Javascript must be enabled to continue!
HUBUNGAN KEBIASAAN MAKAN DENGAN STATUS GIZI PADA MAHASISWA STIK IMMANUEL BANDUNG
View through CrossRef
Abstrak Remaja sering kali mengalami permasalahan gizi, baik gizi kurang maupun gizi lebih. Hal ini dikarenakan banyak faktor yang dapat mempengaruhi status gizi pada remaja. Salah satunya adalah kebiasaan makan remaja yang melewatkan waktu makan, makan tidak teratur, tidak menyukai makanan tertentu, serta mengurangi frekuensi makan. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan makan dengan status gizi pada mahasiswa STIK Immanuel Bandung. Desain dalam penelitian ini menggunakan cross sectional study, dengan pendekatan purposive sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa STIK Immanuel Bandung. Rumus yang digunakan untuk perhitungan sampel adalah slovin, sehingga berdasarkan perhitungan dengan menggunakan rumus tersebut didapatkan 68 sampel. Kebiasaan makan diukur menggunakan kuesioner Food Frequency Questionnaire dan status gizi diukur menggunakan alat microtoise serta timbangan berat badan. Data dianalisis menggunakan uji statistik Chi-square. Hasil dalam penelitian didapatkan nilai signifikan 0,648 (p > 0,05) ini berarti tidak adanya hubungan antara kebiasaan makan dengan status gizi pada mahasiswa STIK Immanuel Bandung. Kata Kunci : kebiasaan Makan, Status Gizi, Mahasiswa Abstract Teenagers often experience nutritional problems, both malnutrition and over weight. This is because many factors can affect nutritional status in adolescents. Adolescents have many eating habits. Some of adolescents often skip meals, eat irregularly, do not like certain foods, and reduce the frequency of eating. The aimed of this study was to determine the relationship between food behaviour with nutritional status in Immanuel Institute of Health Science’s Student College. Design of this study was cross sectional, with purposive sampling. 68 student college from Immanuel Institute of Health Science used as participant. Food behaviour was measured by Food Frequency Questionnaire (FFQ). Nutritional status was measured by stature meter and weight scales. Data were analyzed by Chi-quare. Results showed that there were no relationship between food beaviour and nutritional status in Immanuel Institute of Health Scince’s student college (r = 0,648; p = > 0.05). Keyword : food behaviour, nutritional status, student college.
Title: HUBUNGAN KEBIASAAN MAKAN DENGAN STATUS GIZI PADA MAHASISWA STIK IMMANUEL BANDUNG
Description:
Abstrak Remaja sering kali mengalami permasalahan gizi, baik gizi kurang maupun gizi lebih.
Hal ini dikarenakan banyak faktor yang dapat mempengaruhi status gizi pada remaja.
Salah satunya adalah kebiasaan makan remaja yang melewatkan waktu makan, makan tidak teratur, tidak menyukai makanan tertentu, serta mengurangi frekuensi makan.
Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan makan dengan status gizi pada mahasiswa STIK Immanuel Bandung.
Desain dalam penelitian ini menggunakan cross sectional study, dengan pendekatan purposive sampling.
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa STIK Immanuel Bandung.
Rumus yang digunakan untuk perhitungan sampel adalah slovin, sehingga berdasarkan perhitungan dengan menggunakan rumus tersebut didapatkan 68 sampel.
Kebiasaan makan diukur menggunakan kuesioner Food Frequency Questionnaire dan status gizi diukur menggunakan alat microtoise serta timbangan berat badan.
Data dianalisis menggunakan uji statistik Chi-square.
Hasil dalam penelitian didapatkan nilai signifikan 0,648 (p > 0,05) ini berarti tidak adanya hubungan antara kebiasaan makan dengan status gizi pada mahasiswa STIK Immanuel Bandung.
Kata Kunci : kebiasaan Makan, Status Gizi, Mahasiswa Abstract Teenagers often experience nutritional problems, both malnutrition and over weight.
This is because many factors can affect nutritional status in adolescents.
Adolescents have many eating habits.
Some of adolescents often skip meals, eat irregularly, do not like certain foods, and reduce the frequency of eating.
