Javascript must be enabled to continue!
Karakteristik Arsitektur Percandian Masa Klasik di DAS Batanghari
View through CrossRef
Abstrak: Peneltian ini dilakukan untuk mendeskripsikan karakteristik arsitektur percandian masa klasik di DAS Batanghari. Penelitian ini bersifat kualititatif eksplanatif. Dimana data lebih cenderung bersifat deskripsi dan narasi dalam menjawab pertanyaan penelitian. Sedangkan dalam tahap penelitian secara sistimatis dilakukan dengan metode arkeologi yang terdiri dari pengumpulan data, analisis data dan interpretasi data. Hasil penelitian didapatkan semua candi berorientasi ke arah sungai/ sumber air walaupun arah mata anginnya berbeda. Seperti percandian Dhamasraya; Candi Pulau Sawah yang arah hadapnya ke Timur, sedangkan Candi Padangroco arah hadapnya ke Barat Daya kecuali Candi 3 yang arah ahadapnya ke Utara. Selain itu juga dapat dilihat dari segi bahan, teknik, gaya, dan bentuknya. Demikian juga dengan percandian Muarajambi; Gumpung, Teluk, Kedaton, Koto Mahligai, Gedong I, II, Tinggi I, II, Astano, Kembar Batu, juga besar kemungkinan memiliki relasi artefaktual, ataupun data arkeologi yang sama dengan Dhamasraya. Kesamaan nampaknya ada pada arsitektur dan teknologi pembuatan meliputi: bahan yang digunakan pada candi-candi di atas adalah bata, namun ukuran bata pada masing-masing candi berbeda beda. Ukuran bata pada Candi Dhamasraya cenderung lebih kecil dari pada Percandian Muarajambi. Dapat dipastikan bahwa antara percandian di wilayah Hulu dan hilir DAS Batanghari memiliki satu relasi yang kuat, saling mempengaruhi walau belum dapat dipastikan siapa yang mempengrahui dan bagaimana proses nya. Jelas berdasarkan data diantara keduanya tersapat satucorak karakteristik arsitektur percandian khas Sumatera yang sama dari segi arsitektur bangunan, latar religi, maupun masa atau periode berlangsungnya peradaban klasik di lokasi percandian di wilayah hulu maupun hilir.
Kata Kunci: karakteristik; arsitektur; percandian; klasik; DAS
Lembaga Penelitian dan Pengabdian masyarakat Universitas Jambi
Title: Karakteristik Arsitektur Percandian Masa Klasik di DAS Batanghari
Description:
Abstrak: Peneltian ini dilakukan untuk mendeskripsikan karakteristik arsitektur percandian masa klasik di DAS Batanghari.
Penelitian ini bersifat kualititatif eksplanatif.
Dimana data lebih cenderung bersifat deskripsi dan narasi dalam menjawab pertanyaan penelitian.
Sedangkan dalam tahap penelitian secara sistimatis dilakukan dengan metode arkeologi yang terdiri dari pengumpulan data, analisis data dan interpretasi data.
Hasil penelitian didapatkan semua candi berorientasi ke arah sungai/ sumber air walaupun arah mata anginnya berbeda.
Seperti percandian Dhamasraya; Candi Pulau Sawah yang arah hadapnya ke Timur, sedangkan Candi Padangroco arah hadapnya ke Barat Daya kecuali Candi 3 yang arah ahadapnya ke Utara.
Selain itu juga dapat dilihat dari segi bahan, teknik, gaya, dan bentuknya.
Demikian juga dengan percandian Muarajambi; Gumpung, Teluk, Kedaton, Koto Mahligai, Gedong I, II, Tinggi I, II, Astano, Kembar Batu, juga besar kemungkinan memiliki relasi artefaktual, ataupun data arkeologi yang sama dengan Dhamasraya.
Kesamaan nampaknya ada pada arsitektur dan teknologi pembuatan meliputi: bahan yang digunakan pada candi-candi di atas adalah bata, namun ukuran bata pada masing-masing candi berbeda beda.
Ukuran bata pada Candi Dhamasraya cenderung lebih kecil dari pada Percandian Muarajambi.
Dapat dipastikan bahwa antara percandian di wilayah Hulu dan hilir DAS Batanghari memiliki satu relasi yang kuat, saling mempengaruhi walau belum dapat dipastikan siapa yang mempengrahui dan bagaimana proses nya.
Jelas berdasarkan data diantara keduanya tersapat satucorak karakteristik arsitektur percandian khas Sumatera yang sama dari segi arsitektur bangunan, latar religi, maupun masa atau periode berlangsungnya peradaban klasik di lokasi percandian di wilayah hulu maupun hilir.
Kata Kunci: karakteristik; arsitektur; percandian; klasik; DAS.
Related Results
STRATEGI TRANSFORMASI ARSITEKTUR PADA STUDIO AKANOMA DI PADALARANG, KABUPATEN BANDUNG BARAT
STRATEGI TRANSFORMASI ARSITEKTUR PADA STUDIO AKANOMA DI PADALARANG, KABUPATEN BANDUNG BARAT
Abstrak - Arsitektur Indonesia, seperti halnya arsitektur banyak negara dan kawasan di dunia, akhir-akhir ini mengalami berbagai perubahan karena fenomena globalisasi. Modernisasi ...
Tanah Tua Di Percandian Muarajambi
Tanah Tua Di Percandian Muarajambi
Abstrak: Kawasan percandian Muarajambi merupakan kompleks percandian Buddha yang berasal dari abad ke-10 Masehi. Kawasan percandian berada pada bentang lahan fluvial dan diatas per...
PERANCANGAN ARSITEKTUR ENTERPRISE STP SAHID MENGGUNAKAN TOGAF ADM
PERANCANGAN ARSITEKTUR ENTERPRISE STP SAHID MENGGUNAKAN TOGAF ADM
Peningkatan penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalamsuatu organisasi bertujuan untuk meningkatkan daya saing di berbagai bidang. Dalam era globalisasi, pendidikan ...
ARSITEKTUR SEBAGAI MANIFESTASI IDENTITAS INDONESIA
ARSITEKTUR SEBAGAI MANIFESTASI IDENTITAS INDONESIA
Arsitektur secara umum dipahami sebagai ilmu bangunan. Namun bagaimana latar belakang munculnya pemikiran arsitektur terutama dalam perspektif politik dan kebangsaan tidak banyak d...
PENERAPAN ARSITEKTUR FUTURISTIK DAN FUNGSIONALIS PADA BANGUNAN MUSEUM LE GRANDE LOUVRE
PENERAPAN ARSITEKTUR FUTURISTIK DAN FUNGSIONALIS PADA BANGUNAN MUSEUM LE GRANDE LOUVRE
Arsitektur modern merupaka arsitektur yang muncul di Inggris saat revolusi industri pada abad ke-19 dan arsitektur modern muncul karena adanya kebosanan terhadap bentuk arsitektur ...
ARSITEKTUR TRADISIONAL TIONGHOA: TINJAUAN TERHADAP IDENTITAS, KARAKTER BUDAYA DAN EKSISTENSINYA
ARSITEKTUR TRADISIONAL TIONGHOA: TINJAUAN TERHADAP IDENTITAS, KARAKTER BUDAYA DAN EKSISTENSINYA
Budaya merupakan sebuah proses perkembangan pola pikir yang terjadi secara bertahap dalam waktu yang lama. Proses ini terjadi selama manusia ada dan terus berkembang sesuai den...
KARAKTERISTIK ARSITEKTUR HIJAU PADA TATA MASSA BANGUNAN ARSITEKTUR SASAK PERBUKITAN
KARAKTERISTIK ARSITEKTUR HIJAU PADA TATA MASSA BANGUNAN ARSITEKTUR SASAK PERBUKITAN
Arsitektur Sasak di Pulau Lombok merupakan bagian dari arsitektur vernakular nusantara. Pemenuhan kriteria arsitektur hijau pada arsitektur Sasak dari aspek olah tapak dan tata mas...
Transformasi Bentuk Simbolik Arsitektur Candi Prambanan
Transformasi Bentuk Simbolik Arsitektur Candi Prambanan
Fenomena Arsitektur Candi Prambanan adalah unik karena memenuhi kriterium dimensi makna transendental sejak awal mula pembangunannya, masa kehidupan, masa kegelapan, penemuan kemba...

