Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Ritual Fida’ untuk Penebus Dosa dalam Praktik Upacara Kematian: Studi pada Jamaah Fida’ Desa Beganjing

View through CrossRef
Praktik ritual keagamaan yang telah dilakukan selama ini adakalanya dapat berubah dan diterima di masyarakat sepanjang sesuai dengan konteks masyarakat. Sama halnya ritual kematian yang terjadi di Desa Beganjing, dimana  terdapat ritual kematian berupa pengajian fida’. Umumnya ritual kematian yang dilaksanakan berupa pengajian tahlilan, saat ini ditemukan pula praktik lain berupa pengajian fida’ yang memunculkan kelompok baru berupa jamaah fida’. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui bentuk ritual kematian berupa pengajian fida’ yang dilaksanakan oleh kelompok fida’di Desa Beganjing Kecamatan Japah Kabupaten Blora dan melihat respon masyarakat atas praktik ritual kematian tersebut. Teknik pengambilan data berupa wawancara dan observasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah lima terdiri dari ketua jamaah, tokoh masyarakat, tokoh agama, jamah fida’ dan tokoh pemuda. Teknik analisis data menggunakan model interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ritual pengajian fida’ merupakan ritual do’a yang ditujukan kepada si mayit. Ritual do’a ini merupakan kombinasi do’a tertentu dengan ritual do’a tahlilan yang secara umum dilakukan di masyarakat. Ritual fida’ dilakukan selama lima hari, dimulai pada hari kedua setelah kematian simayit. Pada hari pertama dilakukan tahlilan seperti biasanya berupa pembacaan surat yasin dan tahlil. Baru di hari kedua sampai ketujuh atau selama lima hari berturut-turut dilakukan ritual fida’ tanpa bacaan surat yasin dan tahlil. Pada hari ke tujuh pembacaan surat yasin dan tahlil kembali.  Bacaan fida’ ini merujuk pada pembacaan do’a sebanyak 100.000 kali surat al ikhlas (fida’ sughro) dan 70.000 kali bacaan dzikir laa ilaaha illaallah (fida’ kubro). Respon masyarakat terhadap pengajian fida’ dalam ritual kematian menerimanya dengan baik, bahkan di masyarakat muncul kelompok baru berupa jamaah fida’.
Title: Ritual Fida’ untuk Penebus Dosa dalam Praktik Upacara Kematian: Studi pada Jamaah Fida’ Desa Beganjing
Description:
Praktik ritual keagamaan yang telah dilakukan selama ini adakalanya dapat berubah dan diterima di masyarakat sepanjang sesuai dengan konteks masyarakat.
Sama halnya ritual kematian yang terjadi di Desa Beganjing, dimana  terdapat ritual kematian berupa pengajian fida’.
Umumnya ritual kematian yang dilaksanakan berupa pengajian tahlilan, saat ini ditemukan pula praktik lain berupa pengajian fida’ yang memunculkan kelompok baru berupa jamaah fida’.
Artikel ini bertujuan untuk mengetahui bentuk ritual kematian berupa pengajian fida’ yang dilaksanakan oleh kelompok fida’di Desa Beganjing Kecamatan Japah Kabupaten Blora dan melihat respon masyarakat atas praktik ritual kematian tersebut.
Teknik pengambilan data berupa wawancara dan observasi.
Informan dalam penelitian ini berjumlah lima terdiri dari ketua jamaah, tokoh masyarakat, tokoh agama, jamah fida’ dan tokoh pemuda.
Teknik analisis data menggunakan model interaktif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ritual pengajian fida’ merupakan ritual do’a yang ditujukan kepada si mayit.
Ritual do’a ini merupakan kombinasi do’a tertentu dengan ritual do’a tahlilan yang secara umum dilakukan di masyarakat.
Ritual fida’ dilakukan selama lima hari, dimulai pada hari kedua setelah kematian simayit.
Pada hari pertama dilakukan tahlilan seperti biasanya berupa pembacaan surat yasin dan tahlil.
Baru di hari kedua sampai ketujuh atau selama lima hari berturut-turut dilakukan ritual fida’ tanpa bacaan surat yasin dan tahlil.
Pada hari ke tujuh pembacaan surat yasin dan tahlil kembali.
  Bacaan fida’ ini merujuk pada pembacaan do’a sebanyak 100.
000 kali surat al ikhlas (fida’ sughro) dan 70.
000 kali bacaan dzikir laa ilaaha illaallah (fida’ kubro).
Respon masyarakat terhadap pengajian fida’ dalam ritual kematian menerimanya dengan baik, bahkan di masyarakat muncul kelompok baru berupa jamaah fida’.

Related Results

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
TARI TANDIK LAYAR DALAM UPACARA ADAT BAWANANG DI DESA MAPAT KECAMATAN HALONG KABUPATEN BALANGAN
TARI TANDIK LAYAR DALAM UPACARA ADAT BAWANANG DI DESA MAPAT KECAMATAN HALONG KABUPATEN BALANGAN
Penelitian ini berkenaan dengan Tari Tandik Layar Dalam Upacara Bawanang sebagai bagian dari upacara aruh adat bawanang. Penelitian ini dilakukan untuk menggali ingin mengetahui le...
MUSIK DALAM UPACARA ADAT POSUO
MUSIK DALAM UPACARA ADAT POSUO
Musik merupakan salah satu aspek penting yang digunakan dalam berbagai upacara keagamaan dan budaya oleh masyarakat seperti upacara kelahiran, pernikahan, kematian dan upacara inis...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
TRADISI MEMUTRU PADA UPACARA NGABEN DI DESA DARMASABA KECAMATAN ABIANSEMAL KABUPATEN BADUNG (Perspektif Pendidikan Agama Hindu)
TRADISI MEMUTRU PADA UPACARA NGABEN DI DESA DARMASABA KECAMATAN ABIANSEMAL KABUPATEN BADUNG (Perspektif Pendidikan Agama Hindu)
       Tradisi memutru adalah salah satu tradisi yang ada di Desa Adat Darmasaba yang dilaksanakan pada upacara ngaben. Adapun masalah yang akan dibahas antara lain: (1) Bagaimanak...
KOMUNIKASI TRANSENDENTAL NYENUK DALAM UPACARA NGENTEG LINGGIH DI PURA DESA, DESA PELAGA, KECAMATAN PETANG, KABUPATEN BADUNG
KOMUNIKASI TRANSENDENTAL NYENUK DALAM UPACARA NGENTEG LINGGIH DI PURA DESA, DESA PELAGA, KECAMATAN PETANG, KABUPATEN BADUNG
ABSTRAK             Komunikasi transendental nyenuk merupakan rangkaian dari upacara ngenteg linggih yang dilaksanakan oleh masyarakat setelah pemabngunan atau mepugaran pura...
PERSUASI DALAM CERAMAH PENGAJIAN K.H. MUHAMMAD ZAINI ABDUL GHANI (PERSUASIVE IN ISLAMIC LECTURING KH. MUHAMMAD ZAINI ABDUL GHANI)
PERSUASI DALAM CERAMAH PENGAJIAN K.H. MUHAMMAD ZAINI ABDUL GHANI (PERSUASIVE IN ISLAMIC LECTURING KH. MUHAMMAD ZAINI ABDUL GHANI)
AbstractPersuasive In Islamic Lecturing KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani. The purpose of this study was to describe the use of form and persuasion techniques used in KH's recitation ...

Back to Top