Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Manajemen Perubahan Angkutan Kota Konvensional Menjadi Mikrotrans Dalam Sistem Jaklingko

View through CrossRef
Perubahan sistem transportasi umum Jakarta menjadi Mikrotrans dalam sistem JakLingko merupakan respons terhadap meningkatnya kompleksitas mobilitas perkotaan. Penelitian ini mengkaji transisi dari transportasi kota konvensional (angkot) ke Mikrotrans dengan pendekatan manajemen perubahan, terutama teori Kurt Lewin dan Black & Gregersen. Metode penelitian yang digunakan bersifat kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, tinjauan literatur, dan wawancara dengan pengguna Mikrotrans di Jakarta Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah transportasi umum berubah menjadi Mikrotrans terjadi peningkatan dalam kenyamanan, efisiensi waktu, akses ke daerah padat penduduk, dan profesionalisme layanan. Taktik perubahan dilakukan secara antisiptif dan reaktif. Proses perubahan dilakukan secara bertahap melalui tahap unfreeze, change, dan refreeze, didukung oleh kebijakan pemerintah serta keterlibatan aktif pengguna dan pengemudi.
Title: Manajemen Perubahan Angkutan Kota Konvensional Menjadi Mikrotrans Dalam Sistem Jaklingko
Description:
Perubahan sistem transportasi umum Jakarta menjadi Mikrotrans dalam sistem JakLingko merupakan respons terhadap meningkatnya kompleksitas mobilitas perkotaan.
Penelitian ini mengkaji transisi dari transportasi kota konvensional (angkot) ke Mikrotrans dengan pendekatan manajemen perubahan, terutama teori Kurt Lewin dan Black & Gregersen.
Metode penelitian yang digunakan bersifat kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, tinjauan literatur, dan wawancara dengan pengguna Mikrotrans di Jakarta Selatan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah transportasi umum berubah menjadi Mikrotrans terjadi peningkatan dalam kenyamanan, efisiensi waktu, akses ke daerah padat penduduk, dan profesionalisme layanan.
Taktik perubahan dilakukan secara antisiptif dan reaktif.
Proses perubahan dilakukan secara bertahap melalui tahap unfreeze, change, dan refreeze, didukung oleh kebijakan pemerintah serta keterlibatan aktif pengguna dan pengemudi.

Related Results

PENGARUH ANGKUTAN UMUM ONLINE TERHADAP ANGKUTAN UMUM KONVENSIONAL (STUDI KASUS ANGKUTAN ADL DAN MAXIM DI KOTA MALANG)
PENGARUH ANGKUTAN UMUM ONLINE TERHADAP ANGKUTAN UMUM KONVENSIONAL (STUDI KASUS ANGKUTAN ADL DAN MAXIM DI KOTA MALANG)
Munculnya transportasi berbasis online menimbulkan aksi demonstrasi besar diwilayah jawa timur salah satunya dikota Malang,aksi dilakukan oleh para pengemudi angkutan konvensional ...
ANALISA PERBANDINGAN KEPUASAN PENUMPANG ANGKUTAN UMUM DAN ANGKUTAN UMUM BERBASIS APLIKASI ( Studi Kasus : Masyarakat Kota Cianjur )
ANALISA PERBANDINGAN KEPUASAN PENUMPANG ANGKUTAN UMUM DAN ANGKUTAN UMUM BERBASIS APLIKASI ( Studi Kasus : Masyarakat Kota Cianjur )
Penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kualitas pelayanan angkutan umum konvensional yang berupa angkutan kota dan angkutan umum berbasis aplikasi dengan sampel dari aplikasi...
Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Fasilitas terhadap Kepuasan Pengguna Mikrotrans Jaklingko 01 Rute Tanjung Priok-Plumpang Jakarta Utara
Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Fasilitas terhadap Kepuasan Pengguna Mikrotrans Jaklingko 01 Rute Tanjung Priok-Plumpang Jakarta Utara
Mikrotrans Jaklingko is one of the public transportation modes managed by PT Transjakarta and is designed as an alternative solution to meet the daily mobility needs of urban commu...
Evaluasi Kinerja Angkutan Perkotaan K-02 Kota Bekasi
Evaluasi Kinerja Angkutan Perkotaan K-02 Kota Bekasi
Abstract. The K-02 city transport route is one of the longest route among the 78 city transport routes operating in Bekasi City. The K-02 city transport traverses densely populated...
PENGAWASAN ANGKUTAN PENUMPANG UMUM KOTA LHOKSEUMAWE
PENGAWASAN ANGKUTAN PENUMPANG UMUM KOTA LHOKSEUMAWE
Penelitian ini berjudul “Pengawasan Angkutan Penumpang Umum Di Kota Lhokseumawe”  masih kurangnya pengawasan terhadap angkutan Labi-labi yang menurunkan...
ANALISIS FUNGSI PENGAWASAN UJI BERKALA OLEH DINAS PERHUBUNGAN KOTA BATAM TERHADAP ANGKUTAN KOTA
ANALISIS FUNGSI PENGAWASAN UJI BERKALA OLEH DINAS PERHUBUNGAN KOTA BATAM TERHADAP ANGKUTAN KOTA
Dalam rangka penertiban angkutan umum, sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 5 ayat 2 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menjelaskan bahwa “Pembina...
Model Transformasi Angkutan Umum di Kota Makassar
Model Transformasi Angkutan Umum di Kota Makassar
Abstract. This research aims to determine changes in the choice of public transport in the city of Makassar and directions that can be taken to support its development. This resear...
EVALUASI KINERJA ANGKUTAN UMUM DI KOTA PALU
EVALUASI KINERJA ANGKUTAN UMUM DI KOTA PALU
Pelayanan angkutan umum di Kota Palu saat ini mengalami penurunan, yang ditandai dengan jumlah penumpang yang semakin sedikit setiap tahunnya. Namun demikian, angkutan umum m...

Back to Top