Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Peralihan Rezim Tektonik: Implikasinya pada Konsentrasi Torium di Mamasa dan Tana Toraja, Sulawesi-Indonesia

View through CrossRef
ABSTRAK Mamasa dan Tana Toraja secara geografis merupakan bagian dari lengan barat Pulau Sulawesi. Batuan-batuan mafik di daerah tersebut dan sekitarnya memiliki nilai laju radiasi tinggi dan anomali kandungan torium (Th). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme tataan tektonik yang berperan dalam peningkatan konsentrasi Th. Enam sampel batuan dianalisis menggunakan analisis petrografi dan geokimia (AAS, ICP-MS, NA, dan XRF), dilengkapi dengan pentarikhan umur menggunakan metode 40K-40Ar pada sampel batuan terpilih. Pengamatan petrografi memperlihatkan kehadiran mineral plagioklas, olivin, piroksen, hornblenda, nefelin, dan alanit pada batuan yang diidentifikasi sebagai nefelin-basanit, basalt, trakhibasalt, dan gabro. Sejumlah tekstur yang tampak pada batuan tersebut mengindikasikan kontaminasi dan perubahan kondisi tektonik. Analisis geokimia menunjukkan bahwa nefelin-basanit, basalt, trakhibasalt, dan gabro (absarokit) terbentuk pada batas kontinental aktif (ACM) yang sedang mengalami transisi dari subduksi aktif (penunjaman ke arah barat) menjadi post-subduksi. Perubahan tataan tektonik membuat magma membeku pada kondisi yang sangat ekstrim. Proses pembekuan magma diinterpretasikan terjadi pada umur sekitar 13,10-11,02 Ma. Mekanisme tersebut berperan penting terhadap terjadinya peningkatan konsentrasi torium di Mamasa dan Tana Toraja.ABSTRACT Mamasa and Tana Toraja geographically are part of the western arm of Sulawesi Island. The mafic rocks in these areas and their surroundings have high radiation dose rate and thorium (Th) anomaly content. This research aim is to determine tectonic setting mechanism which play the important role on the increasing of Th concentration. Six rock samples were analysed using petrography and geochemical analyses (AAS, ICP-MS, NA, and XRF) completed with the 40K-40Ar dating on selected rock samples. Petrography observations show plagioclase, olivine, pyroxene, hornblende, nepheline, and allanite minerals presence in the rocks which identified as nepheline-basanite, basalt, trachybasalt, and gabbro. Numbers of texture appearances in the rocks indicate contamination and changes on tectonic setting. Geochemistry analysis shows that nepheline-basanite, basalt, trachybasalt, and gabbro (absarokite) were formed at the active continental margin (ACM), which is undergoing active subduction (westward subduction) to post-subduction transition. The changing of tectonic setting made magma solidify in extreme conditions. The magma solidify process is interpreted to occur at the age of 13.10-11.02 Ma. These mechanisms play an important role for the increase of thorium concentration in Mamasa and Tana Toraja.
Title: Peralihan Rezim Tektonik: Implikasinya pada Konsentrasi Torium di Mamasa dan Tana Toraja, Sulawesi-Indonesia
Description:
ABSTRAK Mamasa dan Tana Toraja secara geografis merupakan bagian dari lengan barat Pulau Sulawesi.
Batuan-batuan mafik di daerah tersebut dan sekitarnya memiliki nilai laju radiasi tinggi dan anomali kandungan torium (Th).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme tataan tektonik yang berperan dalam peningkatan konsentrasi Th.
Enam sampel batuan dianalisis menggunakan analisis petrografi dan geokimia (AAS, ICP-MS, NA, dan XRF), dilengkapi dengan pentarikhan umur menggunakan metode 40K-40Ar pada sampel batuan terpilih.
Pengamatan petrografi memperlihatkan kehadiran mineral plagioklas, olivin, piroksen, hornblenda, nefelin, dan alanit pada batuan yang diidentifikasi sebagai nefelin-basanit, basalt, trakhibasalt, dan gabro.
Sejumlah tekstur yang tampak pada batuan tersebut mengindikasikan kontaminasi dan perubahan kondisi tektonik.
Analisis geokimia menunjukkan bahwa nefelin-basanit, basalt, trakhibasalt, dan gabro (absarokit) terbentuk pada batas kontinental aktif (ACM) yang sedang mengalami transisi dari subduksi aktif (penunjaman ke arah barat) menjadi post-subduksi.
Perubahan tataan tektonik membuat magma membeku pada kondisi yang sangat ekstrim.
Proses pembekuan magma diinterpretasikan terjadi pada umur sekitar 13,10-11,02 Ma.
Mekanisme tersebut berperan penting terhadap terjadinya peningkatan konsentrasi torium di Mamasa dan Tana Toraja.
ABSTRACT Mamasa and Tana Toraja geographically are part of the western arm of Sulawesi Island.
The mafic rocks in these areas and their surroundings have high radiation dose rate and thorium (Th) anomaly content.
This research aim is to determine tectonic setting mechanism which play the important role on the increasing of Th concentration.
Six rock samples were analysed using petrography and geochemical analyses (AAS, ICP-MS, NA, and XRF) completed with the 40K-40Ar dating on selected rock samples.
Petrography observations show plagioclase, olivine, pyroxene, hornblende, nepheline, and allanite minerals presence in the rocks which identified as nepheline-basanite, basalt, trachybasalt, and gabbro.
Numbers of texture appearances in the rocks indicate contamination and changes on tectonic setting.
Geochemistry analysis shows that nepheline-basanite, basalt, trachybasalt, and gabbro (absarokite) were formed at the active continental margin (ACM), which is undergoing active subduction (westward subduction) to post-subduction transition.
The changing of tectonic setting made magma solidify in extreme conditions.
The magma solidify process is interpreted to occur at the age of 13.
10-11.
02 Ma.
These mechanisms play an important role for the increase of thorium concentration in Mamasa and Tana Toraja.