The aimed of this study was to determine the relationship between food behaviour with nutritional status in Immanuel Institute of Health Science’s Student College.
Design of this study was cross sectional, with purposive sampling.
68 student college from Immanuel Institute of Health Science used as participant.
Food behaviour was measured by Food Frequency Questionnaire (FFQ).
Nutritional status was measured by stature meter and weight scales.
Data were analyzed by Chi-quare.
Results showed that there were no relationship between food beaviour and nutritional status in Immanuel Institute of Health Scince’s student college (r = 0,648; p = > 0.
05).
Keyword : food behaviour, nutritional status, student college.
Related Results
Kebiasaan jajan dan pola makan serta hubungannya dengan status gizi anak usia sekolah di SD Sonosewu Bantul Yogyakarta
Kebiasaan jajan dan pola makan serta hubungannya dengan status gizi anak usia sekolah di SD Sonosewu Bantul Yogyakarta
<p><strong>ABSTRACT</strong></p><p><em><strong>Background</strong>: Elementary school children are in the developmental age, thus ne...
GAMBARAN KEBIASAAN MEMBACA LABEL PANGAN BERDASARKAN STATUS GIZI MAHASISWA GIZI POLTEKKES KEMENKES BENGKULU TAHUN 2023
GAMBARAN KEBIASAAN MEMBACA LABEL PANGAN BERDASARKAN STATUS GIZI MAHASISWA GIZI POLTEKKES KEMENKES BENGKULU TAHUN 2023
ABSTRAK
Label gizi merupakan informasi yang ditujukan kepada masyarakat untuk memberikan informasi terkait manfaat dan kandungan gizi makanan dalam kemasan tersebut. Membac...
PERBEDAAN PENGETAHUAN GIZI, BODY IMAGE, ASUPAN ENERGI DAN STATUS GIZI PADA MAHASISWI GIZI DAN NON GIZI UNIVERSITAS DIPONEGORO
PERBEDAAN PENGETAHUAN GIZI, BODY IMAGE, ASUPAN ENERGI DAN STATUS GIZI PADA MAHASISWI GIZI DAN NON GIZI UNIVERSITAS DIPONEGORO
Latar Belakang: Sebesar 8.7% penduduk usia >18 tahun mengalami gizi kurang. Hal ini menunjukkan bahwa permasalahan gizi di Indonesia masih menjadi masalah kesehatan utama. Pada...
HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI DAN TINGKAT KECUKUPAN ZAT GIZI DENGAN STATUS GIZI
HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI DAN TINGKAT KECUKUPAN ZAT GIZI DENGAN STATUS GIZI
Salah satu faktor penting dalam mencapai derajat Kesehatan yang optimal yaitu dengan status gizi yang baik. Tingkat pengetahuan gizi mempengaruhi seseorang dalam memilih makanan. B...
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN GIZI KURANG PADA REMAJA PUTRI DI SMPN KOTA JAMBI
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN GIZI KURANG PADA REMAJA PUTRI DI SMPN KOTA JAMBI
Abstrak
Pola makan yang baik akan mempengaruhi status gizi pada remaja. Salah satu masalah gizi yang disebabkan oleh pola makan yang tidak baik adalah gizi kurang pada remaja yang...
Hubungan Citra Tubuh dan Gangguan Makan dengan Status Gizi Mahasiswa Sendratasik Universitas Negeri Surabaya
Hubungan Citra Tubuh dan Gangguan Makan dengan Status Gizi Mahasiswa Sendratasik Universitas Negeri Surabaya
Latar Belakang: Citra tubuh berperan penting dalam membentuk kepercayaan diri mahasiswa terutama pada mahasiswa sendratasik. sehingga persepsi tubuh yang negatif dapat mendorong mu...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Pola Makan Balita Status Gizi Kurang di Puskesmas Ciumbuleuit Cidadap Bandung
Pola Makan Balita Status Gizi Kurang di Puskesmas Ciumbuleuit Cidadap Bandung
Abstract
Underweight is a health disorder which is caused imbalance of nutrient needed for growth. The direct factor of underweight are food intake and infectious diseases. F...

