Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Budaya komunikasi virtual di Twitter dan Tiktok: Perluasan makna kata estetik

View through CrossRef
Kata estetik mengalami perluasan makna dari makna asalnya akibat penggunaannya di Twitter dan TikTok. Perluasan makna itu menimbulkan perdebatan pada pengguna kedua media sosial tersebut. Studi ini bertujuan untuk mengetahui penyebab dan proses terjadinya perluasan makna, termasuk motivasi pengguna Twitter dan TikTok menggunakan kata estetik yang maknanya berbeda dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Studi berjenis kualitatif ini menggunakan pendekatan etnografi virtual dengan mewawancarai tujuh informan pengguna Twitter dan TikTok. Empat orang informan pengguna Twitter, yaitu @iyayaudahgpp, @semanismimpimu, @s8joh, dan @CharmingDevilll. Tiga orang informan pengguna TikTok, yaitu @Wiyantika, @aqua.ush, dan @pcynjm131. Hasil penelusuran virtual menunjukkan bahwa kata estetik telah mengalami perluasan makna. Kata estetik tidak sekadar bermakna indah tetapi juga berarti ungkapan kelucuan, ekspresi sindiran, dan pujian penampilan fisik. Penyebab perluasan makna adalah penggunaan kata estetik pada caption, cuitan, komentar, dan tagar oleh pengguna Twitter dan TikTok. Motivasi penggunaan kata estetik, disebabkan mengikuti tren, keisengan, dan candaan. Budaya berkomunikasi di media sosial berperan penting dalam perluasan makna kata dan penciptaan kata-kata baru.   The word aesthetic has expanded from its original meaning due to its use on Twitter and TikTok. The expansion of meaning has caused debate among users of the two social media. This study aims to determine the causes and processes of the expansion of meaning, including Twitter and TikTok users' motivation to use aesthetic words that have different meanings from the Indonesian Dictionary (KBBI). The type of research is qualitative with a virtual ethnographic approach by interviewing seven informants using Twitter and TikTok. Four Twitter user informants, namely @iyayaudahgpp, @semanismimpimu, @s8joh, and @CharmingDevilll. Three informants using TikTok, namely @Wiyantika, @aqua.ush, and @pcynjm131. The virtual search results show that the word aesthetic has expanded its meaning. The word aesthetic does not only mean beautiful but also means an expression of cuteness, an expression of satire, and a compliment of physical appearance. The cause of the expansion of meaning is the use of aesthetic words in captions, tweets, comments, and hashtags by Twitter and TikTok users. The motivation for using the word aesthetic is due to following trends, fads, and jokes. The culture of communicating on social media has an essential role in expanding the meaning of words and creating new words.
Title: Budaya komunikasi virtual di Twitter dan Tiktok: Perluasan makna kata estetik
Description:
Kata estetik mengalami perluasan makna dari makna asalnya akibat penggunaannya di Twitter dan TikTok.
Perluasan makna itu menimbulkan perdebatan pada pengguna kedua media sosial tersebut.
Studi ini bertujuan untuk mengetahui penyebab dan proses terjadinya perluasan makna, termasuk motivasi pengguna Twitter dan TikTok menggunakan kata estetik yang maknanya berbeda dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
Studi berjenis kualitatif ini menggunakan pendekatan etnografi virtual dengan mewawancarai tujuh informan pengguna Twitter dan TikTok.
Empat orang informan pengguna Twitter, yaitu @iyayaudahgpp, @semanismimpimu, @s8joh, dan @CharmingDevilll.
Tiga orang informan pengguna TikTok, yaitu @Wiyantika, @aqua.
ush, dan @pcynjm131.
Hasil penelusuran virtual menunjukkan bahwa kata estetik telah mengalami perluasan makna.
Kata estetik tidak sekadar bermakna indah tetapi juga berarti ungkapan kelucuan, ekspresi sindiran, dan pujian penampilan fisik.
Penyebab perluasan makna adalah penggunaan kata estetik pada caption, cuitan, komentar, dan tagar oleh pengguna Twitter dan TikTok.
Motivasi penggunaan kata estetik, disebabkan mengikuti tren, keisengan, dan candaan.
Budaya berkomunikasi di media sosial berperan penting dalam perluasan makna kata dan penciptaan kata-kata baru.
  The word aesthetic has expanded from its original meaning due to its use on Twitter and TikTok.
The expansion of meaning has caused debate among users of the two social media.
This study aims to determine the causes and processes of the expansion of meaning, including Twitter and TikTok users' motivation to use aesthetic words that have different meanings from the Indonesian Dictionary (KBBI).
The type of research is qualitative with a virtual ethnographic approach by interviewing seven informants using Twitter and TikTok.
Four Twitter user informants, namely @iyayaudahgpp, @semanismimpimu, @s8joh, and @CharmingDevilll.
Three informants using TikTok, namely @Wiyantika, @aqua.
ush, and @pcynjm131.
The virtual search results show that the word aesthetic has expanded its meaning.
The word aesthetic does not only mean beautiful but also means an expression of cuteness, an expression of satire, and a compliment of physical appearance.
The cause of the expansion of meaning is the use of aesthetic words in captions, tweets, comments, and hashtags by Twitter and TikTok users.
The motivation for using the word aesthetic is due to following trends, fads, and jokes.
The culture of communicating on social media has an essential role in expanding the meaning of words and creating new words.

