Javascript must be enabled to continue!
TANDA BUDAYA DALAM CERPEN FILOSOFI KOPI KARYA DEE LESTARI TINJAUAN SEMIOTIKA BUDAYA JURIJ LOTMAN
View through CrossRef
Abstrak: Tulisan ini mengambil objek sebuah cerpen dari Dee Lestari yang berjudul Filosofi Kopi. Cerpen ini bertemakan tentang kopi, dan gambaran bagaimana kopi memiliki karakter dan akan mewakili orang meminumnya. Selanjutnya dari pemaknaan yang muncul atas berbagai jenis kopi akan dilihat budaya yang melatarbelakangi pemaknaan tersebut, bagaimana makna tersebut bisa diterima dalam sebuah lingkungan hingga pada akhirnya menuju tentang bagaimana penggambaran simbolisasinya di dalam cerpen serta relevansi yang ada terkait dengan fakta masa kini. Cerpen ini akan dilihat melalui teori semiotika budaya Jurij Lotman. Cerpen ini mengandung beberapa oposisi yang dapat dikontestasikan yaitu kopi yang mewakili bentuk budaya tradisional dan modern. Hal tersebut juga didukung setting yang memberikan penggambaran budaya yang sama juga. Selanjutnya wacana barat dan timur juga dikontestasikan melalui berbagai jenis kopi yang ada, hingga penggambaran kapitalisme yang berakhir dengan kekalahan serta kontestasi antara tradisional dan modern yang juga dimenangkan oleh budaya tradisional. Selanjutnya cerpen ini dipergunakan sebagai sebuah alat pemberdaya kapitalisme Kata kunci: semiotika budaya, semiosphere, filosofi kopi, tanda budaya Abstract: This article takes the object of a short story from Dee Lestari entitled Filosofi Kopi. This short story is about coffee, and an illustration of how coffee has character and will represent people drinking it. Furthermore, culture will be seen which lies behind the meaning of each type of coffee, how that meaning can be accepted in an environment until finally leading to how its symbolic depiction in the short story and the relevance that exists is related to the facts of the present. This short story will be seen through Jurij Lotman's semiotic culture theory. This short story contains some opposition that can be contested, namely coffee which represents traditional and modern forms of culture. It is also supported by settings that provide the same cultural depiction. Furthermore, western and eastern discourses are also contested through various types of coffee that exist, until the depiction of capitalism which ends with defeat and contestation between traditional and modern which is also won by traditional culture. Furthermore, this short story is used as a tool to empower capitalism Keywords: cultural semiotics, semiosphere, Filosofi Kopi, cultural signs
Title: TANDA BUDAYA DALAM CERPEN FILOSOFI KOPI KARYA DEE LESTARI TINJAUAN SEMIOTIKA BUDAYA JURIJ LOTMAN
Description:
Abstrak: Tulisan ini mengambil objek sebuah cerpen dari Dee Lestari yang berjudul Filosofi Kopi.
Cerpen ini bertemakan tentang kopi, dan gambaran bagaimana kopi memiliki karakter dan akan mewakili orang meminumnya.
Selanjutnya dari pemaknaan yang muncul atas berbagai jenis kopi akan dilihat budaya yang melatarbelakangi pemaknaan tersebut, bagaimana makna tersebut bisa diterima dalam sebuah lingkungan hingga pada akhirnya menuju tentang bagaimana penggambaran simbolisasinya di dalam cerpen serta relevansi yang ada terkait dengan fakta masa kini.
Cerpen ini akan dilihat melalui teori semiotika budaya Jurij Lotman.
Cerpen ini mengandung beberapa oposisi yang dapat dikontestasikan yaitu kopi yang mewakili bentuk budaya tradisional dan modern.
Hal tersebut juga didukung setting yang memberikan penggambaran budaya yang sama juga.
Selanjutnya wacana barat dan timur juga dikontestasikan melalui berbagai jenis kopi yang ada, hingga penggambaran kapitalisme yang berakhir dengan kekalahan serta kontestasi antara tradisional dan modern yang juga dimenangkan oleh budaya tradisional.
Selanjutnya cerpen ini dipergunakan sebagai sebuah alat pemberdaya kapitalisme Kata kunci: semiotika budaya, semiosphere, filosofi kopi, tanda budaya Abstract: This article takes the object of a short story from Dee Lestari entitled Filosofi Kopi.
This short story is about coffee, and an illustration of how coffee has character and will represent people drinking it.
