Javascript must be enabled to continue!
KAJIAN TEOLOGIS TERHADAP MAKNA MA’KAPA’I DALAM PERNIKAHAN ORANG KRISTEN DI GEREJA TORAJA JEMAAT TANDO- TANDO
View through CrossRef
Di dalam pernikahan Kristen merupakan suatu ikatan yang resmi dan diakui oleh gereja sebagai lembaga keagamaan.pernikahan yang telah diberkati dalam gereja yang kudus, setiap orang Kristen yang telah melangsungkan pernikahan diwajibkan untuk menjaga kekudusan pernikahannya, namun dalam kenyataan seringkali terjadi penyimpangan terhadap makna kekudusan pernikahan. Namun hal itu telah berubah, dan salah satu buktinya ialah perceraian yang terjadi di kalangan anggota gereja. Dikalangan orang toraja pernikahan dinamakan rampanan kapa’ memperlihatkan bahwa ikatan antara seoran laki-laki dan perempuan dan dengan demikian mereka sudah menjadi satu baik & jasmani maupun rohani. Dalam proses pernikahan dimulai proses pelamaran (ma’parampo) atau pertemuan keluarga. Dalam budaya toraja di gereja toraja jemaat tando-tando, masih dilakasakan salah satu hal yang tidak bisa lepas dari tradisi pernikahan orang Kristen adalah pelaksanaan kapa’. Kapa’ adalah suatu sanksi perkawinan beruba pembayar sejumlah kerbau atau babi oleh yang bermasalah daalam kasus perceraian.karena itu kapa’ cukup berperan dalam masyarakat toraja. Ma’kapa’i adalah membayar denda jika di antara mereka (suami-suari) menceraikan pasangnya dan denda yang akan di bayar oleh yang menyebabkan perceraian adalah kerbau. Pada kenyataannya di dalam pernikahan Toraja, khususnya warga jemaat tando-tando klasis mengkendek timur yang sering terjadi berbagai pelanggaran. Apabila salah di antara mereka suami istri yang membuat pelanggaran, maka yang bersangkutan akan mendapatkan hukum menurut hukuman pernikahan yang sudah ditentukan berdasarkan pada nilai hukum tana’ dan hukuman yang dijatuhkan kapa’. Dalam perkembangan makna kapa’ itu bergeser pada tingkat kekuasan karena mereka menggangap bila bisa membayar denda tersebut mereka seenaknya meninggalkan istri atau suami, tanpa mereka menyadari bahwa pernikahan yang di persatukan
Title: KAJIAN TEOLOGIS TERHADAP MAKNA MA’KAPA’I DALAM PERNIKAHAN ORANG KRISTEN DI GEREJA TORAJA JEMAAT TANDO- TANDO
Description:
Di dalam pernikahan Kristen merupakan suatu ikatan yang resmi dan diakui oleh gereja sebagai lembaga keagamaan.
pernikahan yang telah diberkati dalam gereja yang kudus, setiap orang Kristen yang telah melangsungkan pernikahan diwajibkan untuk menjaga kekudusan pernikahannya, namun dalam kenyataan seringkali terjadi penyimpangan terhadap makna kekudusan pernikahan.
Namun hal itu telah berubah, dan salah satu buktinya ialah perceraian yang terjadi di kalangan anggota gereja.
Dikalangan orang toraja pernikahan dinamakan rampanan kapa’ memperlihatkan bahwa ikatan antara seoran laki-laki dan perempuan dan dengan demikian mereka sudah menjadi satu baik & jasmani maupun rohani.
Dalam proses pernikahan dimulai proses pelamaran (ma’parampo) atau pertemuan keluarga.
Dalam budaya toraja di gereja toraja jemaat tando-tando, masih dilakasakan salah satu hal yang tidak bisa lepas dari tradisi pernikahan orang Kristen adalah pelaksanaan kapa’.
Kapa’ adalah suatu sanksi perkawinan beruba pembayar sejumlah kerbau atau babi oleh yang bermasalah daalam kasus perceraian.
karena itu kapa’ cukup berperan dalam masyarakat toraja.
Ma’kapa’i adalah membayar denda jika di antara mereka (suami-suari) menceraikan pasangnya dan denda yang akan di bayar oleh yang menyebabkan perceraian adalah kerbau.
