Javascript must be enabled to continue!
Analisis Makna Frase “Lembu Jantan Kedua”: Studi Eksegese Hakim-Hakim 6:25-26
View through CrossRef
The book of Judges 6 is a book that tells the life of the Israelites during the time of the Judges, and one of the most famous stories is about the life of Gideon, an outstanding judge. In verses 25-26 there is an unusual line of narration, which readers will find odd, concerning the "second bull." Any reader would ask, why the second bull? Why not the first bull? Where is the first bull? Dominic Rudman has specifically researched this part of the text, but has not formulated a definitive answer and no other studies have specifically analyzed this phrase. Many interpretations of this phrase, too, are often based on thematic and historical interpretations of Gideon's narrative, without regard to the context of the verse. Since there are very few studies oriented towards this phrase and in order to find its exact meaning, this article analyzes the phrase "second bull" using a qualitative method based on hermeneutic exegesis. This article finds three important meanings of the phrase "the second bull": firstly, it refers to the oxen as per the meaning of the text; secondly, it refers to the oxen set aside for the Lord; and thirdly, it refers to Gideon's obedient response to the Lord. The results of this study have added exegetical and theological insight and value to support a better understanding of this phrase in the book of Judges.
Kitab Hakim-hakim 6 merupakan kitab yang menceritakan kehidupan bangsa Israel pada masa Hakim-hakim, dan salah satu kisah yang terkenal adalah mengenai kehidupan Gideon, seorang hakim yang luar biasa. Pada ayat 25-26 terdapat alur narasi yang tidak biasa, karena dinilai janggal oleh para pembaca, mengenai “lembu jantan kedua.” Setiap pembaca akan bertanya, mengapa harus lembu jantan kedua? Mengapa bukan lembu jantan yang pertama? Di mana lembu jantan yang pertama? Dominic Rudman telah secara khusus meneliti bagian teks ini, tetapi tidak merumuskan jawaban yang dapat dijadikan acuan secara pasti serta belum adanya penelitian lain yang secara spesifik, yang menganalisis frase ini. Banyak interpretasi terhadap frase ini juga, sering didasarkan pada tafsiran tematis dan historis dari narasi Gideon, tanpa memperhatikan konteks ayat tersebut. Dikarenakan sangat sedikit penelitian yang berorientasi dalam pembahasan frase ini dan untuk menemukan makna yang pasti, maka artikel ini menganalisis frase “lembu jantan kedua” dengan metode kualitatif berdasarkan study hermeneutik eksegesis. Artikel ini menemukan ada tiga makna penting dari frase “lembu jantan kedua” yakni: pertama, frase ini merujuk kepada lembu tambun sesuai makna teks; kedua, frase ini merujuk kepada lembu yang dikhususkan bagi Tuhan; dan ketiga, frase ini merujuk kepada respons ketaatan Gideon terhadap Tuhan. Hasil penelitian ini, telah menambah wawasan dan nilai eksegetis dan teologis untuk mendukung pemahaman yang lebih baik terhadap frase ini dalam kitab Hakim-hakim.
Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup
Title: Analisis Makna Frase “Lembu Jantan Kedua”: Studi Eksegese Hakim-Hakim 6:25-26
Description:
The book of Judges 6 is a book that tells the life of the Israelites during the time of the Judges, and one of the most famous stories is about the life of Gideon, an outstanding judge.
In verses 25-26 there is an unusual line of narration, which readers will find odd, concerning the "second bull.
" Any reader would ask, why the second bull? Why not the first bull? Where is the first bull? Dominic Rudman has specifically researched this part of the text, but has not formulated a definitive answer and no other studies have specifically analyzed this phrase.
Many interpretations of this phrase, too, are often based on thematic and historical interpretations of Gideon's narrative, without regard to the context of the verse.
Since there are very few studies oriented towards this phrase and in order to find its exact meaning, this article analyzes the phrase "second bull" using a qualitative method based on hermeneutic exegesis.
This article finds three important meanings of the phrase "the second bull": firstly, it refers to the oxen as per the meaning of the text; secondly, it refers to the oxen set aside for the Lord; and thirdly, it refers to Gideon's obedient response to the Lord.
The results of this study have added exegetical and theological insight and value to support a better understanding of this phrase in the book of Judges.
Kitab Hakim-hakim 6 merupakan kitab yang menceritakan kehidupan bangsa Israel pada masa Hakim-hakim, dan salah satu kisah yang terkenal adalah mengenai kehidupan Gideon, seorang hakim yang luar biasa.
Pada ayat 25-26 terdapat alur narasi yang tidak biasa, karena dinilai janggal oleh para pembaca, mengenai “lembu jantan kedua.