Furthermore, culture will be seen which lies behind the meaning of each type of coffee, how that meaning can be accepted in an environment until finally leading to how its symbolic depiction in the short story and the relevance that exists is related to the facts of the present.
This short story will be seen through Jurij Lotman's semiotic culture theory.
This short story contains some opposition that can be contested, namely coffee which represents traditional and modern forms of culture.
It is also supported by settings that provide the same cultural depiction.
Furthermore, western and eastern discourses are also contested through various types of coffee that exist, until the depiction of capitalism which ends with defeat and contestation between traditional and modern which is also won by traditional culture.
Furthermore, this short story is used as a tool to empower capitalism Keywords: cultural semiotics, semiosphere, Filosofi Kopi, cultural signs.
Related Results
Analisa Segmenting, Targeting, Positioning, dan Swot Sebagai Strategi Pemasaran Kopi Karlos (Studi pada Produsen Kopi Karlos Desa Donowarih Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang)
Analisa Segmenting, Targeting, Positioning, dan Swot Sebagai Strategi Pemasaran Kopi Karlos (Studi pada Produsen Kopi Karlos Desa Donowarih Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang)
Kopi menjadi komoditas unggulan dalam sektor pertanian Indonesia. Salah satu daerah yang menjadi penghasil kopi terbesar adalah Malang, Jawa Timur. Kopi yang menjadi daya tarik dar...
Sejarah Kopi Kapal Api
Sejarah Kopi Kapal Api
Kopi Kapal Api telah ada sejak zaman penjajahan Belanda datang ke Indonesia. Sebelumnya, perusahaan kopi Kapal Api didirikan, pada tahun 1927, tiga orang bersaudara yaitu Go Soe Lo...
Alegori Kesetiaan Dalam Cerpen Baishui Qingcai (白水青菜) Sup Bening Sawi Hijau Karya Pan Xiangli (潘向黎)
Alegori Kesetiaan Dalam Cerpen Baishui Qingcai (白水青菜) Sup Bening Sawi Hijau Karya Pan Xiangli (潘向黎)
Artikel ini membahas karya sastra kontemporer Pan Xiangli dalam cerpennya yang berjudul Sup Bening Sawi Hijau. Teori yang akan digunakan adalah teori semiotika untuk menganalisis k...
PENERAPAN UJI MUTU PROSES PRODUKSI KOPI DI UD TENANT BERKAH LESTARI LAMPUNG SELATAN
PENERAPAN UJI MUTU PROSES PRODUKSI KOPI DI UD TENANT BERKAH LESTARI LAMPUNG SELATAN
UD Tenant Berkah Lestari adalah Usaha Mikro Kecil Menengah yang bergerak dibidang agroindustri hasil perkebunan komoditas kopi. Usaha Kopi yang dijalankan oleh UD Tenant ini melaku...
Instagram Sebagai Media Promosi Coffee Shop
Instagram Sebagai Media Promosi Coffee Shop
Abstract. The business world in Indonesia is currently benefiting from the presence of Instagram. Instagram is an application that allows users to share photos and videos. Its use,...
Cerpen “ Lailatun Ghaba Anha Al-qamar” Karya Najib Al-kaylani(Studi Analisis Struktural dan Semiotik)
Cerpen “ Lailatun Ghaba Anha Al-qamar” Karya Najib Al-kaylani(Studi Analisis Struktural dan Semiotik)
Penelitian ini mengkaji cerpen “Malam Tanpa Bulan” karya Najib Al-Kaylani dengan kajian strukturalisme Roberth Stanton dan kajian semiotika Charles Sanders Pierce. Penelitian ini b...
Nilai Kearifan Lokal pada Cerpen Silariang dalam Antologi Cerpen Gadis Pakarena Karya Khrisna Pabichara
Nilai Kearifan Lokal pada Cerpen Silariang dalam Antologi Cerpen Gadis Pakarena Karya Khrisna Pabichara
Karya sastra menjadi bentuk karya yang di dalamnya memadukan unsur imajinasi dan kehidupan nyata baik sastra lisan maupun tulisan. Karya sastra mengandung babagi aspek salah satuny...
Berbagai Aspek Firasat dalam Cerpen Firasat Karya Dewi Lestari: Sebuah Kajian Paratekstual
Berbagai Aspek Firasat dalam Cerpen Firasat Karya Dewi Lestari: Sebuah Kajian Paratekstual
<h4>Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Mengungkapkan berbagai aspek firasat dalam cerpen ”Firasat” karya Dewi Lestari, 2) Mengungkapkan berbagai hal menyangkut firasat dala...

