Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

LATARBELAKANG DAN MAKNA DRWYAHAJI SERTA BUNCANGHAJI BERDASARKAN DATA PRASASTI BALI KUNO

View through CrossRef
Inscriptions issued at the time of ancient Bali is evidence that represents authentic community life in the days of ancient Bali. One of the data contained in the inscription is data about the payment or delivery drwyahaji. Drwyahaji problem has long attracted the attention of archaeologists. Drwyahaji is a term used in the inscriptions to mention the right of the king in the form of matter, but the data shows that the inscription drwyahaji not only dedicated to the king, also to officials and sacred buildings. Even in ancient Bali inscription drwyahaji submission to the sacred building first was found before their submission to the king and the officials drwyahaji. In addition to the drwyahaji, picks up the services of the people’s rights in the form of labor (buncanghaji) for development in various sectors have also been carried out. The above figures encourage awareness that more thorough studies should be carried out, especially on matters underlying human action and whether the meaning of submission and implementation buncanghaji drwyahaji both individually and as members of society. Prasasti-prasasti yang dikeluarkan pada masa Bali Kuno merupakan bukti otentik yang merepresentasikan kehidupan masyarakat pada zaman Bali Kuno. Salah satu data yang terkandung dalam prasasti adalah data tentang pembayaran atau penyerahan drwyahaji. Masalah drwyahaji telah lama menarik perhatian para arkeolog. Drwyahaji merupakan istilah dalam prasasti yang dipergunakan untuk menyebutkan hak raja yang berupa materi, akan tetapi data prasasti memperlihatkan bahwa drwyahaji bukan saja dipersembahkan kepada raja, namun juga kepada para pejabat dan bangunan suci. Bahkan, dalam prasasti Bali Kuno penyerahan drwyahaji kepada bangunan suci lebih dulu ditemukan sebelum adanya penyerahan drwyahaji kepada raja maupun pejabat. Di samping drwyahaji, hak memungut jasa dari rakyat berupa tenaga kerja (buncanghaji) untuk pembangunan di berbagai sektor juga telah dilakukan.Gambaran di atas mendorong timbulnya kesadaran untuk melakukan penelitian yang lebih seksama, perlu dilaksanakan terutama mengenai hal-hal yang melatarbelakangi tindakan manusia tersebut dan apakah makna penyerahan drwyahaji dan pelaksanaan buncanghaji baik secara pribadi, serta sebagai anggota masyarakat.
Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud
Title: LATARBELAKANG DAN MAKNA DRWYAHAJI SERTA BUNCANGHAJI BERDASARKAN DATA PRASASTI BALI KUNO
Description:
Inscriptions issued at the time of ancient Bali is evidence that represents authentic community life in the days of ancient Bali.
One of the data contained in the inscription is data about the payment or delivery drwyahaji.
Drwyahaji problem has long attracted the attention of archaeologists.
Drwyahaji is a term used in the inscriptions to mention the right of the king in the form of matter, but the data shows that the inscription drwyahaji not only dedicated to the king, also to officials and sacred buildings.
Even in ancient Bali inscription drwyahaji submission to the sacred building first was found before their submission to the king and the officials drwyahaji.
In addition to the drwyahaji, picks up the services of the people’s rights in the form of labor (buncanghaji) for development in various sectors have also been carried out.
The above figures encourage awareness that more thorough studies should be carried out, especially on matters underlying human action and whether the meaning of submission and implementation buncanghaji drwyahaji both individually and as members of society.
Prasasti-prasasti yang dikeluarkan pada masa Bali Kuno merupakan bukti otentik yang merepresentasikan kehidupan masyarakat pada zaman Bali Kuno.
Salah satu data yang terkandung dalam prasasti adalah data tentang pembayaran atau penyerahan drwyahaji.
Masalah drwyahaji telah lama menarik perhatian para arkeolog.
Drwyahaji merupakan istilah dalam prasasti yang dipergunakan untuk menyebutkan hak raja yang berupa materi, akan tetapi data prasasti memperlihatkan bahwa drwyahaji bukan saja dipersembahkan kepada raja, namun juga kepada para pejabat dan bangunan suci.
Bahkan, dalam prasasti Bali Kuno penyerahan drwyahaji kepada bangunan suci lebih dulu ditemukan sebelum adanya penyerahan drwyahaji kepada raja maupun pejabat.
Di samping drwyahaji, hak memungut jasa dari rakyat berupa tenaga kerja (buncanghaji) untuk pembangunan di berbagai sektor juga telah dilakukan.
Gambaran di atas mendorong timbulnya kesadaran untuk melakukan penelitian yang lebih seksama, perlu dilaksanakan terutama mengenai hal-hal yang melatarbelakangi tindakan manusia tersebut dan apakah makna penyerahan drwyahaji dan pelaksanaan buncanghaji baik secara pribadi, serta sebagai anggota masyarakat.

