Javascript must be enabled to continue!
Karakteristik Spermatozoa Domba yang Diinkubasi Dalam Medium Fertilisasi dengan Waktu dan Konsentrasi Berbeda
View through CrossRef
Keberhasilan fertilisasi in vitro tidak hanya dipengaruhi oleh oosit tetapi juga kualitas spermatozoa, konsentrasi spermatozoa, dan lamanya waktu inkubasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik spermatozoa domba post-thawed yang diinkubasi pada waktu dan konsentrasi yang berbeda dalam medium fertilisasi. Spermatozoa domba berasal dari semen beku domba garut dan ekor gemuk. Konsentrasi spermatozoa yang digunakan adalah 1 dan 5 juta spermatozoa/mL. Setiap kelompok spermatozoa diinkubasi dalam inkubator CO2 5% pada suhu 38,5oC selama 0, 3, dan 6 jam. Setiap akhir masa inkubasi, spermatozoa dievaluasi pola gerak, motilitas, MPU, dan TAU sebanyak tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motilitas total, motilitas progresif, MPU, dan TAU pada kedua bangsa domba dengan konsentrasi 1 dan 5 juta menurun secara signifikan dengan bertambahnya waktu inkubasi. Pola pergerakan spermatozoa kedua bangsa domba pada konsentrasi 1 juta menunjukkan hiperaktivitas pada jam ke 3 inkubasi dengan nilai STR 0,47-0,49% dan nilai LIN 0,33-0,34%, sedangkan pada konsentrasi 5 juta menunjukkan adanya hiperaktivitas pada jam ke 6 inkubasi dengan nilai STR 0,69-0,80% dan nilai LIN 0,52-0,55%. Selama inkubasi, spermatozoa menunjukkan pola renang sedang dengan nilai VCL 50,70-77,85 µ/s. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas spermatozoa setelah inkubasi menurun seiring dengan penambahan waktu inkubasi. Spermatozoa dengan konsentrasi 5 juta menunjukkan nilai motilitas total yang tinggi tetapi nilai progresifnya lebih rendah dibandingkan dengan konsentrasi 1 juta. Hiperaktivitas spermatozoa dengan konsentrasi 1 juta dapat terjadi pada jam ke 3 sedangkan kosentrasi 5 juta dapat terjadi pada jam ke 6 waktu inkubasi.
Institut Pertanian Bogor
Title: Karakteristik Spermatozoa Domba yang Diinkubasi Dalam Medium Fertilisasi dengan Waktu dan Konsentrasi Berbeda
Description:
Keberhasilan fertilisasi in vitro tidak hanya dipengaruhi oleh oosit tetapi juga kualitas spermatozoa, konsentrasi spermatozoa, dan lamanya waktu inkubasi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik spermatozoa domba post-thawed yang diinkubasi pada waktu dan konsentrasi yang berbeda dalam medium fertilisasi.
Spermatozoa domba berasal dari semen beku domba garut dan ekor gemuk.
Konsentrasi spermatozoa yang digunakan adalah 1 dan 5 juta spermatozoa/mL.
Setiap kelompok spermatozoa diinkubasi dalam inkubator CO2 5% pada suhu 38,5oC selama 0, 3, dan 6 jam.
Setiap akhir masa inkubasi, spermatozoa dievaluasi pola gerak, motilitas, MPU, dan TAU sebanyak tiga ulangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa motilitas total, motilitas progresif, MPU, dan TAU pada kedua bangsa domba dengan konsentrasi 1 dan 5 juta menurun secara signifikan dengan bertambahnya waktu inkubasi.
Pola pergerakan spermatozoa kedua bangsa domba pada konsentrasi 1 juta menunjukkan hiperaktivitas pada jam ke 3 inkubasi dengan nilai STR 0,47-0,49% dan nilai LIN 0,33-0,34%, sedangkan pada konsentrasi 5 juta menunjukkan adanya hiperaktivitas pada jam ke 6 inkubasi dengan nilai STR 0,69-0,80% dan nilai LIN 0,52-0,55%.
Selama inkubasi, spermatozoa menunjukkan pola renang sedang dengan nilai VCL 50,70-77,85 µ/s.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas spermatozoa setelah inkubasi menurun seiring dengan penambahan waktu inkubasi.
Spermatozoa dengan konsentrasi 5 juta menunjukkan nilai motilitas total yang tinggi tetapi nilai progresifnya lebih rendah dibandingkan dengan konsentrasi 1 juta.
Hiperaktivitas spermatozoa dengan konsentrasi 1 juta dapat terjadi pada jam ke 3 sedangkan kosentrasi 5 juta dapat terjadi pada jam ke 6 waktu inkubasi.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
Analisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebaga...
Korelasi Kadar Karboksihemoglobin terhadap Tekanan Darah Penduduk di Sekitar Terminal Bus Tirtonadi Surakarta
Korelasi Kadar Karboksihemoglobin terhadap Tekanan Darah Penduduk di Sekitar Terminal Bus Tirtonadi Surakarta
<table width="645" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0"><tbody><tr><td valign="top" width="408"><p> </p><p>Carbon monoxide is a gas ...
CONJUNTURA
CONJUNTURA
<!--[if gte mso 9]><xml> <o:DocumentProperties> <o:Revision>0</o:Revision> <o:TotalTime>0</o:TotalTime> <o:Pages>1</o:Pages> &...
NILAI ESRTIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO
NILAI ESRTIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO
NILAI ESTETIKA VESPA MODIFIKASI KOMUNITAS VESPA BONDOWOSO Syarief Abdurahman Arrahim1, I Wayan Sudiarta2, I Gst Ngr. Sura Ardana31,2,3Program Studi Pendidikan Seni RupaFakultas Ba...
Testicular sperm preservation and embryo development following intracytoplasmic sperm injection into ooplasm of domestic cats
Testicular sperm preservation and embryo development following intracytoplasmic sperm injection into ooplasm of domestic cats
Testicular tissue is an important sperm source of dead or castrated animals. Optimal preservation of testicular tissue by cold storage and cryopreservation would be beneficial for ...
Pemanfaatan Pektin Kulit Pisang Kepok Untuk Pembuatan Edible Film Dengan Penambahan CMC dan Plasticizer Sorbitol
Pemanfaatan Pektin Kulit Pisang Kepok Untuk Pembuatan Edible Film Dengan Penambahan CMC dan Plasticizer Sorbitol
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik edible film berbahan dasar pektin kulit pisang kepok terhadap pengaruh variasi konsentrasi sorbitol. Prosedur penelit...

