Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

MENINGKATKAN PENGELOLAAN INSIDEN LAYANAN TI MELALUI KLASIFIKASI INSIDEN RANDOM FOREST

View through CrossRef
Penanganan insiden secara cepat dan tepat merupakan aspek krusial dalam menjaga kualitas layanan teknologi informasi, namun proses klasifikasi insiden yang dilakukan secara manual sering menyebabkan keterlambatan dan ketidakkonsistenan prioritisasi. Penelitian ini bertujuan meningkatkan efektivitas pengelolaan insiden dengan menerapkan algoritma Random Forest untuk mengklasifikasikan tingkat keparahan insiden berdasarkan data historis. Dataset insiden diproses melalui tahapan Extract, Transform, Load (ETL), kemudian dilakukan praproses dan pembagian data menjadi data latih dan data uji. Model Random Forest dibangun menggunakan parameter dasar dan dievaluasi menggunakan metrik akurasi, precision, recall, dan F1-score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model mencapai akurasi sebesar 71%, dengan precision, recall, dan F1-score masing-masing sebesar 75%. Confusion matrix memperlihatkan model mampu mengenali pola insiden secara cukup konsisten meskipun masih terdapat beberapa kesalahan prediksi. Analisis feature importance juga menunjukkan bahwa Duration dan Priority menjadi fitur yang paling berpengaruh dalam proses klasifikasi. Temuan ini menunjukkan bahwa model Random Forest dapat digunakan sebagai alat bantu untuk meningkatkan konsistensi dan kecepatan dalam proses identifikasi dan prioritisasi insiden layanan TI.
Title: MENINGKATKAN PENGELOLAAN INSIDEN LAYANAN TI MELALUI KLASIFIKASI INSIDEN RANDOM FOREST
Description:
Penanganan insiden secara cepat dan tepat merupakan aspek krusial dalam menjaga kualitas layanan teknologi informasi, namun proses klasifikasi insiden yang dilakukan secara manual sering menyebabkan keterlambatan dan ketidakkonsistenan prioritisasi.
Penelitian ini bertujuan meningkatkan efektivitas pengelolaan insiden dengan menerapkan algoritma Random Forest untuk mengklasifikasikan tingkat keparahan insiden berdasarkan data historis.
Dataset insiden diproses melalui tahapan Extract, Transform, Load (ETL), kemudian dilakukan praproses dan pembagian data menjadi data latih dan data uji.
Model Random Forest dibangun menggunakan parameter dasar dan dievaluasi menggunakan metrik akurasi, precision, recall, dan F1-score.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model mencapai akurasi sebesar 71%, dengan precision, recall, dan F1-score masing-masing sebesar 75%.
Confusion matrix memperlihatkan model mampu mengenali pola insiden secara cukup konsisten meskipun masih terdapat beberapa kesalahan prediksi.
Analisis feature importance juga menunjukkan bahwa Duration dan Priority menjadi fitur yang paling berpengaruh dalam proses klasifikasi.
Temuan ini menunjukkan bahwa model Random Forest dapat digunakan sebagai alat bantu untuk meningkatkan konsistensi dan kecepatan dalam proses identifikasi dan prioritisasi insiden layanan TI.

Related Results

Pembuatan Bahan Cyber Exercise sebagai Sarana Latihan Penanganan Insiden Malware (Studi Kasus: Instansi XYZ)
Pembuatan Bahan Cyber Exercise sebagai Sarana Latihan Penanganan Insiden Malware (Studi Kasus: Instansi XYZ)
Serangan malware semakin berkembang di dunia, termasuk di Indonesia. Salah satu sektor yang menjadi target serangan malware adalah sektor pendidikan. Contoh nyata insiden malware p...
Kinerja Bidang Pengelolaan Pasar Dalam Pengelolaan Pasar Baru Subang
Kinerja Bidang Pengelolaan Pasar Dalam Pengelolaan Pasar Baru Subang
Penelitian ini mengkaji dan menganalisis mengenai Kinerja Bidang Pengelolaan Pasar dalam Pengelolaan Pasar Baru Subang. Pendekatan penelitian yang di gunakan untuk mengkaji mengena...
Factors influencing and patterns of forest utilization in communities around the Huay Tak Teak Biosphere Reserve, Lampang Province
Factors influencing and patterns of forest utilization in communities around the Huay Tak Teak Biosphere Reserve, Lampang Province
Background and Objectives: To establish the land regulation, it is necessary to know basic information of the surrounding community’s land use and to be aware of basic forest laws....
Evaluasi Sistem Klasifikasi Islam Versi Perpustakaan Pusat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
Evaluasi Sistem Klasifikasi Islam Versi Perpustakaan Pusat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
Pengelolaan informasi di perpustakaan merupakan aspek penting dalam menyediakan layanan yang efektif kepada pengguna yaitu memlaui suatu kegiatan pengorganisasian informasi. Berkai...
MODEL PENGELOLAAN HUTAN BERSAMA MASYARAKAT (PHBM)
MODEL PENGELOLAAN HUTAN BERSAMA MASYARAKAT (PHBM)
<h4>Abstract</h4> <p><strong><em> </em></strong></p> <p><em>Forest management must consider the cultural values of socie...
Secondary Succession in the Lowland Forests of the Marlborough Sounds Maritime Park
Secondary Succession in the Lowland Forests of the Marlborough Sounds Maritime Park
<p>This study documents aspects of the forest recovery process in secondary communities of the Marlborough sounds Maritime park. some 39 types of seral vegetation were recogn...
Pengembangan SOP Manajemen Insiden TI Berdasarkan Framework ITIL V3 pada BPS Provinsi Jawa Timur
Pengembangan SOP Manajemen Insiden TI Berdasarkan Framework ITIL V3 pada BPS Provinsi Jawa Timur
Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur merupakan lembaga pemerintah yang bertanggung jawab mengelola data statistik. Saat ini, BPS Jawa Timur menghadapi tantangan dalam hal penanga...
Hubungan antara Budaya Keselamatan Pasien dengan Insiden Keselamatan Pasien di Pelayanan Rawat Inap RSUD Dr. Moewardi Surakarta
Hubungan antara Budaya Keselamatan Pasien dengan Insiden Keselamatan Pasien di Pelayanan Rawat Inap RSUD Dr. Moewardi Surakarta
Budaya keselamatan pasien menjadi fondasi utama dalam mencegah insiden yang dapat dicegah, seperti KNC, KTC, hingga KTD. Laporan keselamatan pasien RSUD Dr. Moewardi Tahun 2023, ju...

Back to Top