Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

INTELEGENSI KINESTETIK PADA REMAJA PENDERITA MUTISME GOLONGAN TIGA USIA 15 TAHUN : KAJIAN PSIKOLINGUISTIK

View through CrossRef
Dalam penelitian ini, akan di bahas tentang gangguan berbahasa yang mempengaruhi kemampuan sesorang, untuk berkomunikasi pada gangguan berbicara mutisme. Gangguan mutisme terbagi menjadi 3 golongan. Golongan pertama, orang yang bisu karena kerusakan atau kelainan alat artikulasi sehingga dia tidak bisa memproduksi ujaran bahasa. Golongan kedua, orang yang bisu karena kerusakan atau kelainan alat artikulasi dan alat pendengarnya. Golongan ketiga, orang bisu yang sebenarnya alat artikulasinya normal tidak ada kelainan. Penelitian ini menggunakan kajian psikolinguistik dan difokuskan pada mutisme golongan ketiga. Objek penelitian ini ialah penderita mutisme bernama Salsabila E.M.Y. yang berusia 15 tahun. Kualitatif deksriptif adalah metode yang digunakan untuk mengulas, mendeskripsikan data yang di dapat. Terdapat tujuh data bunyi fonetik dan perilaku berbahasa yang menjadi fokus penelitian. Hasil data tersebut kemudian dikembangkan dalam bentuk deskripsi data yang ditemukan bahwa penderita mutisme ini juga menggunakan intelegensi kinestik untuk mengungkapkan maksud yang ingin diucapkannya. Intelegensi kinestik ini bahkan tidak mengalami gangguan sama sekali. Kesimpulannya, gangguan berbicara mutisme tidak dapat disamakan dengan  bisu-tuli, karena mereka dapat menggunakan gerakan tubuh untuk mengekspresikan gagasan atau perasaan, termasuk keterampilan mengordinasikan gerakan dan kelenturan tubuh. Kemampuan menggunakan tubuh menjadi dasar pemaknaan bunyi fonetis yang diujarkan oleh penderita gangguan berbicara mutisme.
Title: INTELEGENSI KINESTETIK PADA REMAJA PENDERITA MUTISME GOLONGAN TIGA USIA 15 TAHUN : KAJIAN PSIKOLINGUISTIK
Description:
Dalam penelitian ini, akan di bahas tentang gangguan berbahasa yang mempengaruhi kemampuan sesorang, untuk berkomunikasi pada gangguan berbicara mutisme.
Gangguan mutisme terbagi menjadi 3 golongan.
Golongan pertama, orang yang bisu karena kerusakan atau kelainan alat artikulasi sehingga dia tidak bisa memproduksi ujaran bahasa.
Golongan kedua, orang yang bisu karena kerusakan atau kelainan alat artikulasi dan alat pendengarnya.
Golongan ketiga, orang bisu yang sebenarnya alat artikulasinya normal tidak ada kelainan.
Penelitian ini menggunakan kajian psikolinguistik dan difokuskan pada mutisme golongan ketiga.
Objek penelitian ini ialah penderita mutisme bernama Salsabila E.
M.
Y.
yang berusia 15 tahun.
Kualitatif deksriptif adalah metode yang digunakan untuk mengulas, mendeskripsikan data yang di dapat.
Terdapat tujuh data bunyi fonetik dan perilaku berbahasa yang menjadi fokus penelitian.
Hasil data tersebut kemudian dikembangkan dalam bentuk deskripsi data yang ditemukan bahwa penderita mutisme ini juga menggunakan intelegensi kinestik untuk mengungkapkan maksud yang ingin diucapkannya.
Intelegensi kinestik ini bahkan tidak mengalami gangguan sama sekali.
Kesimpulannya, gangguan berbicara mutisme tidak dapat disamakan dengan  bisu-tuli, karena mereka dapat menggunakan gerakan tubuh untuk mengekspresikan gagasan atau perasaan, termasuk keterampilan mengordinasikan gerakan dan kelenturan tubuh.
Kemampuan menggunakan tubuh menjadi dasar pemaknaan bunyi fonetis yang diujarkan oleh penderita gangguan berbicara mutisme.

Related Results

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
PENYULUHAN GENRE ORANG MUDA HARAPAN BANGSA
PENYULUHAN GENRE ORANG MUDA HARAPAN BANGSA
ABSTRAK Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Menurut WHO batasan usia remaja adalah 10 tahun hingga 19 tahun. Batasan usia remaja yang digunak...
Sosio-Psikolinguistik
Sosio-Psikolinguistik
Sosio-Psikolinguistik adalah salah satu cabang ilmu dalam bidang linguistik terapan yang mempelajari keterkaitan antara aspek sosial dan psikologis dalam proses penggunaan dan pema...
Peran Edukasi Remaja dalam Pencegahan Stunting
Peran Edukasi Remaja dalam Pencegahan Stunting
Pendahuluan : Program Generasi Berencana (GenRe) menjadi salah satu program yang dituntut untuk melakukan penyesuaian karena target Group dari program ini adalah remaja yang tidak ...
AKULTURASI DAN EFEKTIFITAS PENYERAPAN BAHASA KEDUA DI LINGKUNGAN FORMAL MELALUI PRINSIP PSIKOLINGUISTIK (STUDI KASUS: DI SMAN 1 BERAU)
AKULTURASI DAN EFEKTIFITAS PENYERAPAN BAHASA KEDUA DI LINGKUNGAN FORMAL MELALUI PRINSIP PSIKOLINGUISTIK (STUDI KASUS: DI SMAN 1 BERAU)
Dalam penelitian ini membahas psikolinguistik telah memberikan banyak temuan yang menjelaskan bagaimana siswa memperoleh bahasa, menghasilkan dan merasakan baik bahasa lisan maupun...
Survival Rate Penderita Kanker Serviks Stadium IIIB Menurut Jenis Hispatologi dan Usia
Survival Rate Penderita Kanker Serviks Stadium IIIB Menurut Jenis Hispatologi dan Usia
Latar Belakang: Statistik kelangsungan hidup membantu memprediksi peluang bertahan hidup penderita kanker. Hispatologi dan usia penderita masih menjadi perdebatan apakah kedua vari...
PENDAMPINGAN ANEMIA PADA REMAJA DAN PERSIAPAN MENGHADAPI MENARCHE DI SMP TRI SUKSES NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
PENDAMPINGAN ANEMIA PADA REMAJA DAN PERSIAPAN MENGHADAPI MENARCHE DI SMP TRI SUKSES NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
 Dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu tentu tidak dimulai saat seorang wanita hamil saja. Diperlukan persiapan seorang remaja yang sehat agar menjadi ibu yang sehat. Remaja yang ...

Back to Top