Javascript must be enabled to continue!
Kemampukerasan Baja Tahan Karat AISI 304
View through CrossRef
Baja tahan karat AISI 304 secara umum digunakan pada mesin-mesin konstruksi terapan sederhana seperti poros propeler kapal nelayan, mesin penghancur es, pemeras tebu danlainnya, dikarenakan ketahanan korosifnya yang baik, disisi lain kelemahan AISI 304 pada kondisi lapangan sering mengalami deformasi dan kepatahan dengan putaran yangrelatif tinggi. Untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan usaha menambah nilai kekerasan permukaan dengan melakukan pengujian Jominy Hardenability. Pengujian Jominy yang dilakukan pada spesimen uji dengan standar ASTM A255-02, dengan laju air pada nozzle 45 liter/menit, pada temperature 8500C dan holding time 15-20 menit. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai awal kekerasan permukaan pada ujung quenching sisi A adalah 187 HB dan pada sisi B adalah 170 HB. Nilai kekerasan permukaan setelah di normalizing pada ujung quenching sisi A adalah 182 HB dan pada sisi B adalah 188 HB. Maka terjadi penurunan kekerasan pada sisi A sebesar 5 HB, dan terjadi peningkatan kekerasan pada sisi B sebesar 18 HB. Setelah di uji Jominy nilai kekerasan pada sisi A adalah 227 HB, dan pada sisi B adalah 223 HB. Pada pengujian jominy terjadi peningkatan kekerasan pada ujung sisi A sebesar 45 HB, dan peningkatan kekerasan pada sisi B sebesar 35 HB. Hasil penelitian ini dapat direkomendasikan bahwa AISI 304 sebelum digunakan sebaiknya dilakukan pengerasan permukaan sehingga sifat mekanik bahan menjadi lebih optimal.
Universitas Teuku Umar
Title: Kemampukerasan Baja Tahan Karat AISI 304
Description:
Baja tahan karat AISI 304 secara umum digunakan pada mesin-mesin konstruksi terapan sederhana seperti poros propeler kapal nelayan, mesin penghancur es, pemeras tebu danlainnya, dikarenakan ketahanan korosifnya yang baik, disisi lain kelemahan AISI 304 pada kondisi lapangan sering mengalami deformasi dan kepatahan dengan putaran yangrelatif tinggi.
Untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan usaha menambah nilai kekerasan permukaan dengan melakukan pengujian Jominy Hardenability.
Pengujian Jominy yang dilakukan pada spesimen uji dengan standar ASTM A255-02, dengan laju air pada nozzle 45 liter/menit, pada temperature 8500C dan holding time 15-20 menit.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai awal kekerasan permukaan pada ujung quenching sisi A adalah 187 HB dan pada sisi B adalah 170 HB.
Nilai kekerasan permukaan setelah di normalizing pada ujung quenching sisi A adalah 182 HB dan pada sisi B adalah 188 HB.
Maka terjadi penurunan kekerasan pada sisi A sebesar 5 HB, dan terjadi peningkatan kekerasan pada sisi B sebesar 18 HB.
Setelah di uji Jominy nilai kekerasan pada sisi A adalah 227 HB, dan pada sisi B adalah 223 HB.
Pada pengujian jominy terjadi peningkatan kekerasan pada ujung sisi A sebesar 45 HB, dan peningkatan kekerasan pada sisi B sebesar 35 HB.
Hasil penelitian ini dapat direkomendasikan bahwa AISI 304 sebelum digunakan sebaiknya dilakukan pengerasan permukaan sehingga sifat mekanik bahan menjadi lebih optimal.
Related Results
Comportamiento de la Resistencia al desgaste erosivo de recubrimientos de alúmina
Comportamiento de la Resistencia al desgaste erosivo de recubrimientos de alúmina
En este artículo se presentan los resultados de la investigación relacionada con el comportamiento experimental de recubrimientos de alúmina, obtenidos a partir de partículas de t...
Baja dan Aplikasinya
Baja dan Aplikasinya
Baja dan paduannya adalah material Teknik yang paling banyak pemakaiannya dalam industri manufaktur mulai dari industri rumah tangga sampai industri berat dan militer. Baja dibuat ...
Review Industri Baja
Review Industri Baja
ABSTRAK. Industri baja termasuk satu dari banyaknya industri yang dibutuhkan oleh industri lain karena baja merupakan bahan baku penting bagi industri lain secara keseluruhan maka ...
Review Industri Baja
Review Industri Baja
ABSTRAK. Industri baja termasuk satu dari banyaknya industri yang dibutuhkan oleh industri lain karena baja merupakan bahan baku penting bagi industri lain secara keseluruhan maka ...
Association between the aggregate index of systemic inflammation and hyperuricemia: evidence from NHANES 2011–2018
Association between the aggregate index of systemic inflammation and hyperuricemia: evidence from NHANES 2011–2018
Abstract
Objective
The aim of this study was to explore the association between the Aggregate Index of Systemic Inflammation (AISI) and hyperuricemia, using data from the ...
PENGARUH PENGGUNAAN PELAT SETRIP GANDA SEBAGAI TULANGAN TARIK LONGITUDINAL TERHADAP KINERJA LENTUR BALOK BETON BERTULANG
PENGARUH PENGGUNAAN PELAT SETRIP GANDA SEBAGAI TULANGAN TARIK LONGITUDINAL TERHADAP KINERJA LENTUR BALOK BETON BERTULANG
Pelat setrip merupakan jenis baja yang berbentuk lembaran memanjang dengan bentuk penampang persegi panjang. Bentuk penampang persegi panjang memiliki momen inersia lebih besar dib...
ANALISIS SIFAT MEKANIK PENGELASAN BIMETAL PLAT BAJA KARBON RENDAH DAN STAINLESS STEEL DENGAN LAS GTAW
ANALISIS SIFAT MEKANIK PENGELASAN BIMETAL PLAT BAJA KARBON RENDAH DAN STAINLESS STEEL DENGAN LAS GTAW
Bahan baja tahan karat (stainless steel) banyak digunakan dalam industri rumah tangga maupun industri militer, dan juga dalam industri nuklir. Bahan baja dibag...
Prognostic Effect of the Aggregate Index of Systemic Inflammation (AlSl) on All-cause, Cardiovascular Mortality and Cause-Specific Mortality in Adult Cancer Patients
Prognostic Effect of the Aggregate Index of Systemic Inflammation (AlSl) on All-cause, Cardiovascular Mortality and Cause-Specific Mortality in Adult Cancer Patients
Background: Cancer is a leading global health concern, being the second top cause of death worldwide. This study examines the association between the Aggregate Index of Systemic In...

