Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Land Grabbing in Telukjambe Barat, Karawang, West Java and its Teoretical Hook to David Harvey’s and SMP Tjondronegoro’s Works

View through CrossRef
Perkembangan wilayah di Kabupaten Karawang, Jawa Barat telah mengakibatkan peminggiran pada masyarakat sub urban. Peminggiran tersebut terjadi melalui proses land grabbing atau pengambilalihan secara massif atas tanah yang dimiliki oleh masyarakat sub urban yang tidak lain adalah komunitas desa yang telah lama menempati lahannya. Artikel ini bertujuan untuk berkontribusi pada dua hal. Pertama adalah menyajikan deskripsi empiris mengenai proses land grabbing pada masyarakat sub urban dengan berdasarkan studi kasus di Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Kedua adalah menyajikan diskusi teoritis untuk menjelaskan fenomena land grabbing ini dengan merujuk kerangka teoritik David Harvey dan S.M.P. Tjondronegoro. Metode penelitian yang digunakan dalam studi kasus ini mencakup data primer yang diperoleh dari observasi dan wawancara yang mendalam terhadap para informan dan didukung oleh data sekunder yang berasal dari berbagai hasil penelitian serta dokumen-dokumen yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspansi kapitalisme perkotaan di Telukjambe Barat merupakan kegiatan penataan ruang yang lebih mengarah pada pembangunan kawasan dengan adanya kekuatan korporasi yang telah menguasai ruang, menaklukkan kepemilikan masyarakat sub urban, dan berkuasa penuh atas ruang melalui praktik land grabbing. Uraian mengenai fenomena land grabbing di Telukjambe Barat ini kemudian secara teoritik diperkuat dengan merujuk karya S.M.P Tjondronegoro khususnya konsep “kebijakan agraris ingkari agraria” dan karya David Harvey khususnya konsep accumulation by dispossesion.
Title: Land Grabbing in Telukjambe Barat, Karawang, West Java and its Teoretical Hook to David Harvey’s and SMP Tjondronegoro’s Works
Description:
Perkembangan wilayah di Kabupaten Karawang, Jawa Barat telah mengakibatkan peminggiran pada masyarakat sub urban.
Peminggiran tersebut terjadi melalui proses land grabbing atau pengambilalihan secara massif atas tanah yang dimiliki oleh masyarakat sub urban yang tidak lain adalah komunitas desa yang telah lama menempati lahannya.
Artikel ini bertujuan untuk berkontribusi pada dua hal.
Pertama adalah menyajikan deskripsi empiris mengenai proses land grabbing pada masyarakat sub urban dengan berdasarkan studi kasus di Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Kedua adalah menyajikan diskusi teoritis untuk menjelaskan fenomena land grabbing ini dengan merujuk kerangka teoritik David Harvey dan S.
M.
P.
Tjondronegoro.
Metode penelitian yang digunakan dalam studi kasus ini mencakup data primer yang diperoleh dari observasi dan wawancara yang mendalam terhadap para informan dan didukung oleh data sekunder yang berasal dari berbagai hasil penelitian serta dokumen-dokumen yang relevan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspansi kapitalisme perkotaan di Telukjambe Barat merupakan kegiatan penataan ruang yang lebih mengarah pada pembangunan kawasan dengan adanya kekuatan korporasi yang telah menguasai ruang, menaklukkan kepemilikan masyarakat sub urban, dan berkuasa penuh atas ruang melalui praktik land grabbing.
Uraian mengenai fenomena land grabbing di Telukjambe Barat ini kemudian secara teoritik diperkuat dengan merujuk karya S.
M.
P Tjondronegoro khususnya konsep “kebijakan agraris ingkari agraria” dan karya David Harvey khususnya konsep accumulation by dispossesion.

Related Results

PENGARUH SCHOOL WELL-BEING TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 TELUKJAMBE KARAWANG
PENGARUH SCHOOL WELL-BEING TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 TELUKJAMBE KARAWANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh school well-being terhadap motivasi belajar pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Telukjambe Karawang. Penelitian ini menggunakan pend...
Land Grab
Land Grab
Land grab (also called large-scale land acquisitions [LSLA] or large-scale land transaction [LSLT]) refers to the appropriation of large tracts of land by private or, at times, pub...
Makna Siloka (Filosofis) Lirik Lagu Goyang Karawang Karya Lingga Angling Raspati
Makna Siloka (Filosofis) Lirik Lagu Goyang Karawang Karya Lingga Angling Raspati
Karawang merupakan salah satu kabupaten di Jawa Barat. Kota Karawang dikenal sebagai lumbung padi, kota pahlawan dan kota industri. Dalam bidang seni, Lagu Goyang Karawang merupaka...
Pembangunan Perumahan Komersial di Kawasan Industri Kabupaten Karawang Ditinjau dari Perencanaan Ruang
Pembangunan Perumahan Komersial di Kawasan Industri Kabupaten Karawang Ditinjau dari Perencanaan Ruang
Abstract. Every year Indonesia experiences an increase in population which has an impact on increasing public demand for housing needs which is one of the rights obtained by all In...
Controlling minimal and maximal hook-length of the bacterial flagellum
Controlling minimal and maximal hook-length of the bacterial flagellum
AbstractHook-length control is a central checkpoint during assembly of the bacterial flagellum. During hook growth, a 405 amino acids (aa) protein, FliK, is intermittently secreted...

Back to Top