Related Results

Faith Tweets: Ambient Religious Communication and Microblogging Rituals
Faith Tweets: Ambient Religious Communication and Microblogging Rituals
There’s no reason to think that Jesus wouldn’t have Facebooked or twittered if he came into the world now. Can you imagine his killer status updates? Reverend Schenck, New York, Al...
Pengaruh Audio TikTok terhadap Viralitas Musik Lokal Indonesia
Pengaruh Audio TikTok terhadap Viralitas Musik Lokal Indonesia
Abstract. This research is motivated by the phenomenon of the growing popularity of Indonesian local music through the social media platform TikTok, where short audio clips of loca...
Pengaruh Terpaan Akun Tiktok Raffi Ahmad terhadap Gaya Komunikasi Followers
Pengaruh Terpaan Akun Tiktok Raffi Ahmad terhadap Gaya Komunikasi Followers
Abstract. TikTok social media is an audio visual media. This media is in the form of videos and photos created with various music juxtaposed. tiktok a media that disseminates each ...
PERLUASAN MAKNA KATA “VIRAL” DALAM TEKS BERBASIS KORPUS LCC INDONESIA 2023 DI CQPWEB
PERLUASAN MAKNA KATA “VIRAL” DALAM TEKS BERBASIS KORPUS LCC INDONESIA 2023 DI CQPWEB
Perkembangan ilmu dan teknologi diiringi oleh perkembangan bahasa yang ditunjukkan dengan munculya istilah baru atau konsep perubahan makna pada kata yang sudah ada sebelumnya. Sal...
Efektivitas Dakwah Melalui Media Sosial Tiktok dalam Meningkatkan Nilai-Nilai Keberagamaan
Efektivitas Dakwah Melalui Media Sosial Tiktok dalam Meningkatkan Nilai-Nilai Keberagamaan
Abstract- TikTok is one of the most popular social media in Indonesia. Not a few people use TikTok as a medium of propaganda, one of which is an account called @amaljariah.ku. But ...
Pengaruh Pesan Dalam TikTok Ads
Pengaruh Pesan Dalam TikTok Ads
Abstract. The development of information technology has encouraged the use of social media such as TikTok as an effective marketing platform. Based on data from Statista, TikTok u...
Efektivitas Dakwah Melalui Media Sosial Tiktok dalam Meningkatkan Nilai-Nilai Keberagamaan
Efektivitas Dakwah Melalui Media Sosial Tiktok dalam Meningkatkan Nilai-Nilai Keberagamaan
Abstract. TikTok is one of the most popular social media in Indonesia. Not a few people use TikTok as a medium of propaganda, one of which is an account called @amaljariah.ku. But ...
KEPOLISEMIAN VERBA TSUKERU: KAJIAN LINGUISTIK KOGNITIF
KEPOLISEMIAN VERBA TSUKERU: KAJIAN LINGUISTIK KOGNITIF
Polisemi merupakan salah satu tema yang dibahas ketika berbicara mengenai makna sebuah kata. Kata yang berpolisemi adalah kata yang memiliki makna lebih dari satu. Penelitian ini m...

Back to Top