Javascript must be enabled to continue!
Faktor Risiko Kejadian Demam Tifoid di Indonesia 2018–2022: Literature Review
View through CrossRef
Demam tifoid merupakan penyakit infeksi menular, disebabkan oleh bakteri Salmonella enterica serovar typhi (S.typhi) dan Salmonella enterica serovar enteridis (S.enteridis) yang merupakan bakteri gram negatif dengan karakteristik endotoksin khas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor apa saja yang menjadi penyebab kejadian demam tifoid di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah literature review, dengan mengumpulkan data kejadian demam tifoid di Indonesia kemudian data dianalisis terhadap faktor risiko yang sesuai dengan kriteria pemilihan sampel. Hasil menunjukkan bahwa beberapa faktor yang berhubungan dengan kejadian demam tifoid diantaranya sarana sumber air bersih, sarana jamban dan pembuangan tinja, kebiasaan mencuci tangan sebelum makan dan setelah BAB (Hand Hygiene), kebiasaan mencuci bahan makanan mentah (Food Hygiene), kebiasaan jajan atau makan diluar, riwayat demam tifoid anggota keluarga dan personal hygiene menjadi faktor penting pada risiko kejadian demam tifoid. Kesimpulan faktor-faktor risiko yang menjadi prioritas penyebab demam tifoid perlu kita perhatikan untuk mengurangi kejadian demam tifoid di Indonesia.
Jompa Research and Development
Title: Faktor Risiko Kejadian Demam Tifoid di Indonesia 2018–2022: Literature Review
Description:
Demam tifoid merupakan penyakit infeksi menular, disebabkan oleh bakteri Salmonella enterica serovar typhi (S.
typhi) dan Salmonella enterica serovar enteridis (S.
enteridis) yang merupakan bakteri gram negatif dengan karakteristik endotoksin khas.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor apa saja yang menjadi penyebab kejadian demam tifoid di Indonesia.
Metode yang digunakan dalam penelitian adalah literature review, dengan mengumpulkan data kejadian demam tifoid di Indonesia kemudian data dianalisis terhadap faktor risiko yang sesuai dengan kriteria pemilihan sampel.
Hasil menunjukkan bahwa beberapa faktor yang berhubungan dengan kejadian demam tifoid diantaranya sarana sumber air bersih, sarana jamban dan pembuangan tinja, kebiasaan mencuci tangan sebelum makan dan setelah BAB (Hand Hygiene), kebiasaan mencuci bahan makanan mentah (Food Hygiene), kebiasaan jajan atau makan diluar, riwayat demam tifoid anggota keluarga dan personal hygiene menjadi faktor penting pada risiko kejadian demam tifoid.
Kesimpulan faktor-faktor risiko yang menjadi prioritas penyebab demam tifoid perlu kita perhatikan untuk mengurangi kejadian demam tifoid di Indonesia.
Related Results
Evaluating the Science to Inform the Physical Activity Guidelines for Americans Midcourse Report
Evaluating the Science to Inform the Physical Activity Guidelines for Americans Midcourse Report
Abstract
The Physical Activity Guidelines for Americans (Guidelines) advises older adults to be as active as possible. Yet, despite the well documented benefits of physical a...
Analisis Efektivitas Biaya Penggunaan Antibiotik pada Pasien Demam Tifoid di RS SMC Periode 2017
Analisis Efektivitas Biaya Penggunaan Antibiotik pada Pasien Demam Tifoid di RS SMC Periode 2017
Penyakit demam tifoid merupakan infeksi akut pada usus halus dengan gejala demam lebih dari satu minggu yang mengakibatkan gangguan pencernaan dan dapat menurunkan tingkat kesadara...
Studi Penggunaan Antibiotik pada Pasien Demam Tifoid di RS SMC Periode 2017
Studi Penggunaan Antibiotik pada Pasien Demam Tifoid di RS SMC Periode 2017
Penyakit demam tifoid merupakan infeksi akut pada usus halus yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi dengan gejala demam lebih dari satu minggu. Terapi utama pengobatan demam...
PENERAPAN TERAPI BERMAIN MEWARNAI UNTUK MENGONTROL ANSIETAS ANAK USIA PRA SEKOLAH DENGAN DEMAM TIFOID YANG MENDAPATKAN PERAWATAN DI RUMAH SAKIT
PENERAPAN TERAPI BERMAIN MEWARNAI UNTUK MENGONTROL ANSIETAS ANAK USIA PRA SEKOLAH DENGAN DEMAM TIFOID YANG MENDAPATKAN PERAWATAN DI RUMAH SAKIT
Latar Belakang: Demam Tifoid merupakan penyakit pada saluran pencernaan yang disebabkan oleh bakteri Sallmonella Typhi. Penyakit ini banyak terjadi pada anak usia tahap pra sekola...
Perbandingan Efektifitas Klinis antara Kloramfenikol dan Tiamfenikol dalam Pengobatan Demam Tifoid pada Anak
Perbandingan Efektifitas Klinis antara Kloramfenikol dan Tiamfenikol dalam Pengobatan Demam Tifoid pada Anak
Demam tifoid masih merupakan masalah kesehatan di Indonesia dan kloramfenikolmasih merupakan pilihan utama untuk pengobatan demam tifoid. Dari beberapapenelitian di temukan 3-8% ku...
SISTEMATIC REVIEW FAKTOR RESIKO PENYAKIT JANTUNG KORONER DI INDONESIA
SISTEMATIC REVIEW FAKTOR RESIKO PENYAKIT JANTUNG KORONER DI INDONESIA
Penyakit jantung koroner (PJK) menjadi masalah kesehatan global dengan beban morbiditas dan mortalitas tinggi, menduduki posisi pertama sebagai penyebab kematian akibat penyakit ti...
ANALISIS FAKTOR RISIKO TERHADAP KETERLAMBATAN PROYEK KONSTRUKSI THE HIMANA CONDOTEL
ANALISIS FAKTOR RISIKO TERHADAP KETERLAMBATAN PROYEK KONSTRUKSI THE HIMANA CONDOTEL
Salah satu masalah dalam kegiatan konstruksi adalah risiko keterlambatan proyek konstruksi. Proyek The Himana Condotel terjadi beberapa kendala yang mengakibatkan beberapa pelaksan...
Karakteristik Kejang Demam pada Anak di RSUD Tabanan pada Tahun 2021-2022
Karakteristik Kejang Demam pada Anak di RSUD Tabanan pada Tahun 2021-2022
Kejang demam merupakan kasus kegawatdaruratan yang sering terjadi pada anak usia 6 bulan-5 tahun dan menjadi kasus anak terbanyak di rawat inap RSUD Tabanan tahun 2021. Faktor risi...