Pada kenyataannya di dalam pernikahan Toraja, khususnya warga jemaat tando-tando klasis mengkendek timur yang sering terjadi berbagai pelanggaran.
Apabila salah di antara mereka suami istri yang membuat pelanggaran, maka yang bersangkutan akan mendapatkan hukum menurut hukuman pernikahan yang sudah ditentukan berdasarkan pada nilai hukum tana’ dan hukuman yang dijatuhkan kapa’.
Dalam perkembangan makna kapa’ itu bergeser pada tingkat kekuasan karena mereka menggangap bila bisa membayar denda tersebut mereka seenaknya meninggalkan istri atau suami, tanpa mereka menyadari bahwa pernikahan yang di persatukan.
Related Results
Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
MUSIK GEREJA DAN HYMNE A.Musik GerejaMusik gereja adalah penggunaan musik yang berkembang dan digunakan di gereja musik sangat penting dalam ibadah gereja, karena sebagian besar ke...
Kepemimpinan Kapuangan Balusu dan Relevansinya Terhadap Peran Pandu Budaya Gereja Toraja
Kepemimpinan Kapuangan Balusu dan Relevansinya Terhadap Peran Pandu Budaya Gereja Toraja
Abstract: The Balusu are indigenous peoples who are in the kaparengesan leadership area who also apply the kapuangan leadership. This leadership model finds a unique form. In addit...
TRAINING APLIKASI ADMINISTRASI GEREJA KATOLIK
TRAINING APLIKASI ADMINISTRASI GEREJA KATOLIK
Gereja Katolik bukan hanya tempat ibadah, gereja menjadi sarana untuk mengabdi kepada Tuhan yang diwujudkan dalam kegiatan pelayanan gereja. Sasaran kegiatan PKM tahun 2020 adalah ...
Studi Komunikasi Budaya Masyarakat Toraja di Jakarta (Upaya Masyarakat Toraja Mempertahankan Budaya Asli)
Studi Komunikasi Budaya Masyarakat Toraja di Jakarta (Upaya Masyarakat Toraja Mempertahankan Budaya Asli)
Toraja is an area that has many unique cultures. However, over time many native Toraja people left hometown, and went to wander outside Toraja, one of which was Jakarta. The resear...
KAJIAN TEOLOGIS: KETELADANAN RASUL PAULUS TERKAIT DENGAN PENYELESAIAN KONFLIK DI JEMAAT KORINTUS DITINJAU DARI 1 KORINTUS 3:1-9:18 - 21 SERTA IMPLEMENTASINYA TERHADAP PERANAN GEREJA TERHADAP PENYELESAIAN KONFLIK DALAM JEMAAT
KAJIAN TEOLOGIS: KETELADANAN RASUL PAULUS TERKAIT DENGAN PENYELESAIAN KONFLIK DI JEMAAT KORINTUS DITINJAU DARI 1 KORINTUS 3:1-9:18 - 21 SERTA IMPLEMENTASINYA TERHADAP PERANAN GEREJA TERHADAP PENYELESAIAN KONFLIK DALAM JEMAAT
Penulisan karya ilmiah ini bertujuan untuk melihat bagaimana seharusnya menyelesaikan dan menghadapi konflik yang terjadi di tengah – tengah jemaat berdasarkan keteladanan rasul Pa...
Gereja Visioner Panggilan Memuridkan “Bangsa”
Gereja Visioner Panggilan Memuridkan “Bangsa”
A visionary church is the dream of every pastor and church congregation, but in the current reality the church is not doing what it wants and expected so that the visionary church...
Dampak Tingkat Pendidikan Teologi Pelayanan di GKII Daerah Kayan
Dampak Tingkat Pendidikan Teologi Pelayanan di GKII Daerah Kayan
Tujuan penelitian yang terkait dengan tingkat pendidikan tergambarnya paradigma umum tentang tugas dan fungsi Pekerja Gereja dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas penatalayan ...
Gaya Komunikasi Pemimpin Jemaat Gereja Every Nation Jakarta dalam Membangun Loyalitas Jemaat
Gaya Komunikasi Pemimpin Jemaat Gereja Every Nation Jakarta dalam Membangun Loyalitas Jemaat
The leader of church congregation, has the role that is vital both in a church and a Christian community. This role is considered to be important due to the influence it has in man...