” Setiap pembaca akan bertanya, mengapa harus lembu jantan kedua? Mengapa bukan lembu jantan yang pertama? Di mana lembu jantan yang pertama? Dominic Rudman telah secara khusus meneliti bagian teks ini, tetapi tidak merumuskan jawaban yang dapat dijadikan acuan secara pasti serta belum adanya penelitian lain yang secara spesifik, yang menganalisis frase ini.
Banyak interpretasi terhadap frase ini juga, sering didasarkan pada tafsiran tematis dan historis dari narasi Gideon, tanpa memperhatikan konteks ayat tersebut.
Dikarenakan sangat sedikit penelitian yang berorientasi dalam pembahasan frase ini dan untuk menemukan makna yang pasti, maka artikel ini menganalisis frase “lembu jantan kedua” dengan metode kualitatif berdasarkan study hermeneutik eksegesis.
Artikel ini menemukan ada tiga makna penting dari frase “lembu jantan kedua” yakni: pertama, frase ini merujuk kepada lembu tambun sesuai makna teks; kedua, frase ini merujuk kepada lembu yang dikhususkan bagi Tuhan; dan ketiga, frase ini merujuk kepada respons ketaatan Gideon terhadap Tuhan.
Hasil penelitian ini, telah menambah wawasan dan nilai eksegetis dan teologis untuk mendukung pemahaman yang lebih baik terhadap frase ini dalam kitab Hakim-hakim.
Related Results
Roda Warisan Melayu: Kelestarian dan Tradisi Kereta Lembu dalam Budaya Malaysia.
Roda Warisan Melayu: Kelestarian dan Tradisi Kereta Lembu dalam Budaya Malaysia.
Kajian ini bertujuan mendokumentasikan sejarah warisan Melayu yang semakin terpinggir akibat perkembangan teknologi pengangkutan di Malaysia. Sejak abad ke-15, kereta lembu diguna...
Evaluasi Ciri Fenotipe Turunan F2 Hasil Persilangan Ayam Brahman Jantan dengan Ayam Lokal Betina dan Ayam Cochin Betina pada Fase Starter
Evaluasi Ciri Fenotipe Turunan F2 Hasil Persilangan Ayam Brahman Jantan dengan Ayam Lokal Betina dan Ayam Cochin Betina pada Fase Starter
Permasalahan utama dalam pengembangan ayam Lokal sebagai ternak komersial adalah masih kurangnya varian dari turunan perkawinan silang dan masih rendahnya produktivitas baik sebaga...
Kajian Struktur dan Makna Lagu Gemu Fa Mi Re Karya Nyong Franco
Kajian Struktur dan Makna Lagu Gemu Fa Mi Re Karya Nyong Franco
Lagu Gemu Fa Mi Re merupakan lagu yang berasal dari kota Maumere Nusa Tenggara Timur, yang diciptakan oleh Nyong Franco. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan...
KLASIFIKASI MAKNA (Ditinjau dari Ranah Komunikasi)
KLASIFIKASI MAKNA (Ditinjau dari Ranah Komunikasi)
Kajian ini merupakan kajian linguistik yang membahas tentang klasifikasi makna (ditinjau dari ranah komunikasi). Dalam kajian ini di bahas klasifikasi makna atau arti (types of mea...
The effect of task conflict on job satisfaction with positive emotions as a mediating variable
The effect of task conflict on job satisfaction with positive emotions as a mediating variable
This study analyzes: (1) the effect of task conflict on job satisfaction among employees of PT. Kunango Jantan West Sumatra. (2) the effect of task conflict on positive emotion in ...
Karakteristik Sifat Kuantitatif Kambing Kacang di Kota Kendari
Karakteristik Sifat Kuantitatif Kambing Kacang di Kota Kendari
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sifat kualitatif dan kuantitatif kambing Kacang di Kota Kendari. Penelitian ini telah dilaksanakan diempat kecamatan yaitu, Kecamatan kambu,...
Analisis Makna Syair pada Lagu Soka Selen Naman Tukan 2 dalam Tarian Dolo-dolo Larantuka
Analisis Makna Syair pada Lagu Soka Selen Naman Tukan 2 dalam Tarian Dolo-dolo Larantuka
Fokus penelitian ini adalah mengkaji makna syair lagu “Soka Selen Naman Tukan 2” yang mengiringi tarian dolo-dolo Larantuka. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna-ma...
MA PERÒ… AL CONFINE TRA FRASE E TESTO
MA PERÒ… AL CONFINE TRA FRASE E TESTO
Questo contributo esamina la frontiera discussa tra la frase e il testo ponendosi esplicitamente l’obiettivo di identificare criteri dirimenti. La frase semplice e il testo rientra...

