Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN PERKEMBANGAN BALITA USIA 1-5 TAHUN

View through CrossRef
Perkembangan merupakan suatu proses kematangan fungsi tubuh anak yang berkaitan dengan social emosional, motorik kasar, motorik halus, dan berbahasa anak. Anak balita usia 1-5 tahun merupakan situasi usia yang  sangat  mempengaruhi perkembangan anak serta kualitas anak ke periode selanjutnya. Tujuan penelitian, adalah mengetahui hubungan status gizi dengan perkembangan balita usia 1-5 tahun di Posyandu Desa Talang Duku Kabupaten Muaro jambi. Variabel dalam penelitian adalah variabel independen startus gizi balita  usia 1-5 tahun dan variabel dependen perkembangan balita usia 1-5 tahun jenis penelitian menggunakan analitik kolerasional dengan desain cross sectional,  dengan  populasi sebanyak 125 balita dan orang tua dengan sampel 95 balita dan orang tua dengan teknik probability sampling, pengambilan sampel secara simple random sampling dengan instrument penelitian meggunakan timbangan berat  badan  dan  dengan  kuisioner praskrining perkembangan, pengelolahan data editing, coding, scoring,  dan  tabulating dan uji statistic menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian diperoleh, status gizi buruk 4 balita (4,2%),  gizi  kurang  13 balita (13,7%), gizi baik 78 balita (82,1%), perkembangan yang sesuai 76 balita (80,0%), perkembangan yang meragukan 15  (15,8%),  perkembangan  penyimpangan  4  balita (4,2%). Hasil uji chi-square menunjukan signifikasi p= 0,000 ≤ α (0,05), sehingga terdapat hubungan antara status gizi dengan perkembangan balita.
STIKES Keluarga Bunda Jambi
Title: HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN PERKEMBANGAN BALITA USIA 1-5 TAHUN
Description:
Perkembangan merupakan suatu proses kematangan fungsi tubuh anak yang berkaitan dengan social emosional, motorik kasar, motorik halus, dan berbahasa anak.
Anak balita usia 1-5 tahun merupakan situasi usia yang  sangat  mempengaruhi perkembangan anak serta kualitas anak ke periode selanjutnya.
Tujuan penelitian, adalah mengetahui hubungan status gizi dengan perkembangan balita usia 1-5 tahun di Posyandu Desa Talang Duku Kabupaten Muaro jambi.
Variabel dalam penelitian adalah variabel independen startus gizi balita  usia 1-5 tahun dan variabel dependen perkembangan balita usia 1-5 tahun jenis penelitian menggunakan analitik kolerasional dengan desain cross sectional,  dengan  populasi sebanyak 125 balita dan orang tua dengan sampel 95 balita dan orang tua dengan teknik probability sampling, pengambilan sampel secara simple random sampling dengan instrument penelitian meggunakan timbangan berat  badan  dan  dengan  kuisioner praskrining perkembangan, pengelolahan data editing, coding, scoring,  dan  tabulating dan uji statistic menggunakan uji chi-square.
Hasil penelitian diperoleh, status gizi buruk 4 balita (4,2%),  gizi  kurang  13 balita (13,7%), gizi baik 78 balita (82,1%), perkembangan yang sesuai 76 balita (80,0%), perkembangan yang meragukan 15  (15,8%),  perkembangan  penyimpangan  4  balita (4,2%).
Hasil uji chi-square menunjukan signifikasi p= 0,000 ≤ α (0,05), sehingga terdapat hubungan antara status gizi dengan perkembangan balita.

Related Results

Hubungan status gizi dengan pertumbuhan dan perkembangan balita 1-3 tahun
Hubungan status gizi dengan pertumbuhan dan perkembangan balita 1-3 tahun
Relationships between physical growth, mental development and nutritional status in children 1–3 years of ageBackground: Based on health surveys under the Ministry of Health of the...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Frequency Of Toddler’S Visit To Posyandu And Nutritional Status Of Toddlers (BW/A, BH/A, BW/BH)
Frequency Of Toddler’S Visit To Posyandu And Nutritional Status Of Toddlers (BW/A, BH/A, BW/BH)
Latar belakang: Berdasarkan hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) pada Tahun 2018 prevalensi balita underweight di Kabupaten Way Kanan sebesar 19,57%. Kunjungan balita ke Posyand...
Hubungan Pengetahuan Sikap dan Tindakan terhadap Status Gizi
Hubungan Pengetahuan Sikap dan Tindakan terhadap Status Gizi
Background: Toddler's nutrition is a serious problem in several areas of Indonesia, one of them is Surabaya. In 2015 Surabaya have 513 toddlers with nutrition status below the red ...
Gambaran Kejadian Stunting Pada Balita di Puskesmas Paliyan Gunung Kidul Yogyakarta
Gambaran Kejadian Stunting Pada Balita di Puskesmas Paliyan Gunung Kidul Yogyakarta
Latar Belakang: Masalah stunting di Indonesia adalah ancaman serius yang memerlukan penanganan yang tepat. Berdasarkan Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) pada tahun 2020, ...
HUBUNGAN STUNTING DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PADA BALITA
HUBUNGAN STUNTING DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PADA BALITA
Abstrak : Tuberkulosis (TB) dan stunting masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan stunting dengan kejadian TB pada anak usia 1-59 ...
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN PERKEMBANGAN BALITA USIA 1-3 TAHUN (Di Posyandu Jaan Desa Jaan Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk)
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN PERKEMBANGAN BALITA USIA 1-3 TAHUN (Di Posyandu Jaan Desa Jaan Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk)
     Perkembangan memiliki tahapan yang berurutan mulai dari kemampuan melakukan hal yang sederhana menuju kemampuan melakukan hal yang sempurna dan setiap individu memiliki kecepa...

Back to Top