Javascript must be enabled to continue!
Perlawanan Mahasiswi Bercadar Sebagai Kelompok Bungkam
View through CrossRef
Public oftenly stigmatized students who wear the veil. They are afraid of approaching them because the media depicted women with veils as terrorists. Therefore, women with veils categorized can be a mute group. This paper will see how the resistance a women wearing veil who joined the real organization named activities of the muslim student. The goals of this research is to find out how those students with veil as a resistance group against the dominant group in the campus environment. The theory used in the study is a mute group theory. The study uses case study methods with a qualitative descriptive approach to understand phenomenon about the behavior, perception and motivation of a person who is not negotiating. The research data was taken from a semi-structured interview with three key informants through documentation study and literature study. The conclusion of this themselves as well as channeling ideas, developing potential and their lack of confidence in the campus environment. They make their organization as a piece against the defection with open resistance such as following an external work program, campaign and channeling their potential. Closed resistance is done as a discussion between fellow members. Mahasiswi yang menggunakan cadar umumnya mendapatkan stigmatisasi dari lingkungan sekitarnya. Orang-orang takut mendekati mereka karena pengaruh pemberitaan bahwa perempuan bercadar termasuk kategori kelompok radikal. Jumlah mahasiswi bercadar yang sedikit dalam lingkungan kampus dianggap sebagai kelompok bungkam. Penelitian ini akan meneliti bagaimana perlawanan yang dilakukan mahasiswi bercadar yang tergabung dalam organisasi kerohanian di tingkat universitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perlawanan yang dilakukan mahasiswi bercadar sebagai kelompok bungkam terhadap kelompok dominan di lingkungan kampus. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelompok bungkam. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif deskriptif untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami seseorang seperti perilaku, persepsi dan motivasi yang tidak bersifat negosiasi. Data penelitian diperoleh dari wawancara semi terstruktur, pengamatan, studi dokumentasi dan studi kepustakaan. Kesimpulan penelitian ini adalah mahasiswi bercadar memiliki ruang terbatas dalam mengekspresikan diri, menyalurkan ide, mengembangkan potensi dan tidak memiliki kepercayaan diri di lingkungan kampus. Mereka menjadikan organisasi kerohanian yang mereka ikuti di kampus sebagai tempat melawan kebungkaman dengan perlawanan terbuka seperti mengikuti program kerja eksternal, kampanye dan menyalurkan potensi yang mereka miliki. Perlawanan tertutup yang dilakukan seperti berdiskusi antar sesama anggota.
Title: Perlawanan Mahasiswi Bercadar Sebagai Kelompok Bungkam
Description:
Public oftenly stigmatized students who wear the veil.
They are afraid of approaching them because the media depicted women with veils as terrorists.
Therefore, women with veils categorized can be a mute group.
This paper will see how the resistance a women wearing veil who joined the real organization named activities of the muslim student.
The goals of this research is to find out how those students with veil as a resistance group against the dominant group in the campus environment.
The theory used in the study is a mute group theory.
The study uses case study methods with a qualitative descriptive approach to understand phenomenon about the behavior, perception and motivation of a person who is not negotiating.
The research data was taken from a semi-structured interview with three key informants through documentation study and literature study.
The conclusion of this themselves as well as channeling ideas, developing potential and their lack of confidence in the campus environment.
They make their organization as a piece against the defection with open resistance such as following an external work program, campaign and channeling their potential.
Closed resistance is done as a discussion between fellow members.
Mahasiswi yang menggunakan cadar umumnya mendapatkan stigmatisasi dari lingkungan sekitarnya.
Orang-orang takut mendekati mereka karena pengaruh pemberitaan bahwa perempuan bercadar termasuk kategori kelompok radikal.
Jumlah mahasiswi bercadar yang sedikit dalam lingkungan kampus dianggap sebagai kelompok bungkam.
Penelitian ini akan meneliti bagaimana perlawanan yang dilakukan mahasiswi bercadar yang tergabung dalam organisasi kerohanian di tingkat universitas.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perlawanan yang dilakukan mahasiswi bercadar sebagai kelompok bungkam terhadap kelompok dominan di lingkungan kampus.
Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelompok bungkam.
Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif deskriptif untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami seseorang seperti perilaku, persepsi dan motivasi yang tidak bersifat negosiasi.
Data penelitian diperoleh dari wawancara semi terstruktur, pengamatan, studi dokumentasi dan studi kepustakaan.
Kesimpulan penelitian ini adalah mahasiswi bercadar memiliki ruang terbatas dalam mengekspresikan diri, menyalurkan ide, mengembangkan potensi dan tidak memiliki kepercayaan diri di lingkungan kampus.
Mereka menjadikan organisasi kerohanian yang mereka ikuti di kampus sebagai tempat melawan kebungkaman dengan perlawanan terbuka seperti mengikuti program kerja eksternal, kampanye dan menyalurkan potensi yang mereka miliki.
Perlawanan tertutup yang dilakukan seperti berdiskusi antar sesama anggota.
Related Results
Aku Diperlakukan Berbeda, Dinamika Wanita Bercadar
Aku Diperlakukan Berbeda, Dinamika Wanita Bercadar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penyesuaian diri wanita bercadar di kota Makassar secara umum serta proses dinamika penyesuaian diri wanita bercadar di kota Makas...
ANALISIS PERILAKU SOSIAL MAHASISWI DI MAHAD AISYAH BINTI ABU BAKAR BOGOR
ANALISIS PERILAKU SOSIAL MAHASISWI DI MAHAD AISYAH BINTI ABU BAKAR BOGOR
Perilaku sosial adalah tindakan manusia terhadap orang lain dalam lingkungan sosialnya atau dalam berinteraksi dengan masyarakat luas untuk memenuhi tujuan hidupnya sebagai makhluk...
JENIS TERAPI KOMPLEMENTER DAN DISMENORE PADA MAHASISWI
JENIS TERAPI KOMPLEMENTER DAN DISMENORE PADA MAHASISWI
Abstract
Dysmenorrhea is still an unresolved public health problem that may negatively impact women's health, social relationships, school or work activities and psyc...
HUBUNGAN GAYA BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWI MAHAD AISYAH BINTI ABU BAKAR ANGKATAN 2020
HUBUNGAN GAYA BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWI MAHAD AISYAH BINTI ABU BAKAR ANGKATAN 2020
Gaya belajar adalah kombinasi dari bagaimana seseorang menyerap, dan kemudian mengatur, serta mengolah informasi. Pentingnya memahami gaya belajar seseorang terletak pada fakta bah...
Gambaran Hubungan Interpersonal Wanita Bercadar
Gambaran Hubungan Interpersonal Wanita Bercadar
Fenomena cadar di Indonesia sudah ada sejak dahulu bahkan sebelum Indonesia merdeka. Namun pembahasan tentang wanita bercadar masih sangat menarik untuk dikaji. Eksistensi mereka s...
TINGKAT PARTISIPASI DAN PENDAPATAN KELOMPOK TANI MEKAR BAKTI 3
TINGKAT PARTISIPASI DAN PENDAPATAN KELOMPOK TANI MEKAR BAKTI 3
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Tingkat partisipasi pada Kelompok Tani Mekar Bakti 3 sebagai anggota, sebagai pengelola, sebagai manajer (2) Pendapatan pada Kelompok...
Naskah Bila Malam Bertambah Malam karya Putu Wijaya sebagai perlawanan budaya tertutup
Naskah Bila Malam Bertambah Malam karya Putu Wijaya sebagai perlawanan budaya tertutup
Penelitian ini bertujuan melihat posisi naskah Bila Malam Bertambah Malam dalam polemik budaya masyarakat Bali. Hal in tidak lepas dari masalah budaya yang didasari atas perbedaan ...
GAMBARAN TINGKAT KEPARAHAN DISMENOREA PADA MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
GAMBARAN TINGKAT KEPARAHAN DISMENOREA PADA MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
Dismenorea merupakan salah satu masalah menstruasi yang sering terjadi pada wanita. Dismenorea terjadi akibat kelebihan produksi prostaglandin yang menyebabkan peningkatan kontrakt...

