Javascript must be enabled to continue!
Perbandingan Kemampuan Pengembangan Sangkar Toraks pada Lansia yang Melakukan Aktivitas Fisik Olahraga dan Tidak Olahraga di Br. Wangaya Kaja, Dauh Puri Kaja, Denpasar Utara
View through CrossRef
AbstrakPenuaan menyebabkan menurunnya kemampuan pengembangan dinding dada. Penurunan yang terjadi pada lansia dapat disebabkan oleh kurangnya melakukan aktivitas fisik atau olahraga. Dengan olahraga dapat memperbaiki fungsi otot pernapasan sehingga pernapasan menjadi lebih efisien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan kemampuan pengembangan sangkar toraks pada lansia yang berolahraga dengan yang tidak berolahraga. Penelitian ini menggunakan metode komparatif yang membandingkan 2 kelompok dengan jumlah sampel 10 orang tiap kelompok. Pengembangan sangkar toraks diukur menggunakan midline. Hasil data diuji menggunakan uji normalitas shapiro-wilk test serta uji hipotesis independent sampel t-test. Hasil uji hipotesis yaitu 0,000 yang menunjukkan adanya perbedaan antara kedua kelompok dengan nilai p<0,05. Dapat disimpulkan bahwa kemampuan pengembangan sangkar toraks pada lansia yang melakukan aktivitas fisik olahraga lebih baik dibandingkan dengan yang tidak melakukan aktvitas fisik olahraga. AbstractAging causes a decrease of thoracic cage’s expandability. The substraction appears in the elderly can be caused by a lack of physical activity or sports. Exercise will improve the function of the chest wall muscles which will increase thoracic cage’s expandability so that breathing becomes more efficient. This study’s purpose was to compare the thorax cage’s expandability in the elderly engage in sports activities and do not. This study uses a comparative method by comparing 2 groups with 10 samples of each. The thoracic cage expansion was measured using the midline. The research datas were tested using the Shapiro-wilk test for normality and independent sample t-test. The hyphotesis test result is 0,000 which shows that there is a difference between the two groups with a p value of <0,05. It can be concluded that the thorax cage’s expandability in the elderly engage in sports activiteis is better than do not.
Title: Perbandingan Kemampuan Pengembangan Sangkar Toraks pada Lansia yang Melakukan Aktivitas Fisik Olahraga dan Tidak Olahraga di Br. Wangaya Kaja, Dauh Puri Kaja, Denpasar Utara
Description:
AbstrakPenuaan menyebabkan menurunnya kemampuan pengembangan dinding dada.
Penurunan yang terjadi pada lansia dapat disebabkan oleh kurangnya melakukan aktivitas fisik atau olahraga.
Dengan olahraga dapat memperbaiki fungsi otot pernapasan sehingga pernapasan menjadi lebih efisien.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan kemampuan pengembangan sangkar toraks pada lansia yang berolahraga dengan yang tidak berolahraga.
Penelitian ini menggunakan metode komparatif yang membandingkan 2 kelompok dengan jumlah sampel 10 orang tiap kelompok.
Pengembangan sangkar toraks diukur menggunakan midline.
Hasil data diuji menggunakan uji normalitas shapiro-wilk test serta uji hipotesis independent sampel t-test.
Hasil uji hipotesis yaitu 0,000 yang menunjukkan adanya perbedaan antara kedua kelompok dengan nilai p<0,05.
Dapat disimpulkan bahwa kemampuan pengembangan sangkar toraks pada lansia yang melakukan aktivitas fisik olahraga lebih baik dibandingkan dengan yang tidak melakukan aktvitas fisik olahraga.
AbstractAging causes a decrease of thoracic cage’s expandability.
The substraction appears in the elderly can be caused by a lack of physical activity or sports.
Exercise will improve the function of the chest wall muscles which will increase thoracic cage’s expandability so that breathing becomes more efficient.
This study’s purpose was to compare the thorax cage’s expandability in the elderly engage in sports activities and do not.
This study uses a comparative method by comparing 2 groups with 10 samples of each.
The thoracic cage expansion was measured using the midline.
The research datas were tested using the Shapiro-wilk test for normality and independent sample t-test.
The hyphotesis test result is 0,000 which shows that there is a difference between the two groups with a p value of <0,05.
It can be concluded that the thorax cage’s expandability in the elderly engage in sports activiteis is better than do not.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Aktivitas Fisik Pada Lansia Hipertensi Di Posyandu Lansia Kelurahan Pacar Kembang Surabaya
Aktivitas Fisik Pada Lansia Hipertensi Di Posyandu Lansia Kelurahan Pacar Kembang Surabaya
ABSTRAK
Aktivitas fisik yang kurang merupakan faktor risiko terjadinya berbagai penyakit kronis, termasuk salah satunya adalah hipertensi. Peningkatan aktivitas fisik berupa olahr...
PELATIHAN SENAM YOGA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR LANSIA POSYANDU PELANGI NUSANTARA KELURAHAN DARMO KECAMATAN WONOKROMO, SURABAYA
PELATIHAN SENAM YOGA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR LANSIA POSYANDU PELANGI NUSANTARA KELURAHAN DARMO KECAMATAN WONOKROMO, SURABAYA
Kebutuhan vital yang penting agar proses kehidupan berlangsung baik untuk setiap makhluk hidup adalah kebutuhan tidur. Akan tetapi hal tersebut akan mengalami pergeseran saat memas...
AKTIVITAS FISIK DENGAN KUALITAS TIDUR LANSIA DI POSYANDU LANSIA WULAN ERMA MENANGGAL SURABAYA
AKTIVITAS FISIK DENGAN KUALITAS TIDUR LANSIA DI POSYANDU LANSIA WULAN ERMA MENANGGAL SURABAYA
Aktifitas fisik merupakan gerakan tubuh dimana untuk melakukan sebuah gerakan itu, tubuh memerlukan tenaga yang cukup. Aktifitas fisik yang di lakukan dengan berlebihan akan meng...
<b>IMPLEMENTASI SENAM LANSIA DALAM MENINGKATKAN KEBUGARAN LANSIA DI PANTI JOMPO WELAS ASIH</b>
<b>IMPLEMENTASI SENAM LANSIA DALAM MENINGKATKAN KEBUGARAN LANSIA DI PANTI JOMPO WELAS ASIH</b>
Masa lanjut usia (≥60 tahun) merupakan periode kritis yang rentan terhadap penurunan fungsi fisik, termasuk kekuatan otot, keseimbangan, fleksibilitas, dan daya tahan tubuh, yang b...
Aktivitas Fisik dapat Memelihara Fungsi Kognitif Lansia
Aktivitas Fisik dapat Memelihara Fungsi Kognitif Lansia
Lanjut usia merupakan seseorang yang usianya lebih dari enam puluh tahun. Salah satu gangguan kesehatan pada lansia adalah penurunan fungsi kognitif. Gangguan fungsi kognitif menja...

