Javascript must be enabled to continue!
Sabat dan Sikap Eskapis: Analisis Struktur Ibrani 4:1-16
View through CrossRef
Abstract. The Sabbath is a topic that continues to receive attention in Christianity. However, it also becomes a continuing source of debate its practical application. The Sabbath often turns to mere escapism, which is, having time for oneself. Therefore, through an exegetical-expositional method—a thorough analysis of the structure of the Epistle to Hebrews 4—this research presents the biblical basis for entering the Sabbath. The structural analysis in this study showed that the entire letter to Hebrews 4 is an inseparable series. Hebrews 4:1-11 shows that the Sabbath is God's promise that is still progressively valid. Verse 12-13 emphasizes the role of God's word as the basis for entering the resting place, and verse 14-16 suggests the significance of the High Priest, Jesus Christ, who is the intermediary for entering the resting place. With these three biblical foundations, the Sabbath is no longer an escapism but a momentum to entering God’s own rest.Abstrak. Sabat merupakan topik yang terus mendapat perhatian di dalam Kekristenan. Namun, Sabat juga terus menjadi sumber perdebatan pada penerapan praktisnya. Seringkali Sabat juga hanya menjadi sekadar eskapisme, yakni waktu bagi diri sendiri. Karena itu, melalui metode eksegetikal-eksposisional – analisis menyeluruh pada struktur Surat Ibrani 4 – penelitian ini hendak menyajikan landasan biblis untuk memasuki Sabat. Analisis struktur dalam penelitian ini menunjukkan bahwa keseluruhan surat Ibrani 4 merupakan rangkaian yang tak terpisahkan. Ibrani 4:1-11 menunjukkan bahwa Sabat sebagai hari perhentian merupakan janji Allah yang masih berlaku secara progresif. Sementara Ibrani 4:12-13 menekankan peran firman Allah sebagai landasan untuk memasuki tempat perhentian, dan Ibrani 4:14-16 mengemukakan mengenai peran Imam Besar yaitu Yesus Kristus yang menjadi pengantara untuk memasuki tempat perhentian. Dengan ketiga landasan biblis ini, maka Sabat tidak lagi sekadar menjadi eskapisme, tetapi menjadi momentum untuk memasuki perhentian Allah sendiri.
Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta
Title: Sabat dan Sikap Eskapis: Analisis Struktur Ibrani 4:1-16
Description:
Abstract.
The Sabbath is a topic that continues to receive attention in Christianity.
However, it also becomes a continuing source of debate its practical application.
The Sabbath often turns to mere escapism, which is, having time for oneself.
Therefore, through an exegetical-expositional method—a thorough analysis of the structure of the Epistle to Hebrews 4—this research presents the biblical basis for entering the Sabbath.
The structural analysis in this study showed that the entire letter to Hebrews 4 is an inseparable series.
Hebrews 4:1-11 shows that the Sabbath is God's promise that is still progressively valid.
Verse 12-13 emphasizes the role of God's word as the basis for entering the resting place, and verse 14-16 suggests the significance of the High Priest, Jesus Christ, who is the intermediary for entering the resting place.
With these three biblical foundations, the Sabbath is no longer an escapism but a momentum to entering God’s own rest.
Abstrak.
Sabat merupakan topik yang terus mendapat perhatian di dalam Kekristenan.
Namun, Sabat juga terus menjadi sumber perdebatan pada penerapan praktisnya.
Seringkali Sabat juga hanya menjadi sekadar eskapisme, yakni waktu bagi diri sendiri.
Karena itu, melalui metode eksegetikal-eksposisional – analisis menyeluruh pada struktur Surat Ibrani 4 – penelitian ini hendak menyajikan landasan biblis untuk memasuki Sabat.
Analisis struktur dalam penelitian ini menunjukkan bahwa keseluruhan surat Ibrani 4 merupakan rangkaian yang tak terpisahkan.
Ibrani 4:1-11 menunjukkan bahwa Sabat sebagai hari perhentian merupakan janji Allah yang masih berlaku secara progresif.
Sementara Ibrani 4:12-13 menekankan peran firman Allah sebagai landasan untuk memasuki tempat perhentian, dan Ibrani 4:14-16 mengemukakan mengenai peran Imam Besar yaitu Yesus Kristus yang menjadi pengantara untuk memasuki tempat perhentian.
Dengan ketiga landasan biblis ini, maka Sabat tidak lagi sekadar menjadi eskapisme, tetapi menjadi momentum untuk memasuki perhentian Allah sendiri.
Related Results
Hubungan Sabat dan Keselamatan Dalam Perjanjian Lama
Hubungan Sabat dan Keselamatan Dalam Perjanjian Lama
The Sabbath is God's mandate for man to rest from all affairs and work. It began when God stopped creating the heavens and the earth and everything in them on the seventh day (Gene...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
KITAB IBRANI
KITAB IBRANI
Sejak abad ke 2 Masehi karangan ini diberi nama “kepada orang orang ibrani. Penulis sama sekali tidak menyebutkan namanya. Rupanya para pembaca mengenal si penulis dengan baik (Ibr...
Pengaruh Model Perletakan Struktur Rangka Baja Sistem Bresing akibat Beban Gempa
Pengaruh Model Perletakan Struktur Rangka Baja Sistem Bresing akibat Beban Gempa
Sistem struktur rangka baja bresing konsentris dan eksentris merupakan sistem struktur konstruksi yang termasuk dalam struktur yang tahan terhadap beban gempa. Pada penelitian ini,...
Analisis Wacana Surat Filemon
Analisis Wacana Surat Filemon
Perkembangan studi linguistik di dalam penafsiran teks kitab suci memang masih lambat dan dalam tahap perkembangan. Tulisan ini adalah suatu penelitian untuk mengembangkan studi li...
EKSPLORASI KONSTRUKSI BAMBU RECIPROCAL-DEPLOYABLE GRIDSHELL
EKSPLORASI KONSTRUKSI BAMBU RECIPROCAL-DEPLOYABLE GRIDSHELL
Abstrak - Adanya keterbutuhan akan naungan semi-permanen atau sementara yang mudah dan cepat dibangun untuk sesuatu peristiwa tertentu. Pada penelitian ini menggali potensi struktu...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...

