian ini adalah menguraikan perbedaan-perbedaan antara novel dan film AAC yang kemudian bisa terdeskripsikan sebab- sebab perbedaan itu terjadi dan juga makna perbedaan tersebut.
Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perbedaan yang ada antara novel dan film AAC bukan sebatas karena perbedaan sistem sastra dan sistem film, tetapi perbedaan yang disengaja oleh tim produksi film dengan maksud tertentu.
Dari pengayaan dan berdasar pada fakta yang diungkap, peneliti menyimpulkan bahwa film AAC lebih menekankan pada persoalan poligami, ini terlihat dengan banyaknya penambahan adegan di dalam film yang menampilkan kehidupan poligami yang tidak ada di novel, sementara novel AAC lebih berisi.
penggambaran perjuangan seorang mahasiswa Indonesia yang kuliah di Mesir beserta perjalanan kisah asmaranya.
Abstract
Adaptation process from novel to film is called ecranization.
The differences often show up in the process of ecranization all this time is more regularly because of the difference of art
system (in this case novel) and the film system.
Technical things as media or novel which consist of words and language, meanwhile film main media is audio visual (sow1d and picture) becomes a common thing if between novel and film become different.
In the case of AAC's novel and film, the difference is not only because of that technical problem, but this is an intentional difference.
From this research can be concluded that difference among AAC's novel and film is not one bounds because an system difference and film system, but intentional difference by film production team for the specific purposes.
From enrichment and based on fact that revealing, researcher concludes that AAC's film more emphasizes on polygamy problem, this appears on many added scenes in film that feature polygamy life that is not tell in the novel, while AAC'S novel more consist of the struggle of an Indonesian college student that study at Egypt there with his love story.
Keywords: ecranization, novel and film, struggle of an Indonesian college student, polygamy.
Related Results
Metafora cinta dalam bahasa Batak Toba
Metafora cinta dalam bahasa Batak Toba
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kategorisasi metafora konseptual cinta dalam bahasa Batak Toba. Data yang digunakan adalah data tulis dan data lisan. Data tulis dipe...
Ekranisasi Cerpen "Cinta Laki-Laki Biasa" Karya Asma Nadia ke Film Cinta Laki-Laki Biasa Sutradara Guntur Soeharjanto
Ekranisasi Cerpen "Cinta Laki-Laki Biasa" Karya Asma Nadia ke Film Cinta Laki-Laki Biasa Sutradara Guntur Soeharjanto
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses ekranisasi alur, tokoh penokohan, dan latar pada cerpen “Cinta Laki-Laki Biasa” karya Asma Nadia ke dalam bentuk film. Metode...
Ekranisasi Film dalam Maskulinitas Muslim studi kasus pada Film ‘Ayat-ayat Cinta’
Ekranisasi Film dalam Maskulinitas Muslim studi kasus pada Film ‘Ayat-ayat Cinta’
Maskulinitas pada film-film Islami, termasuk dalam film "Ayat-Ayat Cinta," besutan sutradara Hanung Bramantyo mengacu pada representasi karakter laki-laki yang mencerminkan atau me...
Coping Stress Dalam Perspektif Al Qur’an
Coping Stress Dalam Perspektif Al Qur’an
Dalam kehidupan sehari-hari tentu kita pernah mengalami stres, yang mendorong kita untuk melakukan coping stres supaya kita tidak terjebak dan terpuruk karenanya. Kajian coping str...
KONSTRUKSI MAKKIYAH MADANIAH PADA PENAFSIRAN AYAT-AYAT KHAMR
KONSTRUKSI MAKKIYAH MADANIAH PADA PENAFSIRAN AYAT-AYAT KHAMR
Salah satu permasalahan yang direspons secara berbeda antara periode Makkah dan periode Madinah adalah masalah khamr. Hal ini terlihat pada perbedaan konstruksi ayat-ayat khamr Mak...
PERUBAHAN UNSUR NARATIF PADA EKRANISASI NOVEL “DILAN: DIA ADALAH DILANKU TAHUN 1990” KE DALAM FILM “DILAN 1990” DAN NOVEL “DILAN: DIA ADALAH DILANKU TAHUN 1991” KE DALAM FILM “DILAN 1991”
PERUBAHAN UNSUR NARATIF PADA EKRANISASI NOVEL “DILAN: DIA ADALAH DILANKU TAHUN 1990” KE DALAM FILM “DILAN 1990” DAN NOVEL “DILAN: DIA ADALAH DILANKU TAHUN 1991” KE DALAM FILM “DILAN 1991”
ABSTRAKMunculnya fenomena pengadaptasian novel ke bentuk film merupakan perubahan substansi dari wacana yang memunculkan istilah ekranisasi. Hal tersebut dirasa perlu karena terdap...
Reclaiming the Wasteland: Samson and Delilah and the Historical Perception and Construction of Indigenous Knowledges in Australian Cinema
Reclaiming the Wasteland: Samson and Delilah and the Historical Perception and Construction of Indigenous Knowledges in Australian Cinema
It was always based on a teenage love story between the two kids. One is a sniffer and one is not. It was designed for Central Australia because we do write these kids off there. N...
ANALISIS SEMIOTIKA MAKNA CINTA PADA LIRIK LAGU “TAK SEKEDAR CINTA” KARYA DNANDA
ANALISIS SEMIOTIKA MAKNA CINTA PADA LIRIK LAGU “TAK SEKEDAR CINTA” KARYA DNANDA
This study examines the meaning of love in the lyrics of Dnanda's song "Tak Sekedar Cinta" by using Roland Barthes' semiotic theory. In this semiotic analysis, Roland Barthes exami...