Related Results

Perbandingan Bentuk dan Makna Nama Tempat Di Bali Berdasarkan Prasasti Bali Kuno
Perbandingan Bentuk dan Makna Nama Tempat Di Bali Berdasarkan Prasasti Bali Kuno
Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan (1) nama tempat yang ada di Bali berdasarkan prasasti Bali Kuno, (2) perbandingan bentuk nama tempat di Bali berdasarkan prasasti Bali Ku...
Penemuan Prasasti Sapit sebagai Bukti Kemajuan Peradaban Literasi Masyarakat Lombok
Penemuan Prasasti Sapit sebagai Bukti Kemajuan Peradaban Literasi Masyarakat Lombok
In the province of West Nusa Tenggara, no ancient objects in the form of inscriptions have been found. This is also supported by most research results stating that no inscriptions ...
PROGRAM ACARA GEGIRANG SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI BERLANDASKAN AGAMA HINDU DI LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK (LPP) TVRI STASIUN BALI
PROGRAM ACARA GEGIRANG SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI BERLANDASKAN AGAMA HINDU DI LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK (LPP) TVRI STASIUN BALI
Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI Stasiun Bali merupakan salah stasiun televisi lokal milik pemerintah Republik Indonesia yang dekat dengan budaya masyarakat setempat. Selain pen...
PAUBAHAN TEGES KOSA KATA BASA BALI KUNA SAJERONING BASA BALI BARU
PAUBAHAN TEGES KOSA KATA BASA BALI KUNA SAJERONING BASA BALI BARU
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan: (1) Arti kata Bahasa Bali Kuna yang ada pada prasasti tahun 915-942 Masehi dan tahun 951-983 Masehi, (2) Perubahan makna Bahasa Bali Kun...
KEMANFAATAN DAN MAKNA KOSAKATA JAWA KUNO/SANSKERTA DI RUANG PUBLIK
KEMANFAATAN DAN MAKNA KOSAKATA JAWA KUNO/SANSKERTA DI RUANG PUBLIK
Currently, the Javanese Kuno or Sanskrit language has been used to name several government buildings in the Special Region of Yogyakarta. However, the vocabulary is no longer used ...
Peyorasi Kosa Kata Jawa Kuno dalam Bahasa Bali
Peyorasi Kosa Kata Jawa Kuno dalam Bahasa Bali
Balinese is one of the regional languages in the Indonesian archipelago. In its use, Balinese requires speakers to select words based on a complex system of linguistic levels. Over...
PRASASTI-PRASASTI SAPATHA SRIWIJAYA: KAJIAN PANOPTISISME FOUCAULT
PRASASTI-PRASASTI SAPATHA SRIWIJAYA: KAJIAN PANOPTISISME FOUCAULT
Kajian ini dilakukan guna menelaah prasasti-prasasti sapatha Sriwijaya melalui perspektif panopticon Michel Foucault. Tujuannya adalah untuk menganalisis latar belakang pencantuman...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...

Back to Top