Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Efektifitas Bladder Training Mengatasi Inkontinesia Urin Post Oprasi TURP

View through CrossRef
Menurut National Institutes of Health (NIH), BPH mempengaruhi lebih dari 50% dari pria di atas usia 60 tahun dan sebanyak 90% dari pria di atas usia 70 dan berakhir dengan tindakan operasi. Inkontinensia urin merupakan masalah utama yang dirasakan bagi pasien post operasi prostatectomy pada saat kontrol pertama setelah dilakukan pelepasan selang kateter. Inkontinensia urin yang dialami setelah pelepasan kateter diakibatkan oleh otot detrusor kandung kemih yang tidak secara aktif mengkontraksikan dinding kandung kemih pada proses pengosongan urin akibat dari pemasangan kateter urin jangka lama sejak pasien mengalami masalah berkemih sampai dengan menjalani operasi. Hal ini akan mengakibatkan urin mengalir keluar kandung kemih melalui kateter urin secara terus menerus sehingga detrusor tidak dapat segera merespon untuk mengosongkan kandung kemih ketika kateter dilepas. Kondisi ini disebut instabilitas detrusor pasca kateterisasi. Desain penelitian ini adalah literature review yang dilakukan pada database pencarian Pubmed, Google Scholar, Taylor dan Francis, dan Proquest. Kata kunci yang digunakan adalah bladder training, inkontinensia urin, dan post operasi TURP dengan pembatasan 5 tahun terakhir. Studi tentang terapi cermin pada stroke ditemukan 55 artikel tetapi hanya 6 artikel jurnal yang sesuai dengan kriteria inklusi pencarian. Hasil literature review menunjukkan ada pengaruh terhadap pemberian bladder training terhadap inkontinesia urin.
Title: Efektifitas Bladder Training Mengatasi Inkontinesia Urin Post Oprasi TURP
Description:
Menurut National Institutes of Health (NIH), BPH mempengaruhi lebih dari 50% dari pria di atas usia 60 tahun dan sebanyak 90% dari pria di atas usia 70 dan berakhir dengan tindakan operasi.
Inkontinensia urin merupakan masalah utama yang dirasakan bagi pasien post operasi prostatectomy pada saat kontrol pertama setelah dilakukan pelepasan selang kateter.
Inkontinensia urin yang dialami setelah pelepasan kateter diakibatkan oleh otot detrusor kandung kemih yang tidak secara aktif mengkontraksikan dinding kandung kemih pada proses pengosongan urin akibat dari pemasangan kateter urin jangka lama sejak pasien mengalami masalah berkemih sampai dengan menjalani operasi.
Hal ini akan mengakibatkan urin mengalir keluar kandung kemih melalui kateter urin secara terus menerus sehingga detrusor tidak dapat segera merespon untuk mengosongkan kandung kemih ketika kateter dilepas.
Kondisi ini disebut instabilitas detrusor pasca kateterisasi.
Desain penelitian ini adalah literature review yang dilakukan pada database pencarian Pubmed, Google Scholar, Taylor dan Francis, dan Proquest.
Kata kunci yang digunakan adalah bladder training, inkontinensia urin, dan post operasi TURP dengan pembatasan 5 tahun terakhir.
Studi tentang terapi cermin pada stroke ditemukan 55 artikel tetapi hanya 6 artikel jurnal yang sesuai dengan kriteria inklusi pencarian.
Hasil literature review menunjukkan ada pengaruh terhadap pemberian bladder training terhadap inkontinesia urin.

Related Results

VIDEO TURP: SURPASSING THE GOLD STANDARD
VIDEO TURP: SURPASSING THE GOLD STANDARD
Objectives: To compare the resection time and resected volume of the prostate in patients who weresubjected to video Trans-urethral resection of prostate (TURP) and conventional TU...
COMPARISON OF OUTCOME OF BIPOLAR VERSES MONOPOLAR TRANS URETHRAL RESECTION OF PROSTATE IN PATIENTS WITH BENIGN PROSTATIC ENLARGEMENT
COMPARISON OF OUTCOME OF BIPOLAR VERSES MONOPOLAR TRANS URETHRAL RESECTION OF PROSTATE IN PATIENTS WITH BENIGN PROSTATIC ENLARGEMENT
Background: The most prevalent condition affecting older men is benign prostate enlargement, or BPE. The most effective treatment for benign prostatic blockage is still transurethr...
Profil Pasien Hospital-Acquired Pneumonia (HAP) Pasca Kraniotomi di ICU RSUD Prof.Dr.Margono Soekarjo
Profil Pasien Hospital-Acquired Pneumonia (HAP) Pasca Kraniotomi di ICU RSUD Prof.Dr.Margono Soekarjo
Kraniotomi adalah tindakan yang banyak dilakukan di RSUD Prof.DR.Margono Soekarjo (RSMS) dan rentan terkena infeksi nosokomial, salah satunya adalah Hospital-Aqcuired Pneumonia (HA...
Pengaruh Pupuk Cair Urine Sapi Potong Terhadap Tinggi Tanaman dan Produksi Tanaman Bayam (Amaranthus Sp) Umur 25 Hari
Pengaruh Pupuk Cair Urine Sapi Potong Terhadap Tinggi Tanaman dan Produksi Tanaman Bayam (Amaranthus Sp) Umur 25 Hari
Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pupuk cair dari urin sapi terhadap tinggi tanaman dan hasil panen bayam (Amaranthus sp) umur 25 hari dan menentukan ...
Spinal Anestesi Pada Tindakan Transuretral Resection Of Prostat (TURP)
Spinal Anestesi Pada Tindakan Transuretral Resection Of Prostat (TURP)
Spinal anesthesia is the choice for Transurethral Resection of Prostate (TURP) procedures. TURP is a surgical procedure performed for patients with prostatic hyperplasia. When a TU...
GAMBARAN PROTEIN URIN PADA IBU HAMIL TRIMESTER II DAN III DI KLINIK PRATAMA WIPA MEDAN TAHUN 2024
GAMBARAN PROTEIN URIN PADA IBU HAMIL TRIMESTER II DAN III DI KLINIK PRATAMA WIPA MEDAN TAHUN 2024
Kehamilan adalah pertumbuhan dan perkembangan janin intra uteri mulai sejak konsepsi dan berakhir sampai permulaan persalinan.Trimester II dan III yaitu periode 6 bulan terakhir da...
PENYULUHAN DAN SKRINING PROTEIN URIN UNTUK IBU HAMIL TRIMESTER II DAN III DI KLINIK PRATAMA WIPA MEDAN
PENYULUHAN DAN SKRINING PROTEIN URIN UNTUK IBU HAMIL TRIMESTER II DAN III DI KLINIK PRATAMA WIPA MEDAN
Kehamilan adalah pertumbuhan dan perkembangan janin intra uteri mulai sejak konsepsi dan berakhir sampai permulaan persalinan.Trimester II dan III yaitu periode 6 bulan terakhir da...
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Durasi Operasi Transurethral Resection of The Prostate
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Durasi Operasi Transurethral Resection of The Prostate
Durasi operasi Transurethral Resection of The Prostate (TURP) berkisar antara 30 – 60 menit, durasi reseksi lebih dari 70 menit merupakan faktor risiko timbulnya komplikasi, teruta...

Back to Top