Related Results

Studi Komunikasi Budaya Masyarakat Toraja di Jakarta (Upaya Masyarakat Toraja Mempertahankan Budaya Asli)
Studi Komunikasi Budaya Masyarakat Toraja di Jakarta (Upaya Masyarakat Toraja Mempertahankan Budaya Asli)
Toraja is an area that has many unique cultures. However, over time many native Toraja people left hometown, and went to wander outside Toraja, one of which was Jakarta. The resear...
POTENSI BUDAYA SUKU TORAJA SEBAGAI DAYA TARIK WISATA PADA KABUPATEN TANA TORAJA DAN TORAJA UTARA
POTENSI BUDAYA SUKU TORAJA SEBAGAI DAYA TARIK WISATA PADA KABUPATEN TANA TORAJA DAN TORAJA UTARA
This study aims to determine the cultural potential of the Toraja tribe as a tourist attraction in Tana Toraja and North Toraja districts. With the research method using the type o...
FUNGSI SOSIOBUDAYA RUMAH ADAT TONGKONAN SUKU TORAJA DI LALIKAN PANGALA’, TORAJA UTARA, SULAWESI SELATAN, INDONESIA
FUNGSI SOSIOBUDAYA RUMAH ADAT TONGKONAN SUKU TORAJA DI LALIKAN PANGALA’, TORAJA UTARA, SULAWESI SELATAN, INDONESIA
  ABSTRAK Rumah Adat Tongkonan merupakan warisan budaya yang dimiliki Suku Toraja di Indonesia dimana ianya menjadi pusat kehidupan sebagai rumah adat yang multifungsi. Secara um...
Budaya Toraja dan Hubungannya dengan Pembentukan Karakter Masyarakat Toraja
Budaya Toraja dan Hubungannya dengan Pembentukan Karakter Masyarakat Toraja
Budaya merupakan cara atau pola hidup yang berkembang serta dimiliki bersama oleh sekelompok orang, dan diwariskan secara turun temurun. Budaya Toraja merupakan salah satu budaya d...
Analysis of Internal Control System of Cash Receipts and Expenditures of Muhammadiyah Development Islamic Vocational School Tana Toraja
Analysis of Internal Control System of Cash Receipts and Expenditures of Muhammadiyah Development Islamic Vocational School Tana Toraja
This study aims to determine the suitability of internal control in the cash receipt and cash disbursement system of SMK Pesantren Pembangunan Muhammadiyah Tana Toraja with the com...
WUJUD PERSAHABATAN DALAM MAPALA STAKN TORAJA
WUJUD PERSAHABATAN DALAM MAPALA STAKN TORAJA
Hampir semua kampus di Indonesia mempunyai organisasi MAPALA. Salah satunya kampus IAKN Toraja. Keunggulan MAPALA yang ada di indonesia adalah kekompakan yang mereka miliki. Kekom...
Karakteristik Spermatozoa Domba yang Diinkubasi Dalam Medium Fertilisasi dengan Waktu dan Konsentrasi Berbeda
Karakteristik Spermatozoa Domba yang Diinkubasi Dalam Medium Fertilisasi dengan Waktu dan Konsentrasi Berbeda
Keberhasilan fertilisasi in vitro tidak hanya dipengaruhi oleh oosit tetapi juga kualitas spermatozoa, konsentrasi spermatozoa, dan lamanya waktu inkubasi. Penelitian ini bertujuan...

Back to Top