Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Estimasi Curah Hujan Di Kota Pontianak Berdasarkan Suhu, Ketebalan dan Tekanan Puncak Awan

View through CrossRef
Telah dilakukan penelitian mengenai estimasi curah hujan berdasarkan tekanan, suhu dan ketebalan  puncak awan untuk studi kasus Kota Pontianak. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik jenis awan di Kota Pontianak dan pengaruhnya terhadap curah hujan. Penelitian ini menggunakan data curah hujan yang dikorelasikan terhadap tiga variabel yaitu suhu, ketebalan dan tekanan puncak awan. Hasil yang diperoleh yaitu jenis awan yang paling banyak di Kota Pontianak pada tahun 2015 dan 2016  adalah jenis awan tinggi yaitu jenis Cirrostratus. Persentase  jenis  awan Cirrostratus pada tahun 2015 sebesar  41%  dan  tahun  2016  sebesar  49%. Hasil korelasi antara  suhu puncak awan, ketebalan puncak awan, dan tekanan puncak awan terhadap curah hujan secara berturut-turut sebesar -0,29, -0,35 dan 0,41 menunjukkan korelasi rendah. Dapat disimpulkan bahwa ketebalan puncak awan berpengaruh terhadap curah hujan karena semakin tebal awan yang terbentuk maka kemungkinan besar akan terjadi hujan dengan koefisien korelasi sebesar 0,41.
Title: Estimasi Curah Hujan Di Kota Pontianak Berdasarkan Suhu, Ketebalan dan Tekanan Puncak Awan
Description:
Telah dilakukan penelitian mengenai estimasi curah hujan berdasarkan tekanan, suhu dan ketebalan  puncak awan untuk studi kasus Kota Pontianak.
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik jenis awan di Kota Pontianak dan pengaruhnya terhadap curah hujan.
Penelitian ini menggunakan data curah hujan yang dikorelasikan terhadap tiga variabel yaitu suhu, ketebalan dan tekanan puncak awan.
Hasil yang diperoleh yaitu jenis awan yang paling banyak di Kota Pontianak pada tahun 2015 dan 2016  adalah jenis awan tinggi yaitu jenis Cirrostratus.
Persentase  jenis  awan Cirrostratus pada tahun 2015 sebesar  41%  dan  tahun  2016  sebesar  49%.
Hasil korelasi antara  suhu puncak awan, ketebalan puncak awan, dan tekanan puncak awan terhadap curah hujan secara berturut-turut sebesar -0,29, -0,35 dan 0,41 menunjukkan korelasi rendah.
Dapat disimpulkan bahwa ketebalan puncak awan berpengaruh terhadap curah hujan karena semakin tebal awan yang terbentuk maka kemungkinan besar akan terjadi hujan dengan koefisien korelasi sebesar 0,41.

Related Results

Penerapan Algoritma Backpropagation Neural Network dalam Memprediksi Curah Hujan Harian Kota Bandung
Penerapan Algoritma Backpropagation Neural Network dalam Memprediksi Curah Hujan Harian Kota Bandung
Abstract. Rain is a common natural phenomenon that is very difficult to predict. Many factors can affect the occurrence of rain, ranging from temperature, humidity, sunlight intens...
Rancang Bangun Penakar Hujan Dengan Peringatan Dini Hujan Lebat Menggunakan Tipping Bucket dan Mikrokontroler ESP32
Rancang Bangun Penakar Hujan Dengan Peringatan Dini Hujan Lebat Menggunakan Tipping Bucket dan Mikrokontroler ESP32
Indonesia merupakan negara yang memiliki dua musim, yaitu musim kemarau dan hujan. Salah satu parameter yang menjadi salah satu penyebab bencana alam ialah hujan Pengamatan curah h...
Pengaruh Central Pacific dan eastern Pacific El Nino terhadap variabilitas curah hujan di Sulawesi
Pengaruh Central Pacific dan eastern Pacific El Nino terhadap variabilitas curah hujan di Sulawesi
Pulau Sulawesi dipengaruhi oleh fenomena Central Pacific (CP) dan Eastern Pacific (EP) El Niño. Curah hujan Sulawesi mencakup ketiga pola hujan yang ada di Indonesia yaitu Monsunal...
Dampak La Nina 2020 – 2021 Terhadap Curah Hujan di Sulawesi Tenggara
Dampak La Nina 2020 – 2021 Terhadap Curah Hujan di Sulawesi Tenggara
Untuk mengetahui pengaruh La Nina tahun 2020/2021 terhadap curah hujan di Sulawesi Tenggara maka analisis terkait dampaknya dilakukan. Tahun 2020 merupakan tahun La Nina Moderat ya...
Pengaruh Curah Hujan dan Hari Hujan Terhadap Produksi Tembakau Na-Oogst di Kabupaten Jember
Pengaruh Curah Hujan dan Hari Hujan Terhadap Produksi Tembakau Na-Oogst di Kabupaten Jember
Tanaman tembakau (Nicotiana tabacum L) merupakan salah satu komoditas tanaman perkebunan yang cukup penting di Indonesia. Salah satu daerah penghasil tembakau di Jawa Timur adalah ...
Kajian Curah Hujan Akibat Pengaruh Temperatur, Kelembaban dan Kecepatan Angin (Studi Kasus Stasiun Klimatologi Bonto Bili Kab. Gowa)
Kajian Curah Hujan Akibat Pengaruh Temperatur, Kelembaban dan Kecepatan Angin (Studi Kasus Stasiun Klimatologi Bonto Bili Kab. Gowa)
Hujan adalah suatu proses fisis yang dihasilkan dari fenomena cuaca. Pengaruh faktor fisiografis wilayah Indonesia dan sekitarnya terhadap unsur-unsur iklim/cuaca telah menghasilka...
EVALUASI KEMAMPUAN LAHAN UNTUK PERTANIAN DI KABUPATEN MAJELENGKA, JAWA BARAT
EVALUASI KEMAMPUAN LAHAN UNTUK PERTANIAN DI KABUPATEN MAJELENGKA, JAWA BARAT
Abstrak:Pencarian data curah hujan dan suhu Kabupaten Majalengka, Jawa Barat dimaksudkan agar dalam pendayagunaan lahan yang digunakan sesuai dengan kemampuannya. Tujuan dari penel...

Back to Top