Javascript must be enabled to continue!
Memahami Fenomena Populisme di Abad ke-21
View through CrossRef
This article aims to discuss populism, a term in politics that is increasingly used throughout the world, including in Indonesia. Populism has been used to describe many leaders and situations in different contexts, and scholars have not agreed on a definitive formulation. This article will fill this gap by using a literature review to increase and enrich knowledge about populism and deepen its surrounding discourse, specifically academic discourse in social and political fields. This article contends that although scholars differ in their definition of populism, the political phenomenon can still be identified. Empirically, populism can be identified through behaviors, attitudes, and political rhetoric. Furthermore, the article concludes that increased populism in a global and national context is influenced by various contexts and problems that exist in different countries.
Abstrak
Artikel ini membahas tentang populisme, yaitu sebuah term politik yang akhir-akhir ini menguat di dunia, termasuk di Indonesia. Populisme telah digunakan untuk menggambarkan pemimpin dan situasi dalam konteks yang beragam, dan para scholar belum menemukan kata sepakat mengenai formulasi definisi yang tepat tentang populisme. Artikel ini mencoba mendiskusikannya dengan menggunakan pendekatan studi literatur dengan harapan dapat memberikan kontribusi dan pengayaan pengetahuan, memperdalam diskursus dan menambah wacana akademik, khususnya dalam bidang ilmu sosial dan politik. Kajian ini berpendapat bahwa meskipun para ahli memiliki pandangan yang berbeda tentang populisme, tidak berarti fenomena sosial politik ini tidak dapat diidentifikasi. Pada tingkat empiris, populisme dapat diidentifikasi melalui sikap, perilaku dan retorika politiknya. Artikel ini berkesimpulan bahwa menguatnya populisme di tingkat global dan nasional dipengaruhi oleh faktor yang beragam sesuai dengan konteks dan persoalan yang dihadapi oleh masing-masing negara.
Universitas Islam Negeri Ar-Raniry
Title: Memahami Fenomena Populisme di Abad ke-21
Description:
This article aims to discuss populism, a term in politics that is increasingly used throughout the world, including in Indonesia.
Populism has been used to describe many leaders and situations in different contexts, and scholars have not agreed on a definitive formulation.
This article will fill this gap by using a literature review to increase and enrich knowledge about populism and deepen its surrounding discourse, specifically academic discourse in social and political fields.
This article contends that although scholars differ in their definition of populism, the political phenomenon can still be identified.
Empirically, populism can be identified through behaviors, attitudes, and political rhetoric.
Furthermore, the article concludes that increased populism in a global and national context is influenced by various contexts and problems that exist in different countries.
Abstrak
Artikel ini membahas tentang populisme, yaitu sebuah term politik yang akhir-akhir ini menguat di dunia, termasuk di Indonesia.
Populisme telah digunakan untuk menggambarkan pemimpin dan situasi dalam konteks yang beragam, dan para scholar belum menemukan kata sepakat mengenai formulasi definisi yang tepat tentang populisme.
Artikel ini mencoba mendiskusikannya dengan menggunakan pendekatan studi literatur dengan harapan dapat memberikan kontribusi dan pengayaan pengetahuan, memperdalam diskursus dan menambah wacana akademik, khususnya dalam bidang ilmu sosial dan politik.
Kajian ini berpendapat bahwa meskipun para ahli memiliki pandangan yang berbeda tentang populisme, tidak berarti fenomena sosial politik ini tidak dapat diidentifikasi.
Pada tingkat empiris, populisme dapat diidentifikasi melalui sikap, perilaku dan retorika politiknya.
Artikel ini berkesimpulan bahwa menguatnya populisme di tingkat global dan nasional dipengaruhi oleh faktor yang beragam sesuai dengan konteks dan persoalan yang dihadapi oleh masing-masing negara.
.
Related Results
Populisme Etno-Religius, Politik Segregasi, dan Rezim Hibrida: Kasus Malaysia
Populisme Etno-Religius, Politik Segregasi, dan Rezim Hibrida: Kasus Malaysia
Malaysia merupakan salah satu negara demokrasi di Asia Tenggara dengan ciri yang unik. Keberadaan demokrasi didasari oleh fakta bahwa Malaysia memiliki instrumen prasyarat demokras...
Populisme Etno-Religius, Politik Segregasi, dan Rezim Hibrida: Kasus Malaysia
Populisme Etno-Religius, Politik Segregasi, dan Rezim Hibrida: Kasus Malaysia
Malaysia merupakan salah satu negara demokrasi di Asia Tenggara dengan ciri yang unik. Keberadaan demokrasi didasari oleh fakta bahwa Malaysia memiliki instrumen prasyarat demokras...
Populisme di Indonesia: Ancaman bagi Integritas Masyarakat dan Reaktualisasi Pancasila
Populisme di Indonesia: Ancaman bagi Integritas Masyarakat dan Reaktualisasi Pancasila
Tulisan ini meletakkan fokus pada tema populisme di Indonesia yang mengancam integritas masyarakat. Fenomena populisme di Indonesia yang berafiliasi dengan politik identitas (agama...
Populisme Islam: Tantangan atau Ancaman bagi Indonesia?
Populisme Islam: Tantangan atau Ancaman bagi Indonesia?
Abstrak Kebangkitan Islam di Indonesia tidak hanya ditandai dengan peningkatan jumlah pemeluk Islam di Indonesia, melainkan diperlihatkan dengan suatu ekspresi politik yang menonjo...
La composition médiatique des populismes : une comparaison France-Japon
La composition médiatique des populismes : une comparaison France-Japon
Cette thèse propose une réflexion sur le concept de populisme aujourd’hui, à partir d’une comparaison entre des cas français et japonais. Elle se focalise sur des périodes de campa...
The Transmission of Islamic Populism and Extremist Ideology Through Social Media in Indonesia
The Transmission of Islamic Populism and Extremist Ideology Through Social Media in Indonesia
Abstrak
Penelitian ini bertujuan mengkaji transmisi ekstremisme yang terjadi di media sosial dan menjadi musabab merebaknya populisme Islam di Indonesia. Sementara kalangan berangg...
Memahami peran guru pada abad 21 serta tantangan pembelajaran
Memahami peran guru pada abad 21 serta tantangan pembelajaran
Abad ke-21 identik dengan masa kebebasan dan perkembangan teknologi. Pada abad ke-21 muncul generasi yang terbentuk oleh internet, dan globalisasi. Dalam zaman saat ini, yaitu era ...
Hanneke Steen: CDA neemt zorg achter populisme serieus
Hanneke Steen: CDA neemt zorg achter populisme serieus
Hanneke Steen: CDA neemt zorg achter populisme serieus
Hanneke Steen is ervan overtuigd: achter het populisme zit een diep verlangen dat niet op onzin is gebaseer...

