Javascript must be enabled to continue!
Studi Embriogenesis Klon-klon Vanda Hasil Persilangan Vanda tricolor x [(Vanda Patao x Vanda Jenny Hashimoto) x Ascocenda Peggy Foo] secara In Vitro
View through CrossRef
<p>Perakitan varietas unggul baru Vanda beraroma wangi telah dilakukan dan menghasilkan beberapa klon yang terseleksi. Untuk menunjang pelepasan klon-klon terseleksi tersebut diperlukan ketersediaan bibit yang cukup dan perbanyakan bibit melalui induksi embriogenesis somatik dapat menjadi alternatif terbaik. Studi embriogenesis klon-klon Vanda hasil persilangan Vanda tricolor x [(Vanda Patao x Vanda Jenny Hashimoto) x Ascocenda Peggy Foo secara in vitro dalam rangka penyediaan bibit berkualitas dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan, Balai Penelitian Tanaman Hias, dari Bulan Januari 2010 hingga Desember 2011. Delapan belas klon Vanda, tiga teknik sterilisasi (TS-1, TS-2, dan TS-3), empat jenis eksplan (JE-1, JE-2, JE-3, dan JE-4), tiga kondisi inkubasi (KI-1, KI-2, dan KI-3), empat kombinasi konsentrasi asam 2,4-diklorofenoksi asetat (2,4-D)- Tidiazuron (TDZ) (KK-1, KK-2, KK-3, dan KK-4), dan 16 jenis media (variasi MI, MP, dan MK) digunakan dan diuji dalam penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dan RAK faktorial dengan empat ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tujuh klon yaitu V2-17, V2-21, V2-43, V2-10-1, V2-10-2, V2-2010-1, dan V2-2010-3 dengan kemampuan membentuk kalus embriogenik yang hampir sama dengan rerata persentase pembentukan kalus mencapai 25% dan skor pembentukan kalus +++. Medium ½ Murashige & Skoog (MS) yang ditambah dengan 1 mg/l TDZ, 0,5 mg/l benzylaminopurine (BAP), 2% sukrosa (MI-1), dan 0,05% HgCl2 selama 10 menit yang diikuti oleh pembilasan dengan air steril 5–6 kali (masing-masing 5 menit) (TS-3) merupakan medium inisiasi dan teknik sterilisasi yang sesuai untuk embriogenesis klon-klon Vanda. Variasi media MI-1 diperbaiki dan menghasilkan medium ½ MS yang ditambah dengan 10 mg/l (2,4-D), 1 mg/l TDZ, 0,5 mg/l BAP, 1 mg/l asam asetat-3-indol (IAA), dan 3% sukrosa (MP-2). Variasi media MP-2 mampu menginduksi pembentukan embrio (tahap akhir globular/koleoptilar) hingga 18 embrio per eksplan pada nodus tangkai bunga (JE-3). Kombinasi konsentrasi 2,5 mg/l 2,4-D dengan 5 mg/l TDZ (KK-4) pada kondisi inkubasi intensitas cahaya rendah (KI-2) mampu menginduksi pembentukan kalus lebih cepat dengan persentase pembentukan embrio mencapai 32% dan jumlah embrio hingga 20 embrio (tahap akhir globular/koleoptilar) per eksplan. Embrio berkecambah dengan kualitas pertumbuhan tunas terbaik pada medium New Phalaenopsis yang ditambah 0,5 mg/l BAP (MK-5). Media MK-5 mampu menekan pencoklatan eksplan turun hingga 1,3% dan meningkatkan persentase perkecambahan hingga 68% dengan jumlah embrio berkecambah mencapai 17 embrio (tahap akhir globular/koleoptilar). Embrio yang berkecambah tumbuh baik membentuk planlet pada medium NP yang ditambah 0,25 mg/l BAP. Keberhasilan induksi embriogenesis hingga pembentukan tunas berkualitas pada studi ini dapat menjadi bahan pertimbangan pengembangan protocol embriogenesis pada anggrek Vanda yang lain.</p>
Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian
Title: Studi Embriogenesis Klon-klon Vanda Hasil Persilangan Vanda tricolor x [(Vanda Patao x Vanda Jenny Hashimoto) x Ascocenda Peggy Foo] secara In Vitro
Description:
<p>Perakitan varietas unggul baru Vanda beraroma wangi telah dilakukan dan menghasilkan beberapa klon yang terseleksi.
Untuk menunjang pelepasan klon-klon terseleksi tersebut diperlukan ketersediaan bibit yang cukup dan perbanyakan bibit melalui induksi embriogenesis somatik dapat menjadi alternatif terbaik.
Studi embriogenesis klon-klon Vanda hasil persilangan Vanda tricolor x [(Vanda Patao x Vanda Jenny Hashimoto) x Ascocenda Peggy Foo secara in vitro dalam rangka penyediaan bibit berkualitas dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan, Balai Penelitian Tanaman Hias, dari Bulan Januari 2010 hingga Desember 2011.
Delapan belas klon Vanda, tiga teknik sterilisasi (TS-1, TS-2, dan TS-3), empat jenis eksplan (JE-1, JE-2, JE-3, dan JE-4), tiga kondisi inkubasi (KI-1, KI-2, dan KI-3), empat kombinasi konsentrasi asam 2,4-diklorofenoksi asetat (2,4-D)- Tidiazuron (TDZ) (KK-1, KK-2, KK-3, dan KK-4), dan 16 jenis media (variasi MI, MP, dan MK) digunakan dan diuji dalam penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dan RAK faktorial dengan empat ulangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tujuh klon yaitu V2-17, V2-21, V2-43, V2-10-1, V2-10-2, V2-2010-1, dan V2-2010-3 dengan kemampuan membentuk kalus embriogenik yang hampir sama dengan rerata persentase pembentukan kalus mencapai 25% dan skor pembentukan kalus +++.
Medium ½ Murashige & Skoog (MS) yang ditambah dengan 1 mg/l TDZ, 0,5 mg/l benzylaminopurine (BAP), 2% sukrosa (MI-1), dan 0,05% HgCl2 selama 10 menit yang diikuti oleh pembilasan dengan air steril 5–6 kali (masing-masing 5 menit) (TS-3) merupakan medium inisiasi dan teknik sterilisasi yang sesuai untuk embriogenesis klon-klon Vanda.
Variasi media MI-1 diperbaiki dan menghasilkan medium ½ MS yang ditambah dengan 10 mg/l (2,4-D), 1 mg/l TDZ, 0,5 mg/l BAP, 1 mg/l asam asetat-3-indol (IAA), dan 3% sukrosa (MP-2).
Variasi media MP-2 mampu menginduksi pembentukan embrio (tahap akhir globular/koleoptilar) hingga 18 embrio per eksplan pada nodus tangkai bunga (JE-3).
Kombinasi konsentrasi 2,5 mg/l 2,4-D dengan 5 mg/l TDZ (KK-4) pada kondisi inkubasi intensitas cahaya rendah (KI-2) mampu menginduksi pembentukan kalus lebih cepat dengan persentase pembentukan embrio mencapai 32% dan jumlah embrio hingga 20 embrio (tahap akhir globular/koleoptilar) per eksplan.
Embrio berkecambah dengan kualitas pertumbuhan tunas terbaik pada medium New Phalaenopsis yang ditambah 0,5 mg/l BAP (MK-5).
Media MK-5 mampu menekan pencoklatan eksplan turun hingga 1,3% dan meningkatkan persentase perkecambahan hingga 68% dengan jumlah embrio berkecambah mencapai 17 embrio (tahap akhir globular/koleoptilar).
Embrio yang berkecambah tumbuh baik membentuk planlet pada medium NP yang ditambah 0,25 mg/l BAP.
Keberhasilan induksi embriogenesis hingga pembentukan tunas berkualitas pada studi ini dapat menjadi bahan pertimbangan pengembangan protocol embriogenesis pada anggrek Vanda yang lain.
</p>.
Related Results
Evaluation of Somatic Embryogenesis Ability in Robusta Coffee (Coffea canephora Pierre)
Evaluation of Somatic Embryogenesis Ability in Robusta Coffee (Coffea canephora Pierre)
Embriogenesis somatik diharapkan sebagai metode perbanyakan tanaman yang sangat efektif pada kopi. Evaluasi dua jenis proses embriogenesis somatik, yaitu proses langsung dan tidak ...
Produksi 23 Klon Singkong Di Desa Muara Putih, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan
Produksi 23 Klon Singkong Di Desa Muara Putih, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan
Penelitian ini bertujuan untuk menguji daya hasil 23 klon ubi kayu yang dibandingkan dengan klon standar yaitu klon UJ5. Penelitian terdiri atas 2 percobaan yaitu Percobaan A dan B...
PERKEMBANGAN KULTUR IN VITRO PADA TANAMAN KARET (Hevea brasiliensis, Müell. Arg.) MELALUI EMBRIOGENESIS SOMATIK DI CIRAD PERANCIS
PERKEMBANGAN KULTUR IN VITRO PADA TANAMAN KARET (Hevea brasiliensis, Müell. Arg.) MELALUI EMBRIOGENESIS SOMATIK DI CIRAD PERANCIS
Embriogenesis somatik menjadi alternatif perbanyakan klonal pada tanaman karet untuk mendapatkan bahan tanam dengan sistem perakaran sendiri dan identik dengan induknya. Penelitian...
LITERATURE REVIEW: EKSTRAK BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor) SEBAGAI ANTIBAKTERI
LITERATURE REVIEW: EKSTRAK BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor) SEBAGAI ANTIBAKTERI
Berdasarkan penelitian, keluarga dari Amaranthus spp. dilaporkan memiliki aktivitas antibakteri. Begitu pula, penelitian mengenai ekstrak Amaranthus tricolor sebagai antibakteri te...
Potensi Kayu Berbagai Klon Eukaliptusdi HTI PT Toba Pulp Lestari, Tbk Sektor Aek Nauli Kabupaten Simalungun
Potensi Kayu Berbagai Klon Eukaliptusdi HTI PT Toba Pulp Lestari, Tbk Sektor Aek Nauli Kabupaten Simalungun
Abstrak :
Masalah peningkatan potensi kayu di Hutan Tanaman Industri adalah hal yang sangat kritis karena berhubungan dengan potensi keuntungan yang akan diperoleh ol...
Genetic, Heritability and Genetic Advance of Progenies Derived from Hybridization of Vanda ‘Adrienne’ × Ascocenda ‘Peggy Foo’ with Vanda malinii × Vanda denisoniana Benson & Rchb.f. in vivo
Genetic, Heritability and Genetic Advance of Progenies Derived from Hybridization of Vanda ‘Adrienne’ × Ascocenda ‘Peggy Foo’ with Vanda malinii × Vanda denisoniana Benson & Rchb.f. in vivo
Hybridization is the process on interbreeding between individuals of different species or genetically divergent individuals from the same species to produce new progenies with thei...
Taksasi Taksasi Setek Sembilan Calon Klon Unggul Baru Teh (Camellia sinensis Var. Assamica)
Taksasi Taksasi Setek Sembilan Calon Klon Unggul Baru Teh (Camellia sinensis Var. Assamica)
Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) memiliki sembilan calon klon unggul baru yang diperkirakan memiliki potensi hasil yang cukup tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah memperol...
Evaluasi Hibrid Hasil Persilangan Mangga Arumanis-143 dengan Tiga Kultivar Mangga Merah Berdasarkan Karakter Buah
Evaluasi Hibrid Hasil Persilangan Mangga Arumanis-143 dengan Tiga Kultivar Mangga Merah Berdasarkan Karakter Buah
<p>Evaluation of Mango Hybrids Derived from Crossing of Arumanis-143 with Three Red Mango Cultivars Based on Fruit Characters. Karsinah, Rebin, and Lukitariati Sadwiyanti. In